Thursday, August 18, 2022
spot_img
spot_img
HomePendidikanMedia Pers dan Masyarakat Harus Bijak Berkomunikasi

Media Pers dan Masyarakat Harus Bijak Berkomunikasi

bernasnews.com – Media online sebagai bagian dari media pers harus tetap menjaga kebenaran dan kualitas pemberitaannya, serta terus bersemangat dalam pertempuan yang semakin menggila di zaman ini. Di sisi lain, para guru sebagai pendidik anak-anak bangsa harus pandai menentukan sarana prasarana sumber belajar ataupun media pembelajaran yang sesuai untuk pendidikan karakter. Dengan demikian, media pers dan masyarakat khususnya pendidik harus bijak dalam berkomunikasi.

Hal tersebut mengemuka dalam bincang-bincang Redaksi Majalah Literasi Guru (Maligu) tentang Media Pers sebagai Sarana Pendidikan melalui zoom meeting di Yogyakarta, Jumat (11/3/2022). Bincang-bincang ini dimoderatori oleh redaktur senior Susy Ernawaty, S.Pd., M.Pd, yang sehari-hari menjabat Kepala SD Negeri Ngebelgede 1 Ngaglik, Sleman).

Turut berperan serta dalam acara ini antara lain Ngatinah, S.Pd. (Guru TK ABA Sumberadi, Mlati, Sleman), Tuginem, S.Pd.., M..Pd. (Pengawas SD Kapanewon Minggir, Sleman), Henny Sri Rantauwati, M.Pd. (Kepala SD Negeri Berbah 1 Sleman), Sugiyarti, M.Pd.,(Guru SMP Muhammadiyah 1 Seyegan, Sleman), Yoseph Nai Helly, S.Si., M.A. (Kepala Perpustakaan SYPN Yogyakarta), Christiana Budi Susanti, S.Pd., M.Pd. (Guru SMP Negeri 9 Yogyakarta).

“Perkembangan zaman telah mengubah situasi dan kemajuan seturut adanya kemajuan teknologi yang kian canggih. Media online menjadi salah satu solusi untuk ikut meramaikan “pertempuran” dunia berita dan informasi. Harapannya, media bijak menyampaikan informasi, sedangkan masyarakat juga bijak mengakses informasi,” ujar Yoseph Nai Helly.

Christiana Budi Susanti, yang menjadi anggota Sahabat Maligu mengatakan, dalam meningkatkan keberhasilan pendidikan seorang guru harus selalu berusaha menjadi guru professional. Seorang guru tidak boleh berhenti untuk belajar dan mengembangkan kemampuannya.

“Para guru dapat memanfaatkan referensi di perpustakaan dan media pers untuk pengembangan diri,” ujar Christiana Budi Susanti.

Susy Ernawaty, pada kesempatan ini berharap, sebagai pengajar dan pendidik para guru harus cerdas dalam menggunakan media sosial dan memanfaatkan media online untuk pembelajaran. Informasi yang diperoleh dan disajikan kepada para siswa harus bersifat mendidik, tidak mengandung SARA, tidak melanggar HAM dan mencerminkan kepribadian Bangsa Indonesia.

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments