Home News MBKM: Berikan Hak kepada Mahasiswa untuk Belajar Di Luar Prodi

MBKM: Berikan Hak kepada Mahasiswa untuk Belajar Di Luar Prodi

100
0
Ketua Program Studi Teknik Industri UWM Masrul Indrayana, ST, MT (Kiri) menyerahkan MoA Kerjasama kepada Pimpinan sekaligus pemilik CV. Karya Wahana Sentosa (KWaS) Robertus Agung Prasetya, SE, MM, Kamis (11/11/2021). Foto: Istimewa.

BERNASNEWS.COM — Dalam rangka mewujudkan Program Merdeka Balajar Kampus Merdeka (MBKM) Kementerian Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, Program Studi Teknik Industri Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Widya Mataram (UWM), kembali menjalin kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Ketua Program Studi Teknik Industri UWM Masrul Indrayana, ST, MT bersama dua orang dosen Ir. Suhartono, MT dan Drs. Jono, MT melakukan kunjungan, Kamis (11/11/2021), ke CV. Karya Wahana Sentosa (KWaS), di Bungas, Desa Sumberagung, Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul, DIY.

Kunjungan tersebut dalam rangka menjalin kerjasama, dan diterima langsung oleh Pimpinan sekaligus pemilik CV. Karya Wahana Sentosa (KWaS) Robertus Agung Prasetya, SE, MM. Dalam kesempatan itu juga ditandatangani Memorandum of Agreement (MOA) sebagai ikatan kerjasama yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.

“Memperluas dan mempererat kemitraan dengan dunia industri merupakan program kerja kami tahun 2021. Kami sangat tergantung dengan dunia industri dalam mewujudkan program MBKM bagi mahasiswa,” ungkap Masrul Indrayana.

Suasana kerja dan peralatan moderen yang dimilik oleh CV. Karya Wahana Sentosa (KWaS). Foto: Istimewa.

Dikatakan, KwaS adalah perusahaan kategori manufaktur yang bergerak dalam industri furniture dan home appliance, merupakan tempat yang tepat untuk mahasiswa teknik industri dalam menyelami penerapan keilmuan teknik industri di dunia usaha.

“Apalagi KWaS memiliki visi eco label wood yang sangat sesuai dengan visi kami sebagai program studi yang kreatif, inovatif dan berbudaya,” ujar Masrul.

Sementara itu, Robertus Agung Prasetya menyampaikan teknis pelaksanaan magang kerja maupun penelitian bersama kedua belah pihak antara KWaS dan akademika, dalam hal ini Universitas Widya Mataram. Mahasiswa magang kerja di CV. KWaS akan berlangsung selama 5 sampai 6 bulan.

“Kami akan menyiapkan pembimbing lapangan, hingga mahasiswa mampu dan terbiasa dalam menghadapi tantangan di dunia industri,” tegas Agung. Kondisi pandemi sangat dirasakan dampaknya oleh CV. KWaS. “Tetapi hingga saat ini kami tetap mampu bertahan dan bahkan menambah jumlah karyawan,” imbuh Agung.

Program MBKM diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2020. Program ini memberikan hak kepada mahasiswa untuk belajar di luar prodi maupun di luar universitas. Jumlah sks yang dapat diklaim oleh mahasiswa melalui program ini adalah paling tidak 20 sks.

“Kegiatan yang dapat diklaim oleh mahasiswa berupa credit earning pada prodi sejenis di universitas dalam dan luar negeri, magang bersertifikat, mahasiswa membangun desa, mahasiswa berwirausaha, dan studi independen,” beber Masrul, menutup pertemuan itu. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here