Home Opini Menulis di Media dapat Membangun Image Organisasi-Perusahaan

Menulis di Media dapat Membangun Image Organisasi-Perusahaan

300
0
Z Bambang Darmadi, Lektor Kepala dan Dosen ASMI Santa Maria Yogyakarta

BERNASNEWS.COM – UNTUK membangun citra organisasi-perusahaan, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan seringnya organisasi-perusahaan mengirim tulisan dalam bentuk release yang terkait dengan kegiatan yang dmemiliki nilai-manfaat bagi publik. Tentu saja pekerjaan ini perlu dilakukan secara profesional.  Profesionalitas kerja harus diterjemahkan, dijabarkan, dioperasionalkan dan diimplementasikan oleh setiap individu dalam sebuah organisasi-perusahaan sesuai dengan bidang tugas masing-masing.

Kemampuan menyebarkan informasi melalui media online dan cetak (koran, majalah, bulletin, tabloid) dan dalam karya berupa buku merupakan hal yang harus dibentuk dan secara terus-menerus diupayakan oleh setiap organisasi-perusahaan dalam rangka untuk membangun image (citra).

Oleh karena itu, pengembangan sumber daya manusia, khususnya di bidang dunia tulis menulis di media cetak dan elektronik, merupakan upaya yang sangat signifikan guna mendukung dan memenuhi tuntutan kualitas dan profesionalitas pelayanan yang semakin dirasakan saat ini.

Persoalan yang sering muncul untuk memulai menulis adalah tidak tersedianya waktu yang cukup atau dengan kata lain tidak ada waktu karena sibuk sebagai alasan klasik. Jangan percaya bila suatu kegiatan akan berhasil dan dapat tumbuh baik tanpa manajemen waktu yang benar. Orang-orang yang sangat sibuk senantiasa mempunyai waktu untuk melakukan apapun.

Menurut Ernest Dimnet, orang-orang dengan waktu terluang yang sangat banyak mempunyai waktu untuk tidak melakukan apa-apa. Ungkapan tersebut menggambarkan bahwa orang yang ingin sukses pasti mampu mengatur waktunya dengan baik

Sebenarnya kegiatan menulis yang berbau ilmiah bagi para siswa dan mahasiswa telah menjadi bagian keseharian dalam proses pembelajaran-perkuliahan, karena beberapa tugas dari  mata pelajaran/matakuliah tertentu yang diberikan oleh para guru dan dosen harus dikerjakan dalam bentuk paper/ makalah. Akan tetapi  tugas-tugas seperti itu masih saja terasa berat tatkala siswa/mahasiswa harus menyelesaikan tugas akhir yang terkait dengan membuat laporan akhir studi, skripsi dan thesi

Mengapa tugas akhir yang berwujud laporan, skripsi dan thesis masih dirasakan berat bagi sebagian siswa/mahasiswa? Menurut hemat saya, karena untuk merajut sebuah paparan tulisan dari obyek penelitian atau studi kasus dari suatu perusahaan atau organisasi yang benar-benar ilmiah, realistik, obyektif dan dapat dipahami secara logis berdasarkan metoda dan analisis yang relevan memang tidaklah mudah. Mungkin bagi sebagian orang yang terbiasa melakukan kegiatan tulis menulis tidak mengalami hambatan yang berarti.

Akan tetapi bagi orang yang sama sekali asing dengan tulis menulis secara ilmiah, sungguh hal itu dapat menjadi momok. Memang tidak sedikit orang yang pandai dan lancar ber-retorika atau berbicara seperti pendidik atau staf pengajar pun belum tentu mampu mempaparkan ide/gagasan yang diceritakan dalam wujud tulisan yang baik. Lebih-lebih kemampuan untuk menulis di media massa (koran) masih banyak yang  merasakan tidak mudah. Padahal bila para siswa/mahasiswa, pendidik dan staf pengajar mau melatih diri secara terus menerus dengan kemauan yang tinggi, maka kesulitan tersebut perlahan-lahan pasti dapat diatasi.

Kondisi ini perlu disadari bahwa kemampuan untuk terus menulis terutama bagi tenaga pendidik (guru-dosen) kegiatan menulis merupakan salah satu bagian tugas wajib yang melekat dan harus dilaksanakan. Karena salah satu ciri dari masyarakat ilmiah sebenarnya dapat diukur melalui seberapa banyak karya ilmiah atau karya tulisannya telah banyak dipublikasikan.

Sebagai gambaran, orang yang senang membaca tidak berarti identik pasti suka menulis, akan tetapi seorang yang ingin menjadi penulis yang produktif, harus suka dan banyak membaca. Kedisiplinan membaca walaupun hanya sebentar, perlu dilakukan secara rutin. Mengapa harus banyak membaca?

Menurut hemat saya, karena dengan banyak membaca, tentu tidak akan pernah kekurangan-kehilangan berbagai ide atau gagasan, dan dengan banyak membaca kita akan semakin bertambah kaya atas pengetahuan yang diperoleh.

Oleh sebab itu, jika kita sudah menemukan ide atau gagasan untuk menulis sesuatu, maka langkah selanjutnya adalah duduk dan mulailah untuk menuangkan permasalahan yang hendak dikupas dalam wujud tatanan kata, kalimat dan alenia yang saling terkait dari alenia ke alenia berikutnya, sehingga menjadi suatu bentuk tulisan yang dapat dipahami oleh pembaca. 

Pada dasarnya tidak ada penulis yang baik itu dilahirkan, akan tetapi menjadi seorang penulis dapat dibentuk, dilatih dengan kedisiplinan dan ketekunan yang tinggi secara terus menerus. Sebuah hasil karya tulisan yang dapat dipublikasikan pada media on line atau media cetak secara rutin, dapat sebagai peluang untuk mengasah pengembangan pribadi dalam ikut membangun image (citra) organisasi-perusahaan dimana kita berkarya. (Z Bambang Darmadi, Lektor Kepala/ Dosen  ASMI Santa Maria Yogyakarta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here