Home News Masuk Wisata Tebing Breksi Harus Cek Barkod Aplikasi Peduli Lindungi

Masuk Wisata Tebing Breksi Harus Cek Barkod Aplikasi Peduli Lindungi

78
0
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo melakukan cek barkod aplikasi Peduli Lindungi saat uji coba wisata, Kamis (16/9/2021), di Obwis Tebing Breksi, Prambanan, Sleman, DIY. (Foto: Kiriman Humas Sleman)

BERNASNEWS.COM — Dalam rangka pembukaan wisata secara bertahap di wilayah Kabupaten Sleman, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo melakukan uji coba wisata, Kamis (16/9/2021), di destinasi wisata Tebing Breksi, Desa Sambirejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY.

Dalam giat tersebut Bupati Sleman Kustini melakukan prokes dan berdasar ketentuan yang berlaku sebelum masuk obyek wisata diantaranya cek suhu badan dan cek barkod dengan aplikasi Peduli Lindungi, semua pengunjung pun melakukan hal yang sama yang dilakukan bupati apabila telah memenuhi ketentuan baru bisa masuk.

“Pemerintah Kabupaten Sleman telah mengajukan permohonan kepada Pemerintah Pusat terkait pembukaan kawasan wisata di wilayah Sleman,” ungkap Kustini Sri Purnomo saat jumpa pers di kawasan Tebing Breksi.

Dikatakan, bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman telah mengajukan permohonan sebanyak 21 tempat wisata yang ada di Sleman untuk beroperasi. Namun rekomendasi pembukaan wisata diberikan secara bertahap yang dimulai dari kawasan wisata Tebing Breksi.

“Dari 21 wisata yang diajukan untuk beroperasi, baru Breksi yang mendapat rekomendasi. Sementara yang lainnya akan secara bertahap menyesuaikan kebijakan Pemerintah Pusat,” ujar orang nomor satu di Pemkab Sleman itu.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnoo dan Kepala Dinas Pariwisata DIt Singgih Raharjo (kanan) saat memberikan penelasan kepada awak media, Kamis (16/9/2021), di Obyek Wisata Tebing Breksi, Sleman, DIY. (Foto: Kiriman Humas Sleman)

Lebih lanjut, Kustini menuturkan saat ini dari 900 pelaku dan pengelola wisata di Kabupaten Sleman telah melakukan vaksin sebanyak 97.3 persen. “Persentase vaksinasi bagi pelaku atau pengelola wisata merupakan salah satu syarat untuk beroperasinya tempat wisata,” tegas Kustini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo yang turut hadir dalam kegiatan uji coba tersebut mengatakan, terdapat 3 kriteria atau syarat yang perlu dipenuhi sebelum mendapatkan rekomendasi uji coba. Ketiga kriteria tersebut yaitu memiliki sertifikat Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability (CHSE), melakukan vaksinasi bagi pelaku dan pengelola wisata, serta mendapatkan QR Code Peduli Lindungi.

“Ketiga kriteria tersebut telah dipenuhi oleh wisata Tebing Breksi sehingga didorong untuk melakukan uji coba,” terang Singgih Raharjo.

Singgih juga menyebut, bahwa masih perlu adanya pengawasan yang ketat terkait dibukanya kawasan wisata. Oleh karena itu pihaknya menghimbau bagi masyarakat untuk melakukan reservasi yang dapat dilakukan secara online melalui aplikasi Visiting Jogja, untuk memastikan dapat masuk tempat wisata mengingat kapasitas tempat wisata masih dibatasi 25 persen. (nun/ ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here