Home Ekonomi Membangun Komunikasi yang Baik, Potret Hubungan Kerja yang Solid dalam Perusahaan

Membangun Komunikasi yang Baik, Potret Hubungan Kerja yang Solid dalam Perusahaan

1108
0
Membangun komunikasi yang baik dapat dilakukan dengan banyak cara. Seperti yang dilakukan oleh M. Adam Ishak (kiri) seorang pengusaha dariTulang Bawang dan Mesuji Lampung. (Foto: KirimanDyaloka Puspita Ningrum, SI Kom, MI Kom, Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Widya Mataram, Yogyakarta)

BERNASNEWS.COM — Membangun komunikasi yang baik dapat dilakukan dengan banyak cara, salah satunya termasuk juga membangun hubungan baik juga dengan segala pihak. Sebagai mahluk sosial, kita akan selalu terus berinteraksi dengan orang lain dalam kehidupan sehari-harinya yang dapat diibaratkan dengan konsep simbiosis mutualisme. Mengulik sedikit cerita menarik nan asyik di balik sudut kota Tulang Bawang dan Mesuji Lampung, tersimpan harmonisasi yang berhasil dibangun oleh keluarga besar M. Adam Ishak dalam mengelola perusahaan.

M. Adam Ishak (kanan) sedang menyampaikan pengarahan kepada karyawan dengan penuh kekeluargaan. (Foto: Kiriman Dyaloka Puspita Ningrum)

Menghidupkan suasana kerja yang nyaman telah dilakukan oleh perusahaan tersebut. Sebagai suatu kelompok kerja, gaya komunikasi atasan ke bawahan diterapkan sebagaimana mestinya namun tetap memberi ruang dan kesempatan untuk saling terbuka antara satu sama lain. Bak kata pepatah, “rejeki akan datang apabila kita bisa saling berbagi”,itulah prinsip hidup M.Adam Ishak yang tidak segan untuk mengapresiasi dan memberikan reward tambahan kepada para karyawannya yang makin produktif apabila kinerja yang dilakukan maksimal dan memuaskan sesuai dengan tugasnya, yang semata-mata tidak lain hanya untuk mengedepankan hubungan emosional.

Di tengah dinamika pandemi saat ini khususnya, kegiatan sosial pun dilakukan oleh tim tersebut dengan tetap menerapkan protokoler kesehatan agar dapat saling bahu membahu dalam membantu sesama sebagai warga negara Indonesia terutama di daerah-daerah terpencil yang mengalami kesulitan dari sisi ekonomi. Di bawah pimpinan seorang M.Adam Ishak, bentuk inisiasi diimplementasikan tidak lain hanya untuk merajut kebersamaan, bahkan hal terpenting dari kegiatan itu sendiri turut diawasi oleh pihak berwajib agar tetap memenuhi standar operasional dari pemerintah.

Anak-anak M.Adam Ishak sejak dini sudah diajarkan pendekatan untuk bisa saling mengayomi satu sama lain walaupun terbentang jarak usia, termasuk kepada seluruh karyawannya. Gerry Oktaberera adalah anak muda yang merupakan salah satu anak M.Adam Ishak pun ikut membina perusahaan tersebut dengan terus belajar dan terjun di lapangan secara langsung. Terkenal tidak menunjukan sikap bossy adalah sifat yang selalu dilontarkan para karyawan kepada sang atasan. Hal inilah yang membuat para karyawan dan masyarakat sekitar merasa sangat dirangkul dalam mempertahankan hubungan positif dengannya yang demikian kualitas sang pimpinan pun tidak diragukan dengan apa yang dilakukannya.

Sebagai pengusaha besar M Adam Ishak (kanan) masih tetap suka turun ke bawah bersapa dengan para karyawannya. (Foto: Kiriman Dyaloka Puspita Ningrum)

Disisi lain, turbulensi yang melanda hampir setiap sendi kehidupan karena wabah virus Corona, membuat krisis di berbagai bidang yang bahkan beberapa perusahaan harus mengembalikan para pekerjanya lagi ke rumah. Namun tidak demikian dengan perusahaan milik M. Adam Ishak yang menjadi salah satu perusahaan lokal yang berkembang dan pshsm seluk beluk lingkungan sekitarnya.

Secara detail sang pimpinan berusaha untuk menatap kondisi ini dengan mengambil keputusan yang sangat bijak agar tetap dapat menghidupkan banyak orang utamanya. Solidaritas tidak hanya tercipta dari sisi internal saja, masyarakat luar pun diperhatikan secara utuh tanpa terlepas dari unsur kepentingan di dalamnya.

Berbicara dengan santai maupun mengajak kumpul dan makan bersama seluruh para karyawan yang utamanya berasal dari masyarakat menengah ke bawah memang terlihat sangat sepele. Namun kondisi indah itulah yang justru membuat mereka betah dan dapat meningkatkan kinerja, serta ketertikatan hubungan di dalam perusahaan itu sendiri. Jumlah pekerjanya pun seiring waktu terus bertambah dengan saling melengkapi kekurangan masing-masing. (Dyaloka Puspita Ningrum, SI Kom, MI Kom, Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Widya Mataram, Yogyakarta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here