Home News Mendukung Program MBKM, Prodi Teknik Industri UWM Jalin Kerjasama dengan PT YPTI

Mendukung Program MBKM, Prodi Teknik Industri UWM Jalin Kerjasama dengan PT YPTI

218
0
Masrul Indrayana, ST, MT selaku Kaprodi Teknik Industri bersama dua dosen lainnya yaitu Ir. Suhartono, MT dan Ir. Ilmardani Rince Ramli, MM saat menyerahkan MoA kepada perwakilan PT. Yogya Presisi Tehnikatama Industri (YPTI). Foto: Istimewa.

BERNASNEWS.COM — Sebagai upaya dalam mendukung program Merdeka Balajar Kampus Merdeka (MBKM) Kementerian Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, Program Studi Teknik Industri Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram (UWM) memperluas kerjasama dengan dunia industri.

Prodi Teknik Industri UWM yang diwakili oleh Masrul Indrayana, ST, MT selaku Kaprodi Teknik Industri bersama dua dosen lainnya yaitu Ir. Suhartono, MT dan Ir. Ilmardani Rince Ramli, MM berkunjung dan menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) dengan Direktur PT. Yogya Presisi Tehnikatama Industri (YPTI) Petrus Tedja Hapsoro, Jumat (19/11/2021), yang berlokasi di Jalan Cangkringan, Duri, Tirtomartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, DIY.

YPTI adalah industri manufaktur yang memproduksi komponen-komponen otomotif dengan menggunakan mesin-mesin CNC teknologi terbaru. “Memiliki fasilitas ruang pelatihan terpusat yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan. Tentu saja akan sangat membantu mahasiswa dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa di dunia manufaktur,” ungkap Masrul Indrayana.

Dengan adanya MOA dengan berbagai dunia industri akan mempermudah mahasiswa untuk bisa masuk dan belajar mengaplikasikan keilmuan teknik industri secara langsung. Dengan demikian mahasiswa dapat memiliki bekal serta gambaran di dunia kerja sehingga mampu dan terbiasa menghadapi tantangan di dunia industri.

“Di YPTI mahasiswa dapat mengaplikasikan keilmuan teknik industri seperti pengendalian persediaan, desain produk menggunakan software terbaru, perencanaan dan pengendalian produksi,” tambah Masrul, di sela-sela kegiatan kunjungan itu.

“Sebagai wujud dari perguruan tinggi yang otonom dan fleksibel, Program MBKM bisa menjadi jawaban dan tuntutan yang harus dihadapi oleh setiap perguruan tinggi dalam menciptakan cara belajar yang inovatif dan menyesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa,” pungkasnya. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here