Home News Mendongkrak Perekonomian Indonesia di Saat Pandemi Covid-19

Mendongkrak Perekonomian Indonesia di Saat Pandemi Covid-19

90
0
Drs Djati Julitriarsa MM, Dosen STIM YKPN Yogyakarta

BERNASNEWS.COM – Seperti dipahami bersama bahwa kesejahteraan suatu bangsa tidak dapat dilepaskan dari perekonomiannya yang stabil, sehingga negara atau bangsa dapat dipastikan akan mengalami kemakmuran termasuk negara kita, Indonesia, yang sebentar lagi akan memperingati ulang tahun kemerdekaan yang ke 75.

Namun apa mau dikata bahwa sementara ini hampir seluruh bangsa di dunia mengalami masa yang cukup sulit di bidang ekonomi gara-gara adanya virus Corona atau Covid 19 yang cukup memprihatinkan, terutama bagi keselamatan manusia, dimana virus ini sudah banyak memakan korban manusia yang harus mengalami kematian.

Bagaimana dengan negara kita Indonesia? Khabar santer menyebutkan bahwa dengan adanya Covid 19 ini pemerintah kita harus kerja ekstra keras, terutama untuk menangani dan menangkal virus ini dengan berbagai cara, agar tidak membahayakan kehidupan rakyatnya. Dan terutama, bagaimana kemudian pihak pemerintah pusat melakukan restrukturisasi di pelbagai bidang guna menanggulangi merebaknya virus yang satu ini.

Tidak terlepas kemudian melakukan pembengkakan anggaran agar masyarakat tidak mengalami kesulitan hidup sehari-hari. Bahkan ada informasi yang dapat dipercaya dari Badan Pusat Statistik atau BPS yang menegaskan adanya perlambatan pertumbuhan yang cukup tajam di sektor konsumsi rumah tangga. Dan adanya Covid 19 semakin membuat laju pertumbuhan perekonomian Indonesia kian berat.

BPS menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesiapada kuartal I/2020 mencapai 2,97 persen (Year on year) yang merupakan pertumbuhan terendah sejak tahun 2001, yang diakibatkan adanya virus ini. Bahkan pertumbuhan ekonomi atau Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal i/2020 merupakan yang terendah sejak kuartal IV/2000, dimana PDB Indonesia saat itu hanya tumbuh 2,88 persen. Bahkan Kepala BPS mengatakan secara kuartalan bila dibandingkan dengan kuartal IV/2019 pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat minus 2,41 persen. Dan sekali lagi ini akibat adanya Covid 19.

Itulah yang kemudian ada langkah yang dilakukan oleh pemerintah pusat dengan menggelontorkan stimulus fiskal untuk menangkis potensi koreksi pertumbuhan ekonomi yang diprediksi bisa mencapai 0,3 persen. Artinya dengan basis pertumbuhan 5,02 persen pada tahun lalu, sehingga tahun ini pertumbuhan ekonomi diharapkan dapat menurun ke level 4,7 persen.

Lantas bagaimana selanjutnya terkait dengan tiang penyangga perekonomian negara kita? Secara tegas disebutkan bahwa guna menyangga atau menopang perekonomian di Indonesia, maka ada tiga pihak yang diharapkan sebagai tiang penyangga, yakni Koperasi, Badan Usaha Milik Negara atau BUMN, dan Badan Usaha Milik Swasta atau BUMS. Kemudian bagaimanakah peran masing-masing pihak itu agar perekonomian negara menjadi kuat?

Peran Koperasi

Dalam pasal 33 ayat (1) Undang-Undang Dasar (UUD) Republik Indonesia tahun 1945, menegaskan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar asas kekeluargaan, dimana ketentuan tersebut sesuai dengan prinsip koperasi. Oleh karena itu koperasi mendapat misi untuk berperan nyata dalam penyusun perekonomian yang berdasar asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi yang mengutamakan kemakmuran masyarakat bukan kemakmuran seorang perseorangan.

Dalam rangka mewujudkan misi tersebut, koperasi berusaha mengembangkan dan memberdayakan diri agar tumbuh menjadi kekuatan mandiri sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Di samping itu koperasi juga berusaha berperan nyata dalam mengembangkan dan memberdayakan tata ekonomi nasional yang berdasar asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur.

Sesuai dengan bunyi pasal 4 Undang-undang No 25 tahun 1992 tentang perkoperasian menyebutkan fungsi dan peran koperasi, yakni membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya guna meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya. Kemudian, berperan secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan masyarakat, memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan nasional dengan koperasi sebagai soko gurunya.

Dan berusaha mewujudkan dan mengembangkan perekonomian masyarakat secara nasional yang merupakan usaha bersama berdasar asas kekeluargaan dan ekonomi demokrasi.Pertanyaan kita lebih lanjut adalah apakah koperasi saat ini masih benar-benar sebagai soko guru pelaku perekonomian Indonesia?

Peran Badan Usaha Milik Negara atau BUMN

Badan Usaha Milik Negara  atau BUMN merupakan pelaku lain dalam perekonomian nasional, bahkan boleh dikatakan sebagai pelaku utama. Oleh sebab itu BUMN mempunyai peranan yang penting dalam penyelenggaraan perekonomian nasional guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Peran BUMN dalam sistem perekonomian adalah sebagai penghasil barang dana tau jasa demi pemenuhan hajat orang banyak. Peran lainnya adalah sebagai pelopor di berbagai sector yang belum diminati swasta, pelaksanaan pelayanan publik, pembuka lapangan kerja, penghasil devisa negara, membantu pengembangan usaha kecil dan menengah, serta koperasi, dan mendorong aktivitas masyarakat di berbagai bidang usaha

Peran Badan Usaha Milik Swasta atau BUMS

Pelaku peran perekonomian yang berikutnya adalah Badan Usaha Milik Swasta atau BUMS, dimana BUMS ini punya peran dalam kegiatan perekonomian secara nasional dan juga global. Kekuatan finansial (dana), profesionalisme, fleksibilitas yang dimiliki BUMS membuat pemerintah Indonesia perlu melibatkannya, dalam kemitraan untuk membangun perekonomian Indonesia.

Adapun peran BUMS dalam perekonomian Indonesiamantara lain sebagai mitra BUMN, saat sector BUMS mulai dilibatkan pada berbagai sector yang menguasai hajat hidup orang banyak, yang sebelumnya hanya dikuasai oleh BUMN. Maka BUMS dibutuhkan kontribusinya dalam hal penanaman modal (investasi), pengembangan usaha, peningkatan efisiensi, dan kemampuan teknis, serta pemenuhan kebutuhan masyarakat yang pada akhirnya menuju pada peningkatan laba BUMN.

Itulah sebabnya apabila ketiga pihak, yakni Koperasi, BUMN, dan BUMS benar-benar dapat menjalankan fungsinya secara nyata, maka dapat dipastikan bahwa perekonomian Indonesia terutama di saat pandemi Covid 19 ini masih terjadi tentu akan segera pulih seperti semula dan bahkan akan mengalami peningkatan, guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Semoga bermakna. (Drs Djati Julitriarsa MM, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here