Home Pendidikan Mendikbud Ristek: Capaian Vaksin Tak Termasuk Syarat untuk Melaksanakan PTM

Mendikbud Ristek: Capaian Vaksin Tak Termasuk Syarat untuk Melaksanakan PTM

115
0
Kapolda DIY Irjen Pol Asep Suhendar dan istri didampingi Romo Vikep Romo Andrianus Mardiyo, Pr, Kepala Sekolah SMA Stella Duce 1 Yogyakarta Sr. Yetty CB dan jajaran panitia berkesempatan foto bersama siswi SMA Stella Duce 1 Yogyakarta, Selasa (7/9/2021). Foto: Dok Bernasnews.com

BERNASNEWS.COM – Sebagian besar guru dan siswa di DIY sudah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19. Karena itu, DIY sudah siap melakukan PTM (Pembelajaran Tatap Muka). Namun, pelaksanaan PTM masih menunggu momen yang tepat.

Hal itu disampaikan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X setelah mendapat arahan Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Nadiem Anwar Makarim di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (14/9/2021).

Pada kesempatan itu, Menteri Nadiem mengatakan bahwa capaian vaksinasi tak jadi pertimbangan dalam membuka Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Sebab yang menjadi pertimbangan adalah suatu wilayah provinsi berstatus PPKM level 1 hingga 3 boleh menggelar PTM dengan segera.

“Tidak harus menunggu vaksinasi tenaga didik mencapai sekitar 50 hingga 60 persen. Sekolah justru wajib tatap muka muka bila gurunya sudah vaksin lengkap dua dosis,” kata Mendikbud Ristek Nadiem A Makarim.

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kampus SMA Kolese de Britto beberapa waktu lalu. Foto : Istimewa

Menurut Menteri Nadiem, sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri, tidak ada ketentuan durasi pelaksanaan PTM terbatas di sekolah. Hanya jumlah kuota peserta didik setiap kelas pada tingkat SD, SMP dan SMA tidak lebih dari 18 siswa dan maksimal 5 anak untuk kategori PAUD. Selain itu, tidak ada ketentuan yang mengatur jumlah hari dan jam dalam seminggu untuk sekolah.  

Menteri Nadiem memberikan keleluasaan bagi pemerintah daerah dalam hal persiapan PTM. “Kami bebaskan untuk semua persiapan tatap muka. Kami berharap, baik Pemda maupun Kepala Dinas benar-benar ada konsiderasi (pertimbangan), terutama untuk sekolah-sekolah swasta yang sekarang sangat terpukul secara ekonomi,” kata Mendikbud Ristek seraya menambahkan bahwa pemanfaatan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dibebaskan sepenuhnya untuk keperluan persiapan PTM.

Mendikbud Nadiem yang dikutip Bernasnews.com dari Humas Pemda DIY, Selasa (14/9/2021) mengatakan pelaksanaan PTM di sekolah juga harus disertai dengan persetujuan orangtua peserta didik. “Orangtua yang masih menghendaki Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tetap dibolehkan, tidak ada paksaan sama sekali,” kata Nadiem.

Dikatakan, vaksinasi tidak menjadi kriteria untuk membuka sekolah, tapi vaksinasi pada para guru menjadi kriteria mewajibkan membuka PTM terbatas. Ia menyebut capaian vaksinasi untuk tenaga pendidik di Yogyakarta sudah tinggi. “Jogja sudah sangat cepat vaksinasinya, sebagian besar guru sudah vaksin,” kata Mendikbud Ristek. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here