Thursday, June 30, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsMembuat Narasi yang Terkesan Dibelokkan, Mahfud MD "Jewer" Said Didu

Membuat Narasi yang Terkesan Dibelokkan, Mahfud MD “Jewer” Said Didu

BERNASNEWSCOM – Mengkopolhukam Mahfud MD menilai Said Didu, mantan Sekretaris BUMN yang kini aktif di media sosial, telah membuat narasi yang sepertinya sengaja ingin membuat kesan yang dibelokkan. Bahkan Said Didu dinilai suka bercanda tapi terkadang off side. Karena itu, Mahfud MD akan “menjewer” alias menegur Said Didu langsung ke whatsappnya.

“Di medsos @msaid_didu membuat narasi yang sepertinya sengaja ingin membuat kesan yang dibelokkan. Nanti saya jewer dia, langsung ke WA-nya agar jeweran saya tak tersebar. Dia itu suka bercanda tapi terkadang off side,” cuit Mahfud MD di akun twitternya yang diunggah pada Minggu 30 Januari 2022 pukul 19.08 WIB

Menanggapi cuitan Mahfud MD tersebut, Said Didu pun mengklarifikasi atas narasinya yang dinilai Mahfud MD sengaja ingin dibelokkan dan merupakan candaan yang off side. Menurut Said Didu, dalam mention-nya, ia hanya bertanya : “kok ada kata beruntung?” Said Didu mengaku tidak tahu dari siapa kata tersebut. Jadi, sama sekali ia tidak menuduh kata-kata tersebut dari Mahfud MD.

“Prof @mohmahfudmd yth, izin saya jlskn. 1) Dlm mention saya hanya bertanya “kok ada kata beruntung ?” krn saya tdk tahu dari siapa kata tsb. Jadi tdk sama sekali menunjuk bhw kata2 tsb dari Bpk. 2) Dg pjlsn Bpk maka clear bhw kata “beruntung” bkn dr Bpk. 3) trm ksh “jewerannya”, kata Said Didu.

Menurut Mahfud MD, mengenai tewasnya 3 anggota TNI di Papua, ia tidak pernah bilang: beruntung yang mati bukan warga sipil. Ia hanya bilang: KKB membunuh TNI dengan brutal, untungnya tidak ada korban warga sipil. Dan media menarasikan pernyataannya itu dengan cara beragam. “Hanya Kompas edisi 29 Januari 2022 sebagai salah satu media yang kredibel menulis dengan benar,” kata Mahfud MD.

Saya senang lihat penjelasan bapak berdua..saling koreksi dalam demokrasi..bukan saling lapor..inilah yang di sebut politkus Senior..Dewasa .dan Gentelmen..mau dikritik mau menjawab dengan benar begitu pun yang mengkritik mau mengkoreksi dan mengintropeksi,” komentar salah seorang warganet, Maftuh Arif di akun twitter @MaftuhArif1 di kolom komentar.

Sementara Didik di akun @Didik81951800 meminta Mahfud MD agar lebih tegas karena Said Didu bukan lagi anak kecil yang hanya cukup dijewer, tapi dia bagian dari perusak psikologi untuk terciptanya keresahan dan kebencian.

Maaf Prof @mohmahfudmd tolong yg lebih tegas, karena si @msaid_didu bukan bocah yg bila nakal cukup dijewer, tapi dia bagian dari perusak psikologi untuk terciptanya keresahan dan kebencian,” komentar @Didik81951800. (lip)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments