Home News Mendikbud Ristek Sebut Pembelajaran di Tamansiswa Menyenangkan, Orangtua Siswa: Itu Menyesatkan

Mendikbud Ristek Sebut Pembelajaran di Tamansiswa Menyenangkan, Orangtua Siswa: Itu Menyesatkan

52
0
Mendikbud Nadien Makarim saat memberi keterangan kepada wartawan tentang peniadaan Ujian Nasional 2020, Selasa (24/3/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com/repro MetroTV

BERNASNEWS.COM – Pernyataan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Anwar Makarim yang menyebutkan pembelajaran di Tamansiswa terlihat menyenangkan, dinilai orangtua siswa menyesatkan. Karena dalam kenyataan di lapangan justru sebaliknya.

“Berita ini menyesatkan. Mohon ijin, sampai saat ini saya masih orangtua siswa di Tamansiswa (IP), anak saya masih bersekolah di sini,” tulis salah seorang orangtua siswa, Dwi Yuli Prastiwi, menanggapi berita Bernasnews.com berjudul Mendikbud Ristek: Pembelajaran di Tamansiswa Menyenangkan yang diunggah Rabu, 15 September 2021.

Dwi Yuli Prastiwa dengan tegas mengatakan tidak setuju dengan berita tersebut karena kenyatannya tidak seperti itu, baik teknik mengajar hingga praktek KBM (kegiatan belajar mengajar). “Jadi mohon maaf sebelumnya kalau saya tidak setuju dengan berita yang ditulis njenengan karena kenyataannya tidak seperti itu. Baik teknik mengajar hingga praktek KBM semuanya nol (khususnya IP),” tegas Dwi Yuli Prastiwi kepada Bernasnews.com, Rabu (15/9/2021).

Ia memberi contoh nyata, anaknya yang kelas 5 SD semua materi yang diajarkan pamongnya secara daring ada di YouTube dan google, latihan soal, semua soal dan jawaban sudah ada di google. Contoh lainnya, kata Dwi Yuli Prastiwi, pernah suatu ketika ada tugas Bahasa Indonesia tentang membuat ide pokok paragraf, kemudian merangkainya menjadi paragraf.

“Hasilnya nilai anak saya paling rendah, karena tidak sesuai dengan materi kata pamongnya, ternyata eh ternyata begitu kami searching di google ada tulisan tentang materi pelajaran tersebut. Dan jawaban anak saya tidak sama,” kata Dwi Yuli.

“Bukan soal nilai yang paling rendah, tapi ternyata pamong tidak mau berpikir dan membatasi kreativitas anak-anak hanya dengan google, apakah ini merdeka belajar????,” tanya Dwi Yuli.

Dwi Yuli mengaku anaknya sekolah di Tamansiswa atas pilihan sendiri. Bahkan beberapa kali diajak pindah dari Tamansiswa tidak mau. “Tamansiswa adalah pilihan anak saya (sudah beberapa kali diajak pindah dari Tamansiswa tidak pernah mau) karena di Tamansiswa ada Taman Kesenian yang beda dengan tempat kursus seni lainnya,” kata Dwi Yuli Prastiwi.

Dalam kunjungan ke Tamansiswa di Pendopo Tamansiswa Yogyakarta, Selasa (14/9/2021), Mendikbud Ristek Nadiem A Makarim mengatakan bahwa sejak lama pendidikan di DIY/Indonesia bersumber dari ajaran Tamansiswa yang dicetuskan Ki Hadjar Dewantara. Sebagai contoh nyata saat ini tengah berjalan program Merdeka Belajar Kemendikbudristek Dikti.

Ia pun mengapresiasi pembelajaran di Tamansiswa yang terlihat menyenangkan. “Pembelajaran di Tamansiswa lebih menyenangkan, banyak mengerjakan proyet-proyek, lebih banyak pilihan buat siswa. Banyak aktivitas kreatif dan kolaboratif,” kata Mendikbud Ristek Nadiem A Makarim saat berkunjung ke Tamansiswa di Pendopo Agung Tamansiswa Yogyakarta (Bernasnews.com, Selasa (14/9/2021).

(Baca juga: Mendikbud Ristek: Pembelajaran di Tamansiswa Menyenangkan)

Menurut Mendikbud Ristek, program Merdeka Belajar yang dijalankan tidak terlalu rumit, seperti halnya pembelajaran yang menyenangkan di Tamansiswa. Konsep terpenting dari Merdeka Belajar adalah membuat sekolah lebih menyenangkan dan harus bisa relevan demi masa depan peserta didik. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here