Monday, June 27, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsMelestarikan Babad Banyumas dengan Komik

Melestarikan Babad Banyumas dengan Komik

bernasnews.com – Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia dan Presiden pertama kita Ir. Soekarno mengingatkan kita untuk jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. Hal ini dipraktekkan oleh sekelompok anak muda Tim Comic House Banyumas, Jawa Tengah yang mendokumentasikan sejarah kotanya dalam karya buku bertajuk Babad Banyumas – Adit Menyusuri Lorong Waktu.

Bupati Banyumas Ir. Achmad Husein dalam pengantar buku ini mengemukakan, kisah berdirinya Kabupaten Banyumas dikemas dalam bentuk komik yang sangat menarik, ilustratif, menghibur, dan kekinian. Ini merupakan sebuah terobosan agar sebuah kisah sejarah dapat lebih mudah dicerna dan dipahami serta jauh dari kesan membosankan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Tim Comic House serta semua pihak yang telah bekerja keras demi terbitnya buku Babad Banyumas ini,” tulisnya.

Kepala Kantor Yayasan Santo Dominikus Cabang Purwokerto Sr. M. Leonyta, OP., S.Pd. kepada bernasmnews.com yang menemuinya di kantor Jalan Jenderal Gatot Subroto Nomor 44, Purwokerto, Jumat (17/6/.2022) menyambut gembira atas terbitnya buku tersebut.

“Ya kami, keluarga besar Yayasan Santo Dominikus Cabang Purwokerto yang mengelola dua taman kanak-kanak (TK), dua sekolah dasar (SD) dan satu sekolah menengah pertama (SMP) bersyukur karena dua orang warga kami turut berkarya. Pimpinan proyek buku Maria Rengganis adalah alumni SMP Susteran, dan salah seorang The ‘A’ Team siswa SMP Susteran Verena V. Quinn,” kata Suster Leonyta.

Kedua orang tersebut, Maria dan Quinn, memang memiliki ketertarikan dan bakat dalam bidang komik. Talenta menggambar para siswa memang ditumbuhkembangkan di sekolah ini dengan disediakan ekstrakurikuler bidang itu.

Pimpinan Proyek Buku Babad Banyumas Maria Rengganis dalam sekapur sirih di buku mengemukakan, seiring dengan perkembangan zaman banyak anak muda yang melupakan sejarah. Banyak orang di sekitarnya yang tidak mengetahui bagaimana terbentuknya Kabupaten Banyumas yang mereka tinggali saat ini.

Bersama 19 anak muda yang tergabung dalam Tim Comic House Banyumas, Maria memulai terobosan baru dalam mempelajari sejarah. Dalam proses pengerjaan buku kurang lebih dua bulan, dia mengaku banyak mengalami kesulitan. Namun akhirnya, kerja keras anak=anak muda mulai dari siswa SD hingga mahasiswa dan pekerja muda itu mewujud.

“Saya berharap, dengan adanya komik ini orang-orang dapat mengenal sejarah Joko Kaiman yang merupakan pendiri Kadipaten Banyumas, melalui sudut pandang baru yang kreatif dan menyenangkan,” tulisnya.  

Tentang pribadi Raden Joko Kaiman itu, menurut Bupati Banyumas Ir. Achmad Husein, telah menunjukkan sifat dan watak wong Banyumas itu berani mengambil risiko, tidak mementingkan diri sendiri, rela berkorban, pejuang pembangunan yang tangguh, tanggap, dan tanggon, serta selalu mengutamakan persatuan dan kesatuan.

Salah satu adegan dalam buku komik Babad Banyumas karya Tim Comic House Banyumas. Foto : Y.B. Margantoro/bernasnews.com

Menyusur lorong waktu

Buku Babad Banyumas dengan tebal 186 halaman full color ini mengisahkan tentang remaja bernama Adit yang awalnya tidak menyukai sejarah. Hingga pada suatu hari, pintu di Pendopo Si Panji bercahaya dan membawa dia ke masa lalu. Di sana dia bertemu dengan seorang pemuda bernama Bagus Mangun yang dia ketahui kelak akan menjadi bupati pertama Banyumas.

Terjebak di masa lalu dalam tubuh Salam, sahabat Bagus Mangun, membuat dia harus menyaksikan peristiwa sejarah yang sebelumnya dia anggap membosankan. Kisah pun bergulir dengan asyik lewat karya komik dalam delapan episode.

Episode pertama berkisah : Kembali ke Masa Lalu. Kemudian disusul, Mengabdi ke Kadipaten Wirasaba, Menjadi Menantu Adipati, Menerima Keris Gajah Endra, Sabtu Pahing, Panggilan dari Kesultanan Pajang, Kadipaten Banyumas, dan Kenangan Tak Terlupakan.   

Tim Comic House terdiri dari Script Team : Agus Triono, Desta Suryanto, Eka Adi Saputra, Rizki Dwi Yuliarti; The ‘A’ Team :  Maura N. Adrista, Susilo Yudo S., Ilham Faisal A., Verena V. Quinn, Aila N.Putri, Dhiya A. Azizah, Kalma J. Zora; The ‘B’ Team : Ai Sahidah, Handika Pratama, Imam A. Rohim, Arbenisya Naurah N., Miftakhul Jannah, Najla Ghina K.; Background and Finishing Team : Nabila Ramadani dan Eka A. Putri.

Dari sisi usia, anggota tim ini kelahiran tahun 2009 sampai tahun 1991. Mereka lahir di Banyumas, Bogor, Tasikmalaya, Bandung, Tangerang, Purbalingga. Dari mana pun mereka lahir, terbukti mereka mencintai Banyumas dengan karya komik. (mar)          

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments