Home Opini Memaknai Peristiwa Hijrah dalam Masa Pandemi Covid-19

Memaknai Peristiwa Hijrah dalam Masa Pandemi Covid-19

133
0
Drs Muhammad Roni Indarto, MSi, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN

BERNASNEWS.COM – Hijrah merupakan peristiwa yang sangat penting bagi peradaban manusia. Nabi Muhammad SAW melakukan hijrah dari Makkah ke Madinah tidak hanya merupakan perpindahan secara geografis maupun secara fisik, namun peristiwa hijrah tersebut juga perpindahan secara mental spiritual dan metode dakwah.

Perpindahan Rasulullah dari Makkah ke Madinah (Yastrib) karena banyak pertimbangan, antara lain penduduk kota Madinah lebih ramah dan moderat dan terbiasa dengan kultur keberagaman, letak Kota Madinah cukup strategis untuk menjadi basis pertahanan dari serangan musuh. Sebab di wilayah timur terdapat Harrat Al-Waqim dan di wilayah barat terdapat Harrat Al-Wabrah yang merupakan dataran tinggi dan rendah.

Dari peristiwa hijrah tersebut maka Rasulullah SAW bisa merubah era jahiliyah menjadi era Islam yang rahmatan fil’alamiin.

Peristiwa hijrah di masa sekarang ini berkaitan dengan kondisi Indonesia tercinta dan dunia yang saat ini masih terpapar oleh pandemic COVID 19 tentunya berbeda dengan peristiwa hijrah pada zaman itu. Hijrah pada kondisi pandemi ini bisa kita sebut hijrah dari Normal ke New Normal, hijrah ini paling tidak ada dua hal yaitu hijrah mental dan hijrah perbuatan.

Hijrah Mental

Hijrah mental yaitu kita berhijrah dari pikiran-pikiran dan perasaan-perasaan negatif menuju ke pikiran-pikiran dan perasaan-perasaan positif. Bagaimana melakukan hijrah tersebut tentunya ada metode yang dapat kita lakukan.

Pertama, kita fokuskan pikiran dan perasaan kita pada saat ini dan syukuri apa yang ada saat ini, biasanya kita berfokus pada masa lalu dan masa yang akan datang yang belum terjadi dan belum tentu juga terjadi. Kedua, yakinlah bahwa apa yang saat ini kita alami pasti ada hikmah yang sangat baik yang bisa kita ambil manfaatnya.

Ketig, berpikir dan berperasaan selalu positif terhadap informasi yang kita terima, jangan panik karena kepanikan akan menyebabkan kita sulit menemukan solusi dan atau merencanakan penyelesaian masalah masalah.

Kepanikan juga bisa menularkan kepanikan kepada orang di sekitarnya. Keempat selalu kita berdoa kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa, karena semua peristiwa di langit dan di bumi ini pasti karena kehendak Nya, dan pandemik COVID 19 ini berakhir juga karena kehendak NYA dan yakinlah bahwa doa kita akan dikabulkan Nya.

Hijrah Perbuatan

Peristiwa yang ada di dunia ini harus kita sikapi dengan perbuatan yang tepat sehingga peristiwa tersebut menjadi salah satu ladang amal kebaikan bagi kita dan masyarakat di sekitar kita, juga pandemic COVID 19 ini juga harus kita sikapi secara baik dan benar.

Dengan adanya pandemik ini maka seharusnyalah kita memperbaiki sikap dan perbuatan, yang dahulu kita egois tidak memperhatikan lingkungan maka harus kita ubah menjadi lebih perhatian dan mau bersama untuk bergotong-royong saling membantu dalam mencegah penyebaran COVID 19 dan membantu masyarakat yang terdampak pandemik ini.

Selain itu kita juga harus berhijrah dalam berperilaku sehat di lingkungan masyarakat pada setiap waktu, berperilaku sehat ini bisa dilakukan dengan 5M: Mencuci tangan, Memakai masker, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan dan Mengurangi mobilitas.

Semoga dengan memaknai peristiwa Hijrah Rasulullah SAW dengan baik dan benar, kita berharap bisa melakukan hijrah mental dan perbuatan dari Normal ke New Normal. Semoga.(Drs Muhammad Roni Indarto, MSi, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here