Home Ekonomi Memaksimalkan JSS, Upaya Pemkot Yogyakarta Mendorong UMKM Go Digital

Memaksimalkan JSS, Upaya Pemkot Yogyakarta Mendorong UMKM Go Digital

48
0
Pasar Tradisional Beringharjo, Kota Yogyakarta. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM — Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Bagian Perekonomian dan Kerjasama menggelar forum group discussion (FGD) digitalisasi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam rangka mendukung perkembangan dan membantu adaptasi para pelaku UMKM di Kota Yogyakarta dalam tatanan kehidupan baru di tengah Pandemi Covid-19.

Sekda Kota Yogyakarta Aman Yuriadijaya mengungkapkan, situasi dunia yang semakin bergantung pada kemampuan digital, sehingga teknologi dan digitalisasi harus dapat dimanfaatkan para pelaku UMKM agar tidak tertinggal. “Digitalisasi UMKM akan membantu bertahan dalam masa sulit, serta masa depan bisnis yang terjamin,” ucap Aman, seperti dikutip dari Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta, Kamis (3/6/2021).

Pemkot Yogyakarta pun terus mendorong para pelaku UMKM dan pedagang pasar untuk menjual barang dagangannya secara digital. Berbagai cara telah dilakukan oleh Pemkot Yogyakarta, dengan menggandeng pihak swasta, salah satunya PT. Gojek Indonesia. Selain itu, Pemkot Yogyakarta juga telah meluncurkan Smart Traditional Market beberapa waktu lalu untuk membantu menjualkan barang dagangan pedagang di Pasar Beringharjo secara online.

“Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot untuk menghidupkan pasar-pasar tradisional di tengah Pandemi Covid-19,” tegas Aman.

Dikatakan, Pemkot Yogyakarta juga terus memaksimalkan platform Jogja Smart Service (JSS). Pihaknya mengungkapkan jika selama ini JSS telah memberikan segudang fasilitas bagi para pelaku UMKM. Seperti menu ‘Nglarisi’, di dalam menu tersebut terdapat ratusan pengusaha kuliner, mereka merupakan UMKM binaan Pemkot Yogyakarta yang tergabung dalam program Gandeng-Gendong.

Juga ada menu ‘Dodolan’ di JSS yang terus dimaksimalkan untuk mendorong UMKM yang bergerak di luar sektor kuliner. Sehingga, pelaku industri kecil di bidang fashion, kriya, dan lain sebagainya, bisa turut terwadahi dalam program digitalisasi. “Kita juga terus memberikan edukasi pada para pelaku UMKM terkait kualitas produk yang disajikan, semisal soal kemasan, atau packaging,” imbuhnya. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here