Thursday, June 30, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeEkonomiMelakukan IPO, Sebuah Perusahaan Properti di Jogja Go Public

Melakukan IPO, Sebuah Perusahaan Properti di Jogja Go Public

bernasnews.com — PT. Saraswanti Indoland Development Tbk (SWID) melakukan penjelasan kepada publik terkait penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO). Acara tersebut diselenggarakan di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center, Yogyakarta, Senin (20/06/22).

Dalam acara public expo IPO dengan tema ‘Kebersamaan, Integritas, Profesionalitas’ tersebut, hadir antara lain Kepala Bank Indonesia DIY Budiharto Setyawan, Direktur Bank BPD DIY Dian Ariani, Direktur Bank Jateng Wiweko Proboyakti, Komisaris PT. Jasa Raharja Eko Suwardi, Sekretaris ISEI Cabang Yogyakarta Y. Sri Susilo dan beberapa calon investor.

SWID merupakan perusahaan property di Yogyakarta, bergerak di bangunan tinggi (high rise building) seperti apartemen dan hotel serta bangunan rumah tapak (landed housing).Sementara public expose adalah suatu pemaparan umum kepada publik untuk menjelaskan mengenai kinerja Perusahaan Tercatat, dengan tujuan agar informasi mengenai kinerja perusahaan tersebut tersebar secara merata.

“SWID merupakan anak perusahaan dari Saraswanti Group,” terang Komisaris Utama Noegroho Hari Hardono. Lanjut dia, tujuan utama menjadi perusahaan terbuka (go public) Menjadi go public atau IPO merupakan salah satu cara bagi perusahaan untuk mendapatkan pendanaan untuk pengembangan usaha.

“Tidak hanya itu, dengan menjadi go public, dapat memberikan kemudahan akses perbankan, meningkatkan citra perusahaan serta menambah nilai perusahaan,” imbuh Noegroho.

Direktur Utama SWID Bogat AR mengungkapkan, bahwa manajemen bekerja keras untuk menumbuhkembangkan SWID. Menurut dia, dari IPO tersebut diperoleh sumber pendanaan baru, dana untuk pengembangan, baik untuk penambahan modal kerja maupun untuk ekspansi usaha, adalah faktor yang sering menjadi kendala banyak perusahaan.

“Dengan menjadi perusahaan publik, kendala pendanaan tersebut akan lebih mudah diselesaikan. IPO juga memberikan competitive advantage untuk pengembangan usaha,” jelas dia.

Menjadi perusahaan publik, terang Bogat, perusahaan akan memperoleh banyak keunggulan kompetitif untuk pengembangan usaha di masa yang akan datang. Misalnya, perusahaan berkesempatan untuk mengajak partner kerjanya seperti supplier dan buyer untuk menjadi pemegang saham

“Sebagai perusahaan publik, emiten dituntut oleh banyak pihak untuk dapat selalu meningkatkan kualitas kerja operasionalnya,” kata dia. Setelah IPO, imbuh Bogat, manajemen SWID segera merealisasikan beberapa proyek antara lain membangun beberapa apartemen. Juga akan membangun Villa Resort di Ambarawa, Jawa Tengah.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala OJK DIY Jimmy Parjiman berharap SWID akan terus berkembang untuk dapat berkontribusi bagi perekonomian DIY. “Dengan IPO yang dilakukan SWID akan diikuti oleh perusahaan-perusahaan lainnya di DIY,” harap dia.

Hal senada juga disampaikan oleh Waket KADIN DIY Bidang Perbankan, Pasar Modal dan Keuangan Syariah Wawan Harmawan, yang juga berharap SWID dapat berkontribusi membantu pengembangan perusahaan-perusahaan properti skala kecil dan menengah di DIY. (ted)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments