Home Pendidikan Memaknai Sumpah Pemuda dengan Buku, Lomba Menulis dan Dialog

Memaknai Sumpah Pemuda dengan Buku, Lomba Menulis dan Dialog

189
0
Buku bertajuk Inspirasi dari SMP N 8 Yogyakarta untuk Indonesia karya kepala sekolah, guru dan karyawan sekolah tersebut, serta buku Gelisahku di Masa Pandemi karya Guru SMP N 3 Kalasan, Sleman Susilowati, SPd. Kedua buku itu adalah contoh kaya literasi warga sekolah untuk pendidikan di masa pandemi Covid-19 dan memaknai momentum Sumpah Pemuda 28 Oktober 2021. Foto : YB Margantoro

BERNASNEWS.COM – Peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2021 yang bertema Bersatu, Bangkit dan Tumbuh memberikan inspirasi dan semangat berkarya warga sekolah di Yogyakarta. Kepala sekolah Retna Wuryaningsih SPd MPd, guru dan karyawan SMP Negeri 8 Yogyakarta, misalnya, menghasilkan karya buku Inspirasi dari SMP N 8 Yogyakarta untuk Indonesia. Kemudian guru SMP N 3 Kalasan, Sleman Susilowati SPd menulis buku bertajuk Gelisahku di Masa Pandemi.

Sementara SMA Santa Maria Yogyakarta mengadakan lomba menulis cerpen untuk SMP dan sederajat dan menulis esai untuk siswi setempat. Sedangkan siswa-siswi peserta ekstrakurikuler jurnalistik SMA BOPKRI 2 Yogyakarta mengadakan dialog tentang makna Sumpah Pemuda bagi kaum muda sekarang melalui WA group.   

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta Budi Santosa Asrori SE MSi melalui Kepala SMP N 8 Yogyakarta Retna Wuryaningsih SPd MPd, di sekolah setempat Kamis (28/10/2021), memberikan apresiasi warga sekolah tersebut yang sudah menorehkan beragam kisah dan membagikan pengalaman baiknya selama mengelola pembelajaran di masa pandemi Covid-19.

“Tradisi prestasi tiada henti seraya mengembangkan pendidikan karakter sudah menjadi budaya di SMP Negeri 8 Yogyakarta. Hal ini tampak dengan berbagai capaian prestasi, baik prestasi akademik maupun nonakademik. Dalam rangka menyambut bulan Bahasa dan Sastra tahun 2021, sekolah ini dengan luar biasa mampu menerbitkan buku kumpulan karya yang ditulis oleh guru dan karyawan sekolah,” kata Budi Santosa Asrori.

Sedangkan guru SMP N 3 Kalasan, Sleman Susilowati SPd yang dihubungi terpisah mengatakan bersyukur dan gembira dapat berkarya buku kumpulan puisi untuk ikut memaknai bulan Bahasa dan Sastra 2021 di masa pandemi Covid-19 ini. 

Juara menulis cerpen dan esai

SMA Santa Maria Yogyakarta melalui unit Perpustakaan Deus Providebit dan Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, mengadakan lomba menulis cerpen untuk SMP/sederajat dan lomba menulis esai untuk pelajar setempat. Keduanya dilaksanakan dalam rangka Hari Sumpah Pemuda 2021. Untuk lomba menuis cerpen bertajuk Berkarya dan Berprestasi Meski Berada di Tengah Pandemi. Sedangkan untuk lomba menulis esai adalah Pengalamanku dalam Belajar dan Berkegiatan di Sekolah di Masa Pandemi.

“Untuk lomba menulis cerpen bagi siswa SMP/sederajat, Juara I diraih Yemima Lukito siswi SMP Kristen Kalam Kudus Yogyakarta, Juara 2 Moriana Kirei S, siswi SMP BOPKRI 3 Yogyakarta dan Juara 3 Devina Natasha Sukoco siswi SMP Pangudi Luhur 1 Klaten,” kata Koordinator Lomba Menulis Cerpen Ag Rut Pawestri Utami A.Md ketika dikontak di sekolahnya, Kamis (28/10).

Untuk lomba menulis esai internal juara 1 diraih oleh Ananda Chatarina Usada. Dia siswi berdarah campuran Jawa dan Sulawesi, namun lama menetap di Kalimantan Timur tepatnya Muara Wahau. Sebelum dan selama bersekolah di SMA Santa Maria Yogyakarta pada masa pandemi Covid 19, dia menceritakan lika-liku perjuangan dia dalam menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang cukup berat. Namun berkat semangat belajar yang tinggi, dukungan keluarga, sekolah dan learning activities yang kreatif, akhirnya dia dapat merasakan buah-buah  keberhasilan studi.

“Karya tulis para juara dan nominator, sungguh memberikan inspirasi dan semangat belajar para siswa kami,” kata guru Bahasa Indonesia Agustina Galuh Eka Noviyanti SPd.     

Meningkatkan semangat belajar

Pelajar SMA BOPKRI 2 Yogyakarta yang tergabung dalam tim Majalah Idola Boda (MIB) dan peserta ekstrakurikuler jurnalistik mengadakan dialog tentang Sumpah Pemuda melalui WA group, Kamis (28/10). Kegiatan seperti ini sering mereka lakukan terutama di saat memperingati momentum nasional yang penting bagi pendidikan. Tujuannya supaya siswa terasah kepekaan sosialnya, kritis dan sekaligus sebagai bahan untuk mengisi majalah sekolah mereka yang terbit dua kali setahun.

Teophilia Stafani berharap, makna Sumpah Pemuda bagi generasi muda zaman sekarang dapat memberikan kesadaran kaum muda untuk meningkatkan semangat juang belajar demi masa depan bangsa dan Negara. Jika kaum muda sekarang memiliki semangat dan tekad juang belajar yang tinggi serta cinta tanah air, niscaya kita akan semakin maju.  

Cameyelia Shintya Pawestri mengemukakan, dengan peringatan Sumpah Pemuda tahun 2021 semoga anak muda dan generasi penerus dapat meningkatkan semangat saling bahu membahu, bekerjasama, berkolaborasi demi kemajuan bersama.

Sedangkan Rr Cindy Maulika mengajak sesama anak muda untuk dapat membanggakan bangsa dan Negara dengan prestasi-prestasi yang dapat dicapai. Baik dari sisi akademik maupun non akademik. Manfaatkan waktu yang dimiliki bersama dengan hal-hal positif dan bermanfaat bagi diri sendiri maupun sesama.  (YB Margantoro, Pegiat Literasi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here