Wednesday, August 10, 2022
spot_imgspot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsPariwisataMbah Surat Penjual Gatot Thiwul Legendaris di Njeron Beteng Kraton

Mbah Surat Penjual Gatot Thiwul Legendaris di Njeron Beteng Kraton

BERNASNEWS.COM — Mbah Surat sapaan akrab Suratmi, seorang ibu tepatnya nenek berusia kisaran 65 tahun dari Dusun Cabean, Desa Panggungharjo, Kapanewon Sewon, Bantul, DIY ini lebih dari setengah usianya dedikasikan untuk berjualan makanan dan kuliner tempo dulu. Keberadaannya menambah khasanan wisata kuliner selain gudeg di Mijilan.

Setiap pagi dari jam 06:00 WIB, Mbah Surat buka lapak dengan keronjot (bagasi sepeda dari anyaman bambu), di Madyasura, bekas plengkung akses masuk ke wilayah nJeron Benteng Kraton Yogyakarta dari sisi timur Jalan Katamso, tepatnya di pinggir Jalan Mantrigawen Lor, Kelurahan Panembahan, Kecamatan Kraton, Yogyakarta.

Sajian Gatot (kiri) dan Thiwul buatan Mbah Surat enak dan mengenyangkan sebagai sarapan pagi. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Ada getuk, thiwul, gatot, lopis, ketan dengan toping srundeng, juruh (saus) gula kelapa dan wur (bubukan kedelai, gula dan parutan kelapa). Untuk kulinernya berupa nasi gudangan (urap) dengan lauk tahu dan tempe sengek atau semacam opor. Pas hari libur atau ramai pembeli, Mbah Surat terkadang dibantu oleh adik dan keponakan.

“Semua jajanan dan makanan ini dimasak sendiri dengan dibantu suami dari tengah malam. Untuk bahan-bahannya beli di pasar. Sedangkan seperti ketela dan gaplek (ketela kering) setiap harinya ada yang nyetori dari Bantul,” jelas Mbah Surat, denan bahasa Jawa Krama Madya, kepada Bernasnews.com.

Bagi generasi milineal atau anak kekinian tentu tidak akrab dengan panganan tempo dulu semacam yang dijual Mbah Surat, padahal itu termasuk kekayaan kuliner bagian dari budaya Jawa yang perlu dilestarikan. Selain itu juga lebih sehat karena tidak mengandung zat pengawet maupun penyedap rasa.

Pedagang serupa dengan Mbah Surat yang juga legendaris adalah Bu Hadi, yang berjualan sejak tahun 1970 dan merupakan generasi ketiga. Ia berjualan sore dari jam 17:00 WIB, di Jalan AM. Sangaji (Jalan P. Mangkubumi), Yogyakarta. Tepatnya di seberang depan Gereja Jetis Yogyakarta. (ted)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments