Home Pendidikan Mendikbud Ristek: Pembelajaran di Tamansiswa Menyenangkan

Mendikbud Ristek: Pembelajaran di Tamansiswa Menyenangkan

1031
0
Mendikbud Nadien Makarim saat memberi keterangan kepada wartawan tentang peniadaan Ujian Nasional 2020, Selasa (24/3/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com/repro MetroTV

BERNASNEWS.COM – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Anwar Makarim mengatakan, sejak lama pendidikan di Indonesia bersumber dari ajaran Tamansiswa yang dicetuskan Ki Hadjar Dewantara. Sebagai contoh nyata saat ini tengah berjalan program Merdeka Belajar Kemendikbudristek Dikti.

Ia mengapresiasi pembelajaran di Tamansiswa yang terlihat menyenangkan. “Pembelajaran di Tamansiswa lebih menyenangkan, banyak mengerjakan proyekt-proyek, lebih banyak pilihan buat siswa. Banyak aktivitas kreatif dan kolaboratif,” kata Mendikbud Ristek Nadiem A Makarim saat berkunjung ke Tamansiswa di Pendopo Agung Tamansiswa Yogyakarta, Selasa (14/9/2021).

Menurut Mendikbud Ristek, program Merdeka Belajar yang dijalankan tidak terlalu rumit, seperti halnya pembelajaran yang menyenangkan di Tamansiswa. Menurut Menteri Nadiem, konsep terpenting dari Merdeka Belajar adalah membuat sekolah lebih menyenangkan dan harus bisa relevan demi masa depan peserta didik.

(Baca juga: Mendikbud Ristek: Capaian Vaksin Tak Termasuk Syarat untuk Melaksanakan PTM)

Ia juga menyebut bahwa program sekolah unggulan bukan merupakan program yang mudah karena menuntut keberanian dari seluruh warga sekolah terutama kepala sekolah dan guru-guru yang ada di sekolah tersebut. “Kepala sekolah harus berani melakukan perubahan besar bagi sekolah. Harus ada komitmen untuk melaksanakan program transformasi di sekolah sekitar empat tahun,” kata Menteri Nadiem dikutip Bernasnews.com dari Humas Pemda DIY, Selasa (14/9/2021).

Dikatakan, salah satu kegiatan yang akan dilakukan melalui program sekolah penggerak adalah uji coba prototipe kurikulum pembelajaran yang lebih merdeka, fleksibel dan mengutamakan pembelajaran menyenangkan dengan banyak aktivitas yang kreatif.

Selain berkunjung ke Tamansiswa, Mendikbud Ristek juga berkunjung ke SD Muhammadiyah Jogokariyan dan SMA Ma’arif Dagen. Agenda kunjungan adalah melakukan dialog dengan warga sekolah untuk memastikan keamanan dan kenyamanan uji coba PTM yang telah dilakukan di kedua sekolah tersebut.

Mendikbud Ristek juga bertemu Gubernur DIY di Kepatihan guna membahas persiapan pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah di DIY. Kepada Gubernur DIY, Mendikbud Ristek Nadiem mengatakan bahwa cakupan vaksinasi guru dan siswa tidak termasuk syarat untuk menyelenggarakan PTM.

Namun, syarat menyelenggarakan PTM adalah bila status suatu daerah berada di level 3 PPKM. Dan saat ini DIY masuk level 3 PPKM sehingga bisa melaksanakan PTM. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here