Home News Masyarakat Diajak Mengelola Sampah Rumah Tangga dengan Komposter

Masyarakat Diajak Mengelola Sampah Rumah Tangga dengan Komposter

807
0
Staf DLH Sleman Dudy Kurnia, ST (kanan) dan Dani Nur Fadliani Latuconsina, ST (tengah) menyerahkan tiga unit komposter kepada salah satu perwakilan Komunitas Peduli Lingkungan Sunu Prastowo (kiri), di Kantor UPT DLH Sleman, Senin (8/6/2020) siang. Foto: AG.Irawan

BERNASNEWS.COM –Masyarakat memiliki peran penting dalam pengelolaan sampah, khususnya dari buangan rumah tangga. Karena itu, pengelolaan sampah secara mandiri perlu harus terus dilakukan. Edukasi sekaligus praktik pengelolaan dan pengolahan sampah dari rumah tangga akan mewujudkan masyarakat yang peduli dengan lingkungan tempat tinggalnya.

Dan tahun 2020 ini DLH Sleman membagikan sejumlah unit komposter kepada publik agar sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) di Piyungan, Bantul benar-benar sampah yang sudah tidak bisa dimanfaakan.

“Komposter yang kami berikan ini sebagai sarana edukasi praktis kepada masyarakat dan diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik, sehingga sampah rumah tangga tidak terbuang dan dapat dijadikan kompos untuk memupuk tanaman,” kata Purwoko Sasmoyo ST MM, Kepala Bidang Pengendalian Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman di ruang kerjanya, Senin (8/6/2020) siang.

Pegiat sungai Kuning Yudi Sunyoto mempraktikkan penggunaan komposter di sekitar rumahnya, Perum Puridomas, Sempu, Wedomartani, Selasa (9/6/2020) sore. Foto: AG Irawan

Dikatakan, komposter yang diserahkan tersebut diharapkan mampu menjadi sarana edukasi dan dikembangkan sendiri di tengah masyarakat, baik dari sisi jumlah, ukuran maupun kualitas bahannya. “Bagi masyarakat yang membutuhkan contoh unit komposter, silakan mengajukan surat permohonan kepada DLH Sleman. Selama persediaan masih ada akan kami berikan pada tahun 2020 ini,” kata dia.

Sejumlah komunitas peduli lingkungan di Sleman telah mengajukan permohonan dan mendapatkan unit komposter dari DLH Sleman, bahkan sudah memanfaatkannya. Salah satunya dari Komunitas Peduli Kali Pelang Joho, CondongCatur. Menurut pegiat lingkungan Joho, Sugito, komposter tersebut telah dimanfaatkan untuk mengolah limbah rumah tangga selanjutnya dihasilkan pupuk kompos guna keperluan berkebun warga.

Hal senada disampaikan pegiat lingkungan Kabupaten Sleman lainnya, Eko Ari Wibowo. Pegiat lingkungan dari Dusun Kanthongan B Merdikorejo itu mengatakan, dengan komposter tersebut masyarakat kian teredukasi dalam pengelolaan sampah organik. “Komposter ini juga mengajak masyarkat untuk seminimal mungkin membuang sampah organik dari rumah tangga,” ungkap pegiat lingkungan dari Komunitas Kali Kuning Sleman Yudi Sunyoto.

Dalam pengoperasian komposter tersebut, DLH Sleman juga telah membekali di tiap unit dengan panduan tertulis dilengkapi bahan starter pengomposan serta alat pendukung, seperti skop kecil untuk mengambil kompos hasil olahan. “Memang proses pengomposannya agak lama,” kata Eko.

Proses yang agak lama tersebut dialami juga oleh Yudi. Ia menyampaikan dalam pengoperasian komposter limbah organik sisa sayur & kulit buah hingga jadi pupuk kompos butuh kesabaran.

Sementara Sugito menyampaikan secara teknis alat yang ada perlu penyempurnaan, misalnya pada jaring-jaring penahan sampah di dalam tong komposter perlu diperkecil jaraknya, karena yg ada terlalu lebar jaraknya. Sehingga limbah rumah tangga yang memiliki ukuran kecil tidak terolah maksimal. “Ke depan dalam pengembangan alat, mungkin bisa ditambah penampung air limbah secara khusus,” ujar Sugito.

Adanya bantuan komposter dari DLH Sleman tersebut harapannya terus mampu memberikan edukasi sekaligus contoh konkrit bahwa limbah rumah tangga yang setiap hari dihasilkan masyarakat mampu diolah sendiri dan dimanfaatkan guna mendukung pelestarian lingkungan. (AG Irawan, penulis lepas tinggal di Jogja)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here