Home Opini Melayani Dengan Kesabaran

Melayani Dengan Kesabaran

154
0
Z. Bambang Darmadi, Lektor Kepala/ Dosen ASMI Santa Maria Yogyakarta. (Foto: Dok. Pribadi)

BERNASNEWS.COM — Saat ini,  baik organisasi yang bergerak dalam bidang jasa, maupun organisasi di bidang bisnis dan bidang sosial, aspek melayani pada pengguna jasa menjadi hal utama dan pertama. Senyatanya konteks melayani dengan baik dan kasih tanpa pandangbulu tidak membutuhkan banyak kajian dan teori-teori yang mendalam. 

Perbuatan melayani dengan baik merupakan praktek yang sebenarnya mudah dilakukan oleh siapa saja, namun persoalannya adalah tidak semua orang mau belajar melayani dengan baik dan tulus. Hal tersebut terkait dari karakter dan sifat seseorang saat dibentuk oleh orang tua, dibentuk dalam keluarga, lingkungan kerja dan sebagainya

Bahkan tidak sedikit para pelaku bisnis di bidang jasa dan manufaktur yang sudah merasa tumbuh besar ada yang meremehkan aspek pelayanan. Aspek pelayanan yang baik kadang kala masih kurang mendapat perhatikan secara serius, baru terasa kalau banyak pelanggan, pengguna jasa atau pembeli pindah ketempat lain. Lantas merasa sangat perlu melakukan perbaikan pelayanan pada pelanggan.

Sebenarnya situasi seperti ini tidak perlu terjadi manakala para para pengelola bisnis jasa dan manufaktur menyadari bahwa pembeli, pelanggan, pengguna jasa adalah bagian dari kehidupan dan bagian roh dan nyawa dalam kehidupan organisasi.

Mengapa bisa demikian? Menurut hemat saya karena konteks pelayanan yang baik belum menjadi budaya dalam organisasi yang perlu ditubuhkan. Akan tetapi dari yang belum banyak ini,  ada salah satu personel dokter wanita di jasa pelayanan kesehatan “Klinik Sehat Sejahtera” Jalan Magelang Yogyakarta, yakni dr. Cassandra.

Saat saya berobat di klinik tersebut pada hari Jumat (3/9/2021) malam, sungguh dapat saya rasakan dari saat masuk mendaftar, saat dicek suhu badan dan saat ditensi oleh tim perawat yang ada sangat ramah dan sabar dalam pelayanannya, lebih-lebih saat saya dipanggil masuk di ruang periksa oleh dr. Cassandra dan ditanya keluhannya.

Ia dengan seksama mau mendengar secara penuh kesabaran, lalu saat diperiksa, saya merasakan begitu telitinya dokter mendeteksinya, kemudian melalui keterangan tanya jawab yang disampaikan dengan penuh sabar, sambil melihat riwayat penyakit saya sebelumnya.

Keramahan dan kesabaran dalam melayani setiap pasien juga obrolan kecil seperti yang saya alami dengan dokter Cassandra, merupakan salah satu contoh baik yang mesti harus ditumbuhkan secara terus menerus oleh siapapun yang bertugas di bagian pelayanan khususunya pelayanan kesehatan.

Oleh karenanya jangan dianggap remeh bahwa model pelayanan yang baik, merupakan suatu hal yang utama dan pertama dalam mengelola organisasi. Konteks melayani secara baik ini perlu diikuti dengan kesabaran, karena orang yang dilayani itu karakternya berbeda-beda. Terima kasih dr. Cassandra atas pelayanan baiknya. Semoga mampu terus ditularkan pada orang-orang lain yang ada di sekitarnya. (Z. Bambang Darmadi, Lektor Kepala/  Dosen ASMI Santa Maria Yogyakarta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here