Home News Mbah Ganden, Pebisnis Alat Berat di Jogja yang Enggan Sewakan Alat Berat...

Mbah Ganden, Pebisnis Alat Berat di Jogja yang Enggan Sewakan Alat Berat untuk Proyek Tambang

1636
0
Alat berat yang disewakan Mbah Ganden. (Foto: jay)

BERNASNEWS.COM – Di Yogyakarta, ada begitu banyak perusahaan atau tempat persewaan alat berat di Yogyakarta yang bisa disewa siapa pun baik disewakan untuk perorangan, perusahaan, atau pemerintah. Jika pada umumnya perusahaan rela menyewakan alat berat ke penambang, maka tidak dengan yang satu ini. Stefanus Yulianto atau akrab disapa Mbah Ganden punya pertimbangannya sendiri saat membuka jasa persewaan alat berat.

Tak seperti tempat persewaan lainnya di Yogyakarta yang menyewakan alat kepada pemberi proyek bernilai fantastis sepeti tambang misalnya, Mbah Ganden menolak persewaan alat berat khusus digunakan untuk tambang.

“Kalau tambang saya kurang minat. Kalau menyewakan yo nggo proyek-proyek pemerintah sama swasta atau person-person itu pingin bikin sawah diperlebar, pondasi rumah, gorong-gorong. Cuma itu aja. Kalau untuk tambang, kalau saya kurang (minat),” pungkasnya saat disambangi di rumahnya Daerah Pakem pada Selasa (25/2/2020).

Pria yang sudah tiga tahun belakangan ini membuka jasa persewaan alat berat bagi pihak perorangan, swasta, dan juga proyek pemerintah. Proyek-proyek tersebut sebetulnya jika ditelisik dari segi harga peminjam kurang begitu besar, tak seperti jika disewakan pada proyek tambang. Namun tergerak dari nurani, Mbah Ganden pun menolak.

“Karena saya pinginnya usaha itu adem ayem jadi nggak banyak bersinggungan dengan banyak orang. Saya kerja itu sebagai buruh macul. Mereka minta tolong bantuan saya memacul sawah mereka ya saya paculkan,” pungkasnya.

Mulanya ia menyewakan alat untuk event yang sudah bergerak sekitar 25 tahun, usahanya pun merambah hingga persewaan alat berat untuk proyek. Hingga kini ia menyediakan alat seperti lima armada berat ukuran 78, caterpillar 305, hingga alat proyek lainnya khusus untuk disewa perorangan, swasta, dan juga pemerintah.

Usahanya kini terbilang lancar. Ada begitu banyak proyek dan rata-rata di area Yogyakarta dan Klaten sudah menggunakan jasa persewaan alatnya. Yang paling banyak menyewa kebanyakan adalah proyek pemerintah mulai dari pembangunan gorong-gorong, talud, dan lainnya.

“Itu proyek di DIY dan Klaten itu sering menggunakan kita,” pungkasnya.

Dari bisnisnya saat ini omzet yang ia dapatkan per bulan rata-rata jika dikelola secara full time, ia bisa memperoleh sebesar Rp 25 juta. Menurutnya dari menyewakan kepada perorangan, swasta, dan pemerintah sudah lebih dari cukup. Biasanya orang-orang menyewa alatnya dari mulut ke mulut, dari rekomendasi teman, dan juga ada yang langsung menghubungi ke kontak prbadinya.

“(Untuk pemesanan) ada dari mulut ke mulut, teman, kemudian menghubungi nomor telepon saya (Stefanus Yulianto: 08164262124),” pungkasnya. (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here