Home News Masyarakat Merawat Sungai agar Tetap Lestari

Masyarakat Merawat Sungai agar Tetap Lestari

258
0
Kabid Pengendalian Lingkungan DLH Sleman Purwoko Sasmoyo ST MT (berdiri bertopi kedua dari kiri) memberikan edukasi lingkungan kepada warga perihal pelarangan membakar sampah daun, di pinggir Sungai Dolo, Pucanganom, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Minggu (13/9/2020) pagi. (Foto: AG Irawan)

BERNASNEWS.COM – Masyarakat yang daerahnya dilewati aliran sungai kian sadar untuk merawat sungai agar tetap lestari. Keberadaan mata air di beberapa titik sungai juga terus mendapat perhatian khusus guna dilindungi dan dijaga keberadaannya karena berfungsi menjaga kelangsungan kehidupan ekosistem sungai setempat.

Hal inilah yang dilakukan warga Pedukuhan Pucanganom, Desa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupatren Sleman, untuk terus memelihara dan merawat keberadaan aliran Sungai Dolo yang melintas di batas timur pedukuhan yang juga berbatasan dengan Pedukuhan Sempu.

“Warga masyarakat di Pucanganom menyadari keberadaan aliran Sungai Dolo ini sangat penting. Terlebih dengan adanya mata air yang masih aktif,” ungkap Hariyanto, Kadus Pucanganom, di sela kerjabakti bersih sungai bersama warga, Minggu (13/9/2020) pagi.

Kerjabakti bersih sungai dilakukan warga pinggir sungai Klanduhan, Candikarang, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Minggu (6/9/2020) pagi. (Foto: AG Irawan)

Hariyanto menambahkan, ke depan area di sepanjang bantaran Sungai Dolo yang berada di pedukuhannya akan dijadikan salah satu lokasi wisata minat khusus. Terlebih keberadaan sendang Trilokanandi yang ada di pinggir sungai akan menjadi keunikan tersendiri.

Pada pekan lalu, yakni Minggu (6/9/2020), kegiatan kerjabakti sungai juga dilakukan Komunitas Kali Klanduhan, Pedukuhan Candikarang, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman. Sejumlah warga bersama perangkat desa dan kecamatan serta anggota Polsek juga Koramil Ngaglik turun ke sungai membersihkan sampah di sungai sepanjang lebih kurang 800 meter.

Kerjabakti bersih sungai juga dilakukan warga masyarakat bersama Komunitas Kali Ngasem, Pedukuhan Sembego, Maguwoharjo, Depok Sleman, Minggu (30/8/2020). Pada waktu yang bersamaan gotong-royong bersih sungai dilakukan pula oleh Komunitas Kali Klanduhan, Minomartani bersama warga perumahan setempat.

Fokus yang dilakukan dalam setiap kerjabakti sungai membersihkan sampah anorganik, seperti plastik, pakaian bekas, kaleng bekas, ban juga pecahan perabot dari kaca. Sampah-sampah tersebut masih sering dijumpai dan berserak di pinggir hingga di tengah sungai. Sehingga secara estetika menggaggu dan menimbulkan pencemaran air sungai. Sampah yang sudah diambil, dimasukkan dalam karung bagor, lalu dikumpulkan di satu tempat. Kemudian akan diangkut truk pengangkut sampah dari DLH Sleman, yang selanjutnya dibuang di TPST Piyungan.

Sejumlah pemuda sekitar aliran Sungai Ngasem, Sembego, Maguwoharjo, Depok, Sleman, melakukan kerjabakti bersih sampah plastik di sungai setempat, Minggu (30/8/2020) pagi. (Foto: AG Irawan)

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman bersama Forum Komunitas Sungai Sleman (FKSS) terus bersinergi memberikan edukasi lingkungan kepada masyarakat, khususnya terkait kebersihan sungai. Masyarakat pinggir sungailah yang paling strategis dalam menjaga sungai yang melintas di dekat tempat tinggalnya. Karena warga setempat yang tahu situasi aliran sungai setiap saat.

Kepala Bidang Pengendalian Lingkungan Hidup (DLH) Sleman Purwoko Sasmoyo ST MT terus memantau dan hadir langsung dalam setiap kerjabakti sungai yang dilakukan masyarakat. Seperti saat kerjabakti di pinggir sungai Dolo, sungai Ngasem dan sungai Klanduhan Candikarang.

Warga lakukan kerjabakti di sungai Klanduhan Minomartani. Minggu (6/9/2020) pagi. Foto: Joko Martono

“Kami sangat mendukung gerakan masyarakat yang terus peduli dengan terus menjaga kelestarian lingkungan khususnya sungai. Sampah-sampah anorganik menjadi fokus kami untuk dibersihkan dari sungai,” kata dia.

Purwoko juga tak henti memberikan edukasi masyarakat perihal kebiasaan beberapa warga yang masih membakar sampah dedaunan yang ada di pinggir sungai. “Sampah daun jangan dibakar. Cukup disingkirkan dan dirapikan saja. Karena sampah-sampah daun akan menjadi humus dan pupuk yang menyuburkan tanah di kanan kiri sungai,” tegasnya. Dengan membakar sampah daun, menurut Purwoko, akan menimbulkan pencemaran lingkungan. Juga asap yang ditimbulkan dari pembakaran sampah dedaunan yang tidak sempurna sehingga menimbulkan sesak napas.

Di tengah pandemi Covid-19 yang masih terus berlangsung, jumlah warga yang terlibat kerjabakti sungai sangatlah dibatasi. Hal ini mengacu pada protokol kesehatan yang berlaku, mulai dari pembatasan jumlah, wajib memakai masker, jaga jarak dan selalu cuci tangan dengan sabun. Jika di lapangan harus membawa hand sanitizer.

Salah satu pegiat Komunitas Kali Klanduhan, Minomartan, Istiadji dalam pesan singkatnya lewat grup WhatsApp (WA) menyampaikan, pihaknya tetap melakukan bersih sungai dengan jumlah warga terbatas dan sengaja tidak mengajak warga dari luar wilayah.

Meski dalam situasi dan kondisi yang tak mendukung karena pendemi, warga masyarakat tetap antusias dalam merawat dan menjaga ekosistem. Tidak hanya membersih sampah sungai, warga juga terus melakukan penanaman dan terus merawat pohon-pohon yang berfungsi menjaga keberadaan mata air di pinggir sungai. Harapannya agar aliran sungai agar terus lestari. (AG Irawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here