Home Opini Membudayakan Sikap Anti Korupsi

Membudayakan Sikap Anti Korupsi

119
0
Drs Djati Julitriarsa MM, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN Yogyakarta

BERNASNEWS.COM – Korupsi merupakan suatu bentuk tindakan yang sangat merugikan bagi suatu negara, karena mengakibatkan kesengsaraan pada masyarakat negara tersebut. Oleh sebab itu, bila adat seseorang yang melakukan korupsi, terutama dalam bidang keuangan, maka dapat dipastikan mereka akan menghadapi suatu hukuman yang tidak menyenangkan dalam kehidupan mereka selanjutnya.

Dalam kenyataannya masalah korupsi ini tterjadi tidak hanya di bidang keuangan, namun juga bisa terjadi di bidang lain seperti hal korupsi waktu dan sebagainya. Yang jelas bentuk korupsi di bidang apa pun pasti mengakibatkan kerugian baik di bidang material maupun non material.

Setiap tanggal 9 Desember dunia memperingati sebagai Hari Anti Korupsi se Dunia, bertujuan untuk selalu mengingatkan kepada kita semua agar dalam aktivitas atau pekerjaan sehari-hari harus jujur dalam hal apapun. Jangan sampai apa yang kita lakukan merugikan pihak lain, karena faktanya tindakan korupsi merugikan orang banyak.

Maka tidak salah kalau Indonesia pun mendukung sepenuhnya upaya menciptakan budaya anti korupsi bagi siapa pun yang merasa diri sebagai warga negara dan selalu mengupayakan untuk memberantas korupsi. Maka Indonesia pun membentuk suatu lembaga yang secara khusus menangani korupsi, yakni lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kewajiban mendasar dalam pendidikan

Terkait dengan korupsi itulah mengapa kemudian kita bersama wajib menangkal bahkan memberantas segala bentuk korupsi. Salah satu yang dilakukan adalah menyelenggarakan pendidikan bagi generasi penerus tentang bahaya dan kerugian akibat korupsi. Menjadi kewajiban untuk mendidik generasi penerus, terutama generasi yang disebut milenial, baik lewat pendidikan formal di sekolah atau pun pendidikan dalam keluarga.

Hal ini perlu disadari bersama bahwa dengan melakukan pendidikan anti korupsi bagi generasi penerus yang notabene akan melanjutkan dan mengisi kemerdekaan ini, akan menjadi insan-insan yang dapat dipertanggungjawabkan. Sehubungan dengan hal tersebut tidak salah kalau kemudian para generasi tua, harus benar-benar mampu memberikan keteladanan dalam berperilaku, sehingga mereka akan menjadi panutan bagi generasi penerus.

Guna melakukan hal ini diperlukan waktu yang tidak singkat, karena kita semua menyadari bahwa dalam upaya melaksanakan pendidikan tersebut yang cukup mendasar, kadangkala terdapat berbagai kendala tertentu yang mengakibatkan tidak lancarnya upaya yang dilakukan, seperti lingkungan pergaulan yang belum atau tidak kondusif, tingkat pendidikan sebagian masyarakat kita yang masih rendah, pengaruh perkembangan teknologi dan sebagainya. Maka sudah selayaknya kalau kemudian dalam upaya memberikan pendidikan dasar tersebut perlu menerapkan prioritas tertentu yang mampu mendukung terwujudnya tujuan utama seperti dijelaskan di atas.

Ajaran luhur Moral Anti Korupsi

Sebenarnya masalah korupsi sangat erat kaitannya dengan moral dalam diri setiap manusia. Seperti kita pahami bersama bahwa dalam diri manusia terdapat ajaran luhur yang berkaitan dengan moral, yakni yang bersumber pada hati nurani masing-masing untuk melakukan suatu perbuatan yang baik dan perbuatan yang buruk atau jahat.

Oleh sebab itu sebenarnya sudah dapat dimengerti oleh setiap pihak bahwa apakah sesuatu yang akan dilakukan itu sejalan atau bertentangan dengan hati nuraninya. Namun seringkali yang terjadi terutama pada orang yang melakukan korupsi, diĀ  bidang keuangan khususnya, tetap nekad melakukannya, meskipun mereka sudah tahu apa akibat dan sanksi yang akan diterimanya bila hal tersebut ketahuan oleh pihak yang berkompeten.

Mengapa ini tetap mereka lakukan? Hal yang seringkali mereka gunakan sebagai alasan melakukan korupsi adalah kepentingan yang sebenarnya sesaat saja, contoh seperti ingin kaya mendadak atau yang lainnya, yang sebenarnya sekali lagi hal itu bertentangan dengan hati nuraninya sendiri.

Maka melihat berbagai kejadian dan terutama akibat adanya korupsi tersebut, kita sebagai suatu bangsa yang mempunyai cita-cita yang luhur seperti yang tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar negara kita, marilah kita bertekad bulat untuk memberikan ajaran moral kepada generasi penerus yang baik, sehingga mereka akan mempunyai moral yang tinggi yang selalu mengutamakan kebenaran serta kejujuran dalam setiap gerak langkahnya.

Dan hal ini sekali lagi hanya dapat terbentuk dalam dada setiap generasi penerus apabila para generasi tua bersedia sepenuhnya melakukan pendampingan dan terutama memberikan contoh nyata yang dapat digunakan sebagai bentuk tindakan yang dapat diteladani oleh generasi penerus. Bila hal ini dapat dilakukan oleh para generasi tua, dapat disimpulkan bahwa kita akan mampu menciptakan budaya anti korupsi kepada mereka.

Budaya untuk Anti korupsi

Seperti dipahami bahwa budaya itu sendiri dapat dikatakan sebagai hasil cipta, rasa, dan karsa manusia. Dan tentu saja sebagai manusia ciptaan Tuhan Yang Esa mereka sebenarnya mempunyai dasar dan pemahaman yang kuat terkait dengan semua tindakan yang akan, sedang dan telah dilakukannya, apakah hal tersebut sejalan atau bertentangan dengan hati nuraninya, sehingga sebenarnya setiap orang tahu apakah hal tersebut baik atau tidak, apalagi bagi umat yang beragama.

Tentu saja sebagai makhluk ciptaan Tuhan, secara nyata semestinya selalu bersedia untuk melakukan tindakan yang benar, baik bagi diri sendiri maupun untuk orang lain, termasuk apakah dia akan melakukan korupsi atau justru menentang adanya tindak korupsi.

Maka untuk itu marilah kita canangkan bersama, terutama untuk para generasi penerus, guna membudayakan kebiasaan yang baik dalam segala hal, terutama dalam upaya melakukan pemberantasan tindak korupsi, yang benar-benar sangat merugikan banyak orang. Sehingga dengan cara ini akan terdapat kebudayaan yang sangat kental terkait dengan tindakan anti korupsi, dan terdapat semangat yang selalu menentang semua bentuk tindakan korupsi di negeri ini. Semoga. (Drs Djati Julitriarsa MM, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN Yogyakarta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here