Home News Masyarakat Diminta Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19

Masyarakat Diminta Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19

127
0
Ilustrasi corona virus. Foto: pixabay

BERNASNEWS.COM – Membaiknya perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia dimana kasus positif, kasus aktif dan kasus meninggal dunia turun drastis hingga angka terendah jangan membut kita lengah. Semua pihak harus tetap waspada dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya gelombang ketiga.

Bentuk antisipasi itu adalah tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan, memtuhi ketentuan PPKM dan proaktif mengikuti vaksinasi. Hanya dengan cara itu, penyebaran atau penularan Covid-19 gelombang ketiga bisa dicegah.

“Semua pihak harus bersama-sama mengantisipasi gelombang ketiga Covid-19 dengan mempertahankan tren penurunan kasus positif. Penguatan 3T (testing, tracing, dan treatment), disiplin memakai masker, vaksinasi dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi sebagai kunci dalam menjaga momentum saat ini,” kata Johnny G Plate, Menteri Komunikasi dan Informatika, Selasa (21/9/2021).

Menurut Johnny G Plate, bangsa Indonesia patut bersyukur karena kasus Covid-19 menurun drastis, sementara beberapa negara tetangga, seperti Filipina, Malaysia dan Singapura, justru kasusnya meningkat.

Dikatakan, dari hsil penelitian berjudul Multiwave Pandemic Dynamics Explained: How to Tame The Next Wave of Infectious Diseases dalam jurnal Scientific Reports, gelombang baru Covid-19 tak bisat dihindari. Karena itu, yang bisa dilakukan adalah memperlambat terjadinya gelombang baru dengan mengendalikan jumlah kasus ketika berada di level rendah. Hal ini harus diiringi dengan peningkatan intervensi farmasi seperti vaksinasi.

Johnny G Plate yang dikutip Bernasnews.com dari laman covid19.go.id yang diunggah Selasa, 21 September 2021, mengatakan, sampai hari Senin (20/9/2021), jumlah kasus aktif Covid-19 atau mereka yang masih membutuhkan perawatan di Indonesia sebanyak 55.936 orang dengan penambahan kasus harian sebesar 1.932orang . Hal ini yang harus dipertahankan serendah mungkin dalam waktu yang lama gun meminimalisir dampak buruk gelombang baru.

Menurut Johnny, pemerintah sudah belajar dari pengalaman menghadapi gelombang Covid-19 pada Juni-Agustus 2021. Pemerintah sudah lebih siap mengantisipasi potensi gelombang baru dengan terus mengoptimalkan sinergi antar lembaga dalam mengimplementasikan berbagai kebijakan dengan tepat.

Kebijakan tersebut meliputi pembatasan pintu masuk kedatangan internasional via udara (Tangerang dan Manado), melalui darat (Aruk, Entikong, Nunukan, Motaain) dan lewat laut (Batam dan Tanjung Pinang. Selain itu, kebijakan ini juga diikuti dengan peningkatan pengawasan oleh TNI dan Polri di pintu masuk internasional yang tidak resmi, baik di darat maupun laut.

Selain itu, menurut Johnny G Plate, diterapkan syarat vaksinasi, PCR tiga kali dan karantina terpusat selama 8 hari untuk setiap perjalanan internasional. Kemudian, pemerintah menjaga momentum dengan menerapkan PPKM berlevel, mengakselerasi vaksinasi dan penguatan 3T dan 3M serta terus mendorong pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi demi mempercepat identifikasi potensi penyebaran kasus baru. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here