Home Pendidikan Memaknai Perjumpaan yang Menginspirasi

Memaknai Perjumpaan yang Menginspirasi

543
0
Penulis buku "Perjumpaan yang Menginspirasi - Merawat Keberbedaan" YB. Margantoro (kiri) menyerahkan buku tersebut kepada salah seorang narasumber Sutirman Eka Ardhana, di rumahnya, Selasa (13/10/2020). Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM – Setiap saat, setiap hari dan seterusnya terjadi aneka perjumpaan di dunia ini. Perjumpaan antarinsani, antar sesama ciptaan Tuhan, sampai perjumpaan dengan aneka peristiwa. Adakah perjumpaan itu bermakna, menginspirasi, memotivasi kita untuk bertumbuh menjadi pribadi lebih baik?

Jurnalis dan penulis YB Margantoro mencoba selalu mensyukuri dan memaknai perjumpaan antarinsani itu antara lain dalam penulisan buku. Kali ini, buku seri keempat Perjumpaan yang Menginspirasi, diberi judul Merawat Keberbedaan.

“Saya menghormati dan menghargai konsistensi Mas Sutirman Eka Ardhana, seorang jurnalis, sastrawan dan pengajar jurnalistik dalam berkarya di bidangnya selama ini. Hal ini menjadi alasan saya untuk menulis dia di buku ini, satu di antara 18 narasumber dari berbagai profesi dan jenjang,” kata Margantoro saat memberikan buku Merawat Keberbedaan kepada Eka Ardhana di rumahnya, Tegalpanggung Yogyakarta, yang sarat dengan nuansa literasi, Selasa (13/10/2020).

Buku setebal 104 halaman, ber-ISBN 978-623-94317-7-8, ini memuat 18 narasumber. Mereka adalah Agung Vendy Setyawan, Agoes Widhartono, Amabel Emillavta, Ashady, Ki Bambang Widodo, Erni Ekawati, GKBRAA Paku Alam, Kennia Ayu Saputri, Maria Kadarsih, Nisem, Nur Diana Hidayati, Ons Untoro, Rahmat Haryono, Satrio HB Wibowo, Sri Sulastri, Sri Surya Widati, Sri Wantini, Sutirman Eka Ardhana.

Profesi mereka beragam, mulai mahasiswi, guru, kepala sekolah, dosen, kartunis, pengusaha, pejabat, jurnalis, sastrawan, pegiat UMKM, pegiat CSR korporat, pegiat museum, sampai seorang Gusti Putri. Mereka tinggal di Yogyakarta, Bali, Kalimantan Timur, dan Korea Selatan.

Eka Ardhana dalam perjumpaan tersebut mengemukakan, selalu ingin memaknai dan mewarnai keindahan dalam kehidupan ini dengan melakukan sesuatu yang tidak saja berarti bagi kehidupannya, tetapi juga berarti untuk kehidupan orang lain atau kehidupan sesama. Dia mengapresiasi perjumpaan antarinsani ditulis menjadi buku, bahkan dapat jadi serial.

YB Margantoro menambahkan, buku ini dimaknai sebagai kado penerbit untuk HUT ke 75 Republik Indonesia dan sekaligus tahun kelahiran Lembaga Mitra Mekar Berkarya (MMB) pada tahun 2020. Beberapa waktu yang lalu, MMB telah menerbitkan buku berjudul Membaca 75 Tahun Indonesia, yang merupakan karya juara dan pilihan dari lomba menulis esai untuk umum. (lip)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here