Home News Menag Yaqut Cholil Qoumas: ISKA Dibutuhkan untuk Merawat Keindonesiaan

Menag Yaqut Cholil Qoumas: ISKA Dibutuhkan untuk Merawat Keindonesiaan

366
0
Menteri Agama Republik Indonesia Yaqut Cholil Qoumas. Foto : Dok ISKA

BERNASNEWS.COM – Sebagai organisasi cendekiawan dan intelektual berbasis keagamaan, keberadaan ISKA (Ikatan Sarjana Katolik Indonesia) amat dibutuhkan untuk meningkatkan nilai-nilai agama dalam komunitas Katolik dengan tetap menjaga komitmen merawat keindonesiaan, termasuk menjaga dan meningkatkan semangat solidaritas sosial di tengah pandemi.

Karena itu, tema Dies Natalis ke-63 Ikatan Sarjana Katolik  Indonesia (ISKA) yakni Solidaritas di Tengah Pandemi, amat  strategis karena membangun solidaritas penting bagi keberhasilan penanggulangan Covid-19 yang dilakukan pemerintah dan masyarakat saat ini.

“Saya menghargai dan menilai positif tema Dies Natalis ke-63 katan Sarjana Katolik  Indonesia (ISKA).Karena menurut saya tema ini amat strategis karena membangun solidaritas penting bagi keberhasilan penanggulangan Covid-19 yang dilakukan pemeritah dan masyarakat saat ini,” kata Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Agama, dalam video ucapan selamat ulang tahun kepada ISKA di Jakarta, pada Sabtu, 29 Mei 2021.

Menurut Joanes Joko, Sekretaris Jendral PP ISKA, Presidium Pusat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia akan memperingati Dies Natalis ke-63 secara virtual pada Sabtu, 29 Mei  2021 dari Kapel Santa Ursula, Jalan Pos, Jakarta Pusat. Acara akan diikuti  perwakilan ISKA dari Sabang-Merauke maupun dari luar negeri.

Sandra Nangoy, Presidum ISKA Bidang Pertahanan-Keamanan dan Ketua Panitia Dies Natalis ke-63 ISKA. Dok ISKA

Peringatan ulang tahun secara virtual ini dirayakan dengan dua acara utama yakni misa syukur dan peluncuran buku Merawat  Kebangsaan Berbasis Kearifan Lokal terbitan ISKA Press 2021. Tiga pastor akan hadir mempersembahkan Ekaristi suci yakni Romo P Siswantoko Pr,  Romo TB Gandhi Hartono SJ dan Romo Guido Chrisna Hidayat SJ.  

Sementara Ketua Presidium Pusat (PP ISKA) Hargo Mandirahardjo menyatakan, tema ulang tahun ini sengaja dipilih untuk menegaskan komitmen Ikatan Sarjana  Katolik  Indonesia dalam memelihara spirit solidaritas tanpa sekat di tengah pandemi Covid-19.

“ISKA akan terus bergerak melayani, berbelarasa dengan semua komponen anak bangsa untuk bersama-sama menggerakan solidaritas dan bergotongroyong di  masa pandemi ini,” ujar Hargo.

Ketua Umum ISKA ini juga mengingatkan pentingnya kepatuhan pribadi maupun komunitas pada protokol kesehatan, semangat bela rasa dan kepedulian kepada sesama tanpa membeda-bedakan latar belakang. Hargo menambahkan, momentum pandemik Covid-19 perlu dihadapi dengan sikap positif, yakni meningkatkan nilai-nilai humanitas seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menghadapi situasi darurat nasional ini.
 
Hal ini  senada dengan pesan Menteri Agama terkait elemen-elemen humanitas dan nilai utama ajaran-ajaran agama dalam solidaritas. Pertama, altruisme yaitu mendahulukan kepentingan orang lain serta bersedia membantu tanpa mengharapkan imbalan. Kedua, solidaritas menunjukkan sinergitas sebagai kunci keberhasilan seturut pengalaman bangsa Indonesia dalam   menghadapi berbagai persoalan  bangsa. 

Dan ketiga, solidaritas mengandung semangat kerukunan, menghargai perbedaan dan tanpa sekat. “Oleh karena itu, semua bentuk solidaritas sosial tentu harus dipertahankan  dan  ditingkatkan,” ujar Yaqut.  
 
Sandra Nangoy, Ketua Panitia Dies Natalis ke-63 ISKA  menyerukan pentingnya aspek pelayanan bagi semua insan ISKA.  Menurut Sandra, solidaritas tanpa sekat hanya mungkin dibangun di atas fondasi pelayanan. “Kehadiran ISKA perlu dinyatakan melalui solidaritas dalam pikiran, perkataan, perbuatan terutama bagi mereka yang paling rentan dan menderita oleh pukulan pandemi,” katanya. 

Sandra Nangoy yang juga Wakil Ketua Presidium Pusat ISKA Bidang Pertahanan dan Keamanan ini mencontohkan rangkaian aksi sosial yang telah dilakukan organisasi massa Katolik ini dalam 18 bulan terakhir, antara lain bakti sosial ke berbagai panti asuhan, panti jompo, hingga pengiriman ribuan paket pencegahan Covid-19 ke berbagai rumah-sakit di lebih dari 27 provinsi terutama di daerah-daerah pelosok yang sulit dijangkau.
 
Sebagai organisasi para sarjana Katolik, ISKA juga aktif membangun pelayanan di bidang ide dan pemikiran. “Kolaborasi  di bidang ilmu dan pemikiran perlu terus dihidupkan untuk merawat semangat intelektuliatas kendati komunikasi-antar-manusia  terhambat bahkan terputus di tengah pandemi,” tambah Sekretaris Jenderal Ikatan Sarjana Katolik Indonesa  Joanes  Joko.
 
Salah satu wujudnya adalah produksi FoKus ISKA Channel, forum diskusi daring yang mengedepankan pertukaran ide, ilmu, pemikiran para intelektual dari berbagai  bidang, antara lain para teolog, filsuf, ekonom, dokter, ahli-ahli kesehatan masyarakat, kriminolog, budayawan–juga tokoh-tokoh relawan Covid-19 yang bertempur di garis depan pandemi. 

“Program ini memang diinisiasi untuk menyuburkan khazanah  pemikiran di tengah  pandemi. Tapi melihat sambutan  publik  yang luas dan positif, FoKus ISKA Channel akan diteruskan pasca-pandemi” ujar Hargo, yang menggagas kelahiran FoKus ISKA Channel pada awal  2020.
 
Mgr Vincentius Sensi Potokota, Uskup Agung Ende, Flores, sekaligus Ketua Komisi Kerasulan Awam Konferensi Waligereja  Indonesia (Kerawam KWI) dalam pesan tertulisnya menyampaikan agar ISKA terus meningkatkan pengembangan diri dan organisasi dari segala aspek yang baik dan benar.

“Jadilah patriot-patriot tangguh, relevan, inspiratif dalam menyokong Indonesia Maju,” tulis Monsinyor Sensi-sapaan akrabnya. 

Ketua Komisi Kerawam KWI  yang  membawahi ormas Katolik se-Indonesia, juga mengingatkan agar ISKA sebagai organisasi intelektual berbasis keagamaaan perlu terus aktif menyumbang “nilai-nilai kekatolikan demi cita-cita mulia bernegara dan berbangsa.” 

Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) lahir pada 22 Mei 1958. Dalam usia 63tahun, organisasi ini telah berkembang luas dalam 17 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan 125 Dewan Pimpinan Cabang (DPC). Kegiatan virtual ini dihadiri oleh Pengurus Pusat, DPD dan DPC seluruh Indonesia serta perwakilan masyarakat umum. Sejumlah tokoh masyarakat dan para mantan Ketua Presidium ISKA mengirim ucapan selamat secara langsung maupun secara tertulis. (lip)
 
                                                                                       *
 
Caption foto:
 
 
1)     M
 
2)     Ketua Presidium Pusat   Ikatan Sarjana Katolik  Indonesia  (ISKA) Hargo Mandirahardjo.
 
3)      
 
Narahubung:
 

– 0815 1305 5915
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here