Saturday, May 21, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomePendidikanMenambah Wawasan dan Entrepreneurship, SMA Bosa Studi Banding ke Bandung

Menambah Wawasan dan Entrepreneurship, SMA Bosa Studi Banding ke Bandung

BERNASNEWS.COM —Untuk menambah atau memperluas wawasan serta meningkatkan jiwa enterpreneurship, sebanyak 88 guru dan karyawan SMA Bopkri I (Bosa) Yogyakarta melakukan studi banding ke Bandung, Jawa Barat mulai Kamis (29/8/2019) hingga Minggu (1/9/2019). Mereka akan melakukan kunjungan ke beberapa obyek pendidikan, terutama obyek bersejarah, seperti Gedung Sate untuk melihat peristiwa bersejarah sekaligus ikon kota Bandung, ke Boscha sebagai pusat pengembangan teknologi antariksa di Lembang, lalu Saung Ujo untuk menikmati dan ikut memainkan indahnya angklung seni musik tradisional Indonesia.

Selain itu, ke pasteurisasi pabrik susu pengolahan dan pengawetan produk olahan susu untuk melihat bagaimana industri dan produk olahan susu dimanfaatkan dengan baik dan memiliki daya saing/kompetitif. “Hal ini dilakukan karena guru dan karyawan SMA Bosa harus memilkki wawasan dan jiwa enterpreurship. Di samping bekerja, mereka juga tetap harus belajar untuk menambah wawasan,” kata Sartana S.PAK, MPd, Wakil Kepala (Waka) Sekolah bidang Humas SMA Bosa Yogyakarta, ketika dihubungi Bernasnews.com melalui layanan pesan whatsapp, Kamis (29/8/2019) siang.

Tempat duduk Kreta Api Eksekutif Lodaya yang bersih dan nyaman. Foto : Istimewa

Menurut Sartana, sejarah bangsa Indonesia harus tetap dipelajari dan dikembangkan menjadi informasi yang menarik. Selain itu, guru dan karyawan harus terus mengembangkan wawasan kebangsaan dan nasionalisme untuk kemudian ditularkan kepada siswa melalui pelajaran dan pendidikan yang diberikan.

Karena itu, menurut Sartana, studi banding tidak hanya diikuti guru tapi juga para karyawan, karena SMA Bosa bekerja secara tim sehingga semua harus terlibat agar SMA Bosa tetap maju. Dan mengapa baru sekarang dilakukan, menurut Sartana, karena memang sudah diagendakan untuk dilakukan pada awal tahun pelajaran.

Selain ke obyek-obyek pendidikan yang bersejarah, para guru dan karyawan juga melakukan refreshing dengan mengunjungi obyek wisata air panas di Ciater. “Para guru dan karyawan perlu refreshing untuk melepas kepenatan kerja, agar selalu fresh dan siap melanjutkan tugas panggilan bekerja lagi mendampingi anak bangsa dalam dunia pendidikan,” kata Sartana dalam perjalanan menuju Bandung.

Perjalanan rombongan SMA Bosa yang menggunakan Kreta Api (KA) Eksekutif Lodaya dinilai sangat nyaman. Selain berangkat tepat waktu sesuai jadwal pukul 08.15 WIB dari Stasiun Tugu Yogyakarta, fasilitas dalam kreta seperti tempat duduk, kamar mandi, AC dan sebagainya sangat nyaman dan menyenangkan.

“Stasisun Tugu saiki resik (saat ini bersih) dan tertib banget. Jadwal naik kreta (boarding) maupun berangkat juga sesuai jadwal yang tertulis dalam tiket. Pokoknya ontime. Kamar mandi juga kinclong, bersih. Di kursi juga ada cas HP dan ada meja makan. Rasanya seperti di pesawat,” kata Vincentia Lies Rarnawati, salah seorang Guru SMA Bosa, yang ikut dalam rombongan studi banding tersebut seraya menambahkan bahwa di dalam kreta juga enak, bisa jalan-jalan dengan nyaman. (lip)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments