Home Pendidikan Memahami Bom Bali Terungkap dengan Membaca Novel Mengejar Angin Pusar

Memahami Bom Bali Terungkap dengan Membaca Novel Mengejar Angin Pusar

664
0
Novel "Mengejar Angin Pusar" akan dilaunching dan dibedah di Kabar Baik Eatery, Jalan Pamularsih 152b Ngabean Wetan, Sinduharjo, bersama Lexy Rambadeta (jurnalis peliput bom Bali) dan Fajar Nugros (sutradara film). Launching dan bedah novel ini untuk memperingati 18 tahun tragedi bom Bali I tahun 2002.

BERNASNEWS.COM – Saya pernah bertanya, apa yang memisahkan Pulau Jawa dan Pulau Bali? Jawabannya adalah Selat Bali. Lalu pertanyaan saya ganti, apa yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Bali? Jawabannya sama: Selat Bali.

Memisahkan dan menghubungkan adalah kunci dalam hidup ini. Berbahagialah kita yang sadar bahwa semua materi yang eksis di muka bumi ini terhubung, tak terpisahkan. Tuhan, alam, dan manusia adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan.

Bagi masyarakat di Pulau Bali yang mayoritas memeluk agama Hindu akan lebih memahami hal itu dalam ajaran Tri Hita Karana. Secara pribadi saya memahaminya sebagai Tri Tunggal. Jika saya menuliskan nilai-nilai yang terkandung di dalam ajaran itu, maka saya akan kehabisan kata-kata sebab pemahaman manusia terbatas, dan hanya akan terjebak pada definisi-definisi yang tak mudah dipahami. Sains dan teknologi pun tidak sanggup memecahkan misteri terbesar alam, sebab di akhir penelusuran, kita sendiri, – manusia- adalah bagian dari misteri yang akan dipecahkan (Max Planch, fisikawan).

IB Shakuntala. Foto : Istimewa

Itulah sebabnya saya menuliskannya dalam bentuk sebuah novel Mengejar Angin Pusar, agar nilai-nilai itu memiliki ruang dan waktu. Tidak tanggung-tanggung, novel ini saya tempatkan dengan latar belakang peristiwa yang mendunia: Bom Bali I.

Membaca novel ini Anda akan memahami mengapa tragedi itu terungkap dalam waktu yang relatif singkat. Ya, karena yang kelihatan dan tak kelihatan, semua terhubung, memberi tuntunan, melalui misteri-misteri kebetulan yang terbentuk oleh pesan-pesan tersembunyi melalui tanda-tanda alam, interaksi antar manusia, dan campur tangan dewata.

IB Shakuntala, Seniman Forensik, penulis Novel Mengejar Angin Pusar. Foto : Istimewa

Sebuah kisah yang terpendam hampir 2 dasawarsa yang luput dari liputan media massa mana pun. Semoga kali ini anda tidak meluputkannya.

Novel ini akan dilaunching dan dibedah di Kabar Baik Eatery, Jalan Pamularsih 152b Ngabean Wetan, Sinduharjo, Mlati, Sleman bersama Lexy Rambadeta (jurnalis peliput bom Bali) dan Fajar Nugros (sutradara film). Launching dan bedah novel ini untuk memperingati 18 tahun tragedi bom Bali I tahun 2002. (IB Shakuntala, Seniman Forensik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here