Home Opini Membaca dan Menulis Penting bagi Mahasiswa

Membaca dan Menulis Penting bagi Mahasiswa

233
0
Damianus Gobai, Mahasiswa Public Relation ASMI Santa Maria Yogyakarta. (Foto: Dok. Pribadi)

BERNASNEWS.COM — Membaca mungkin adalah hal kegiatan sederhana tapi manfaatnya banyak dan menguntungkan. Namun seiring berjalannya waktu, membaca menjadi budaya yang langka untuk dijumpai. Perlahan tapi pasti, masyarakat menyukai hal-hal yang bersifat praktis, instan dan tidak mau dibuat sibuk untuk menghabiskan waktunya. Padahal membaca menjadi hal yang sangat penting untuk mendapatkan lebih banyak pengetahuan. Mungkin alasan itu terlalu klise, tapi memang seperti itu dasarnya.

Sedangkan, menulis merupakan sebuah bentuk kegiatan untuk mengeluarkan ide-ide atau gagasan lewat tulisan. Sayangnya tidak banyak orang yang mempunyai pikiran untuk itu. Ada yang beranggapan bahwa menulis hanya untuk orang-orang yang mempunyai bakat merangkai kata-kata yang indah. Itu alasan yang tidak benar, karena menulis bisa dijadikan sebagai alat penyampaian ide atau gagasan.

Dalam dunia mahasiswa, membaca menjadi sangat penting dan pokok untuk ditekuni. Bagaimana tidak, sebagian dari kehidupan  kita mahasiswa untuk menciptakan terobosan-terobosan pemecahan masalah sebagaimana fungsi mahasiswa yang juga harus berguna untuk masyarakat. Untuk itu mahasiswa dituntut untuk menuangkan gagasan-gagasannya lewat tulisan dan mencari referensi-referensi lewat membaca.

Sudah bukan menjadi rahasia umum jika membaca dapat menambah wawasan bagi para pembaca. Namun minimnya kesadaran masyarakat, khususnya yang dimaksudkan di sini adalah  kita Mahasiswa membuat argumentasi semacam itu terasa hanya ucapan semata. Sebagai mahasiswa, membaca dan menulis sangatlah penting dan hendaknya menjadi sebuah kemahiran. Mengingat fungsi mahasiswa sebagai agen perubahan dan terobosan-terobosan untuk membantu masyarakat.

Mahasiswa dituntut untuk peka terhadap lingkungan sekitar dan memikirkan ide-ide pemecahan masalah. Mereka pun harus lebih terbuka untuk terus menggali informasi dari berbagai sumber, misalnya lingkungan sekitar atau buku-buku untuk menemukan pemecahan masalah itu. Di sinilah pentingnya membaca bagi mahasiswa.

Wawasan akan bertambah, ide-ide baru juga bisa muncul dengan baik hasil dari menarik kesimpulan berdasarkan referensi-referensi yang sudah dibaca. Membaca juga dapat meningkatkan imajinasi seseorang dalam berpikir kritis dan kreatif menuju hal-hal yang positif. Jika budaya membaca ditinggalkan begitu saja, takutnya mahasiswa akan menjadi ‘miskin’ terhadap pengetahuan.

Sementara dalam hal tulis-menulis, aktivitas tersebut sangat penting untuk mendorong kreativitas berpikir seorang mahasiswa. Jika mahasiswa hanya membudayakan ‘copas (copy paste)’ itu akan merugikan dirinya sendiri. Dia menjadi malas untuk memikirkan pemecahan suatu masalah atau persoalan, malas untuk memikirkan gagasan-gagasan baru, sampai mengekang kreativitas berpikir mereka.

Padahal sebagai mahasiswa dituntut untuk kritis terhadap lingkungan sekitar ataupun permasalahan-permasalahan yang ada di dalam masyarakat. Dalam sudut lain, menulis juga menguntungkan bagi mahasiswa yang masih ragu atau malu untuk menyampaikan pendapat. Dia bisa mengungkapkan gagasan tersebut lewat tulisan agar bisa tersampaikan kepada orang lain.

Dari uraian di atas sangat jelas jika mahasiswa butuh mengembangkan budaya membaca dan menulis. Ketika nantinya mahasiswa sudah lulus dan terjun dalam dunia kerja ataupun masyarakat manfaat dari membaca dan menulis akan menguntungkan bagi dirinya. Kebiasaan membaca dan menulis bisa mempertajam analisis seorang mahasiswa. Juga dapat memudahkan dirinya sendiri ketika terjun di dunia kerja dan masyarakat pada umumnya.

Manfaatnya menjadi berlipat-lipat bukan. Mengingat budaya membaca dan menulis tersebut mulai  sirna bagaimana kembali cara menanamkan budaya tersebut kepada mahasiswa? Sebenarnya poin terpenting adalah kesadaran mahasiswa akan pentingnya menulis dan membaca. Yang jadi masalah adalah kesadaran itu seakan terabaikan.

Apabila mereka suka bermain social media (medsos) sebenarnya jika hal itu digunakan dengan tepat dapat menguntungkan mahasiswa dalam mencari dan berbagi informasi. Contohnya adalah Blog. Blog selain dapat digunakan mencari informasi juga dapat digunakan untuk menulis atau menge-post-kan informasi. Jenis Blog sangat beragam saat ini dan kita Mahasiswa bisa memilih salah satunya untuk berbagi informasi.

Dengan begitu kebiasaan menulis mulai tumbuh. Menumbuhkan kesadaran pentingnya membaca dan menulis harus dimulai dari hal-hal sederhana. Misalnya seperti menulis di Blog, mulai mengusir rasa malas, meyakini bahwa membaca tidak membuang-buang waktu. Menggunakan waktu luang yang dimiliki dengan membaca sebentar dan kemudian dilanjutkan beberapa saat lagi. Jika diawali dengan hal sederhana, saya yakin lama-kelamaan akan menjadi sebuah kebiasaan yang berguna.

Ingat, membaca dan menulis memang sepele dan sederhana namun pada kenyataannya manfaatnya sangat menguntungkan. Kita sebagai mahasiswa mulailah dari secarik kertas untuk dibaca dan dihias dengan gagasan-gagasan luar biasa untuk lebih menghasilkan karya yang kreatif, cerdas, dan bermanfaat di masyarakat luas. (Damianus Gobai, Mahasiswa Public Relation ASMI Santa Maria Yogyakarta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here