Home Pendidikan Memaknai Hari Guru Nasional 2021, Guru dan Siswa Berkarya Buku

Memaknai Hari Guru Nasional 2021, Guru dan Siswa Berkarya Buku

328
0
EMPAT buku karya siswa dan guru SMA N 4 Yogyakarta, KPG Hayam Wuruk 11 Yogyakarta, SD N Timuran Yogyakarta dan SD N Bumijo Yogyakarta adalah karya kolaborasi warga sekolah empat lembaga pendidikan tersebut dalam rangka Hari Guru Nasional 25 November 2021. Foto : kiriman YB Margantoro

BERNASNEWS.COM Momentum Hari Guru Nasional (HGN) 25 November 2021 dimaknai dan diimplementasikan dalam berbagai hal oleh kalangan pendidikan. Salah satunya adalah dengan berkarya buku. Sejumlah guru dan siswa di Yogyakarta, dari beberapa sekolah dan komunitas literasi, menerbitkan buku sebagai ungkap syukur momentum dan terima kasih kepada guru.

Buku-buku itu adalah Tulus Mengabdi Tiada Henti karya Tim Jurnalistik De Journey Sekolah Menengah Atas Negeri (SMA N) 4 Yogyakarta; Perjumpaan yang Memotivasi: Bangga Jadi Guru karya Niken Amri Amaniah S.Ag dan KPG Hayam Wuruk 11 Yogyakarta; Pendidikan Karakter di Masa Pandemi karya Murwani Rini Giastuti S.Pd., guru dan karyawan Sekolah Dasar Negeri (SD N) Timuran Yogyakarta; dan SD N Bumijo Jogja Beraksi Berkarya Melalui Literasi karya Tri Sumaryanto SPd dan warga sekolah setempat.

Pegiat literasi YB Margantoro mengapresiasi warga sekolah di beberapa lembaga pendidikan dan komunitas literasi di Yogyakarta terus berkarya tulis dalam bentuk buku. Baik karya pribadi maupun karya bersama dalam bentuk antologi merupakan refkleksi penulis yang bermakna. Komitmen dan konsistensi dalam berkarya literasi kalangan pendidikan khususnya dan warga masyarakat umumnya di kota ini menguatkan Yogyakarta sebagai Kota Literasi atau Kota Referensi.

“Hal yang menggembirakan dalam karya literasi bersama di sekolah itu adalah melibatkan karyawan atau tenaga nonkependidikan sebagai bagian dari warga sekolah untuk berpartisipasi menulis. Ini sebentuk apresiasi sekolah terhadap karyawan yang patut dimanfaatkan dengan baik.  Komite sekolah dan alumni juga dapat dilibatkan dalam karya literasi bersama agar menambah kualitas buku,” kata dia dalam siaran pers yang dikirimkan ke Bernasnews.com, Kamis (25/11/2021).

Menurut Margantoro, sejalan dengan tema HGN 2021 yakni Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan, penerbitan karya literasi sekolah adalah wujud dari upaya nyata sektor pendidikan untuk turut serta memperbaiki keadaan sekarang ini. Tema tersebut oleh Kemendikbud Ristek RI diusung mengingat sekarang dunia pendidikan juga sedang berjuang  memberikan pendidikan untuk generasi muda bangsa di tengah-tengah masa pemulihan pasca pandemi Covid-19.

Guru ujung tombak pendidikan

Siswa klas IX MIPA SMA N 4 Yogyakarta Juwitasari Dyah Darmasiwi mengatakan, saat  ini kualitas dan kuantitas guru dituntut lebih baik dan lebih banyak lagi. Diharapkan dihasilkan banyak guru agar terdistribusi dengan baik di seluruh Nusantara.

“Guru dalam pendidikan formal menjadi ujung tombak dalam sistem pendidikan di Indonesia. Tidak saja mengajarkan ilmu eksak dan non eksak, tapi juga secara tidak langsung mengajarkan nilai budi pekerti yang sesuai dengan dasar Negara.  Baik dari tingkat pendidikan dasar sampai ke tingkat perguruan tinggi atau umum. Guru sebagai salah satu tulang punggung dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dari segi moralitas dan keilmuan,” kata pengurus Tim Jurnalistik De Journey ini.

Guru SMP N 10 Yogyakarta Niken Amri Amaniah S.Ag mengemukakan, sebagai guru tugasnya tidak hanya mengajar namun juga mendidik anak-anak didiknya untuk menjadi orang yang lebih baik, sukses dan soleh sholehah. Para siswanya selalu terngiang oleh omongannya yang menjadi motivasi yakni : Jadikan kekuranganmu menjadi kelebihanmu.

“Saat ini semua yang ada senantiasa saya syukuri.  Saya bangga karena dapat mewujudkan apa  yang menjadi cita-cita sewaktu kecil. Saya dapat menjadi seorang guru yang dapat mengabdikan diri untuk memintarkan anak-anak bangsa,” kata Sekretaris Komunitas Penulis Guru (KPG) Hayam Wuruk 11 Yogyakarta yang lulusan Tadris Bahasa Inggris UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini.

Kepala SD N Timuran Yogyakarta Murwani Rini Giastuti, SPd dalam karya buku bersama itu mengemukakan, dibutuhkan kebersamaan antara siswa, guru dan orangtua di rumah agar pelaksanaan belajar mengajar (KBM) dapat berhasil.  Pendidikan karakter dan menjaga kesehatan sangat dibutuhkan sekarang ini.

“Pada saat ini, materi pendidikan dan kebudayaan memunculkan istilah Pelajar Pancasila. Pelajar Pancasila adalah pelajar Indonesia yang mau belajar sepanjang hayat dan memiliki kompetensi global,” kata dia.

Kepala SD N Bumijo Yogyakarta Tri Sumaryanto, SPd mengatakan, sebagai kepala sekolah dia mengupayakan kualitas dari input, proses dan output pendidikan di sekolahnya. Upaya perbaikan membutuhkan teknik-teknik khusus dengan melakukan inovasi dan langkah strategis untuk mewujudkan sekolah yang bermutu.

“Langkah nyata yang saya tempuh dengan mengejawantahkan salah satu tugas kepala sekolah sebagai supervisor dan manager sekolah, melalui supervisi klinis di satuan pendidikan kami. Supervisi klinis disebut juga supervisi pengajaran, merupakan salah satu dari supervisi pendidikan,” kata dia. (*/lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here