Home Olahraga Melestarikan Lereng Merapi Bersama Paguyuban Trail Merapi

Melestarikan Lereng Merapi Bersama Paguyuban Trail Merapi

220
0
Sekelompok pengendara sedang melakukan kegiatan trail di Lereng Merapi. (Foto: Istimewa)

BERNASNEWS.COM – Kawasan Merapi menjadi salah satu destinasi yang kerap dijadikan tempat bagi para pecinta trail untuk melakukan kegiatan trail. Namun, muncul anggapan bahwa trail menjadi salah satu kegiatan yang merusak Lereng Merapi. Benarkah demikian?

Ragil, Ketua Paguyuban Trail Merapi mengatakan bahwa trail merusak alam kurang tepat. Pandangan tersebut mungkin muncul lantaran ada pihak yang melakukan kegiatan trail yang melintasi perkampungan namun tidak berlaku sopan pada warga sekitar.

“Sebenarnya kalau dikatakan merusak, seberapa sih yang dirusak? Kan nggak terlalu. Karena kan paling merusak jalan petani untuk menuju ke sawah. Mungkin itu yang paling parah, sedangkan yang lain ya enggak,” kata Ragil, Ketua Paguyuban Trail Merapi, saat diwawancari, Rabu (12/2/2020).

Pengendara motor trail sedang memandangi Gunung Merapi. (Foto: Istimewa)

Terkait dengan jalan menuju sawah yang dirusak , ia tidak menampiknya. Pasalnya, ban dari motor trail berjenis enduro yang modelnya ‘penggaruk tanah’. Walaupun demikian, jalan untuk menuju sawah yang digunakan petani hanya 20 – 30%.

Namun, tak bisa dipungkiri bahwa Paguyuban Trail menjadi garda terdepan saat bencana terjadi. Mereka akan terjun pertama kali untuk mengevakuasi warga, menyalurkan bantuan, dan lain sebagainya. Pihaknya berharap, dengan adanya Paguyuban Trail Merapi ini mampu mengubah pandangan masyarakat terkait dengan kegiatan trail yang merusak.

“Bagaimana pun juga, diakui atau tidak, gunung adalah pusat kehidupan, di mana ada gunung berapi, disitu tanahnya subur. Pusat – pusat pertanian selalu ada di gunung, karena memang Merapi itu sebuah berkah untuk kita semua,” ujarnya.

Merapi adamenjadilah sumber nafkah bagi ribuan orang mulai dari petani, pelaku wisata, penambang, dan lain sebagainya. Tak hanya itu menurut Ragil, sudah menjadi kewajiban untuk melestarikan alam.

“Kalau tidak dilestarikan, maka merapi akan terus bergerak. Namanya alam, pasti akan menuntut keseimbangannya. Ketika manusia tidak bisa bersinergi dengan alam, tidak mampu menyatu dengan alam, ketika alam meminta haknya untuk menyeimbangkan diri maka itu akan terjadi yang namanya bencana,” katanya.

Ragil, Ketua Paguyuban Trail Merapi (Kanan) bersama Rendi berfoto bersama, Rabu (12/1/2020). (Foto: Ayu)

Kini, Paguyuban Trail Merapi masih berkoordinasi dan melakukan silaturahmi dengan warga di Lereng Merapi terkait dengan pembentukan paguyuban tersebut. Usai silaturahmi dengan warga, pihaknya merencanakan akan melakukan bersih sungai di Kali Pelang.

Sebagai informasi, Kali Pelang merupakan hulu dari Kali Gajah Wong. Kali Pelang ini menjadi salah satu area yang kerap dijadikan sebagai jalur trail. Kondisinya yang kotor membuat Kali Pelang terpilih menjadi area dilakukannya bersih sungai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here