Home Pendidikan Mencetak Insan Ulil Albab melalui Pendidikan Inovatif

Mencetak Insan Ulil Albab melalui Pendidikan Inovatif

192
0
Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M Ec, sebagai Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta yang juga sebagai Keynote Speech pada seminar virtual Jumat (10/7/2020). Foto: Istimewa

BERNASNEWS.COM — Seorang cendekiawan atau ilmuwan wajib memiliki kompetensi keilmuan dan kepakaran di bidangnya. Namun itu saja belum cukup untuk memberikan kemanfaatan penuh bagi masyarakat, dan bisa memimpin masyarakat  ke arah yang lebih baik. Cendekiawan juga harus memiliki karakter jujur, disiplin, menghargai orang lain dan berpegang pada nilai-nilai yang dianutnya.

Hal itu disampaikan Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M Ec, sebagai Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta yang juga sebagai Keynote Speech pada seminar virtual Jumat (10/7/2020). Kegiatan diselenggarakan oleh Komunitas Edukasi Alumni Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UGM dengan mengangkat tema “Mencetak Insan Ulil Albab melalui Pendidikan Inovatif”.

Narasumber lain yang juga turut menyampaikan materi dari kalangan akademisi antara lain, Eko Suwardi. M Sc Dekan FEB Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Prof. Dr. Ridwan Nurazi. SE, M Sc Rektor Universitas Bengkulu. Sementara narasumber dari praktisi Dr. Bintoro Dibyoseputro, Akt, MBA pendiri Pondok IT Yogyakarta dan Achmad Zainudin selaku Pimpinan Cabang Syariah Kramat Raya PT. Pegadaian (Persero).

Prof. Edy mengatakan, untuk menjadi insan ulil albab jelas dibutuhkan kecendekiaan yang plus, sehingga menjadi insan berintegritas dan memberikan kemanfaatan bagi masyarakat luas. Ini menjadi sangat dibutuhkan di era Revolusi Industri 4.0.

“Karena dari cendekiawan seperti ini bisa diharapkan juga inovasi-inovasi. Untuk lahirnya inovasi perlu riset yang kuat dan serius. Sayangnya dukungan riset di Indonesia, khususnya di peeguruan tinggi masih kurang jika dibandingkan dengan negara tetangga, apalagi negara maju,” ujar Prof Edy.

Lebih lanjut dikatakan, umat islam saat ini sekitar 1,6 miliar jiwa, namun kontribusi dari umat Islam pada Produk Domestik Bruto (PDB) global hanya sekitar 6,6% dan umat Islam bekerja di knowledge production sekitar 1,5% saja. Data tersebut menunjukkan lemahnya kontribusi umat Islam dalam perekonomian. Oleh karenanya jika kita tidak mengikuti derasnya perkembangan inovasi saat ini maka suatu negara atau invidu akan tertinggal. 

Webinar ini diperlukan sebagai pendalaman bagi para cendekiawan muslim untuk memahami bagaimana peran ulul albab bagi cendekiawan muslim. Menurut Wahyu Hidayat selaku Komisaris Utama Induk HIK dan juga sebagai Opening Speakers, dengan pendidikan yang semakin maju dan inovatif, maka perlu pengenalan dan penerapan pada cendekiawan muslim. Tujuannya agar mereka mengikuti perkembangan pendidikan dengan tetap memegang teguh peran ulil albab. (nun/ ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here