Home News Masker Berlogo untuk Tuna Rungu Viral di Medsos, Belum Diketahui Siapa Penggagasnya

Masker Berlogo untuk Tuna Rungu Viral di Medsos, Belum Diketahui Siapa Penggagasnya

235
0
Foto masker berlogo atau berambu dengan ilustrasi daun telinga dan alat bantu dengar yang menjadi viral di medsos. (Foto: Repro)

BERNASNEWS.COM — Beredar secara viral di media sosial, baik grup whatsapp (WA) mupun face book (FB) foto sehelai masker berlogo atau lebih tepatnya semacam gambar rambu berupa ilustrasi daun telinga dengan sebuah alat bantu dengar. Foto masker bergambar rambu itu disertai dengan narasi sebagai berikut;

Mohon menyebar luaskan logo di masker ini. Logo ini menandakan pemakainya tuna rungu, atau mempergunakan alat dengar. Karena pandemi Covid-19 prokes mempergunakan masker, maka kaum tuna rungu ini tidak dapat membaca gerak bibir kita, sehingga jangan sampai ada salah komunikasi.

Tidak ada gunanya masker dengan logo ini diproduksi, kalau masih banyak yang tidak mengerti. Saudara2 kita kaum Tuna rungu akan terbantukan dengan sosialisasi ini. Terima kasih atas pengertian dan kerjasamanya. Tetap bersih sehat dan bahagia, Aamiin.

Ir. Bambang Prasetyadi salah satu orang yang ikut meviralkan foto masker itu dan mengirimkan ke redaksi, saat dikonfirmasi oleh Bernasnews.com, Rabu (10/2/2021), menjelaskan, bahwa dirinya juga mendapatkan kiriman melalui WA Grup Keluarga dari kakak sepupu yang bernama Prof.dr Sunartini Hapsara, Sp A(K)PHd yang bekerja di RSUP Dr. Sardjito dan Rumah Sakit UGM, Yogyakarta.

“Saya juga mencoba konfirmasi kepada dr. Desiana Nurhayati, Sp.A, adik saya yang bekerja di Rumah Sakit Bunda Jakarta, bahwa dia juga dapat kiriman serupa konon dari Kemenkes Jakarta. Tapi bukti berita saya belum minta,” ungkap Bambang Prasetyadi, warga Kampung Langenarjan, Kemantren Kraton, Yogyakarta.

Redaksi Bernasnews.com juga berusaha melacak berselancar di dunia maya namun beberapa media mainstream yang memuat berita perihal masker yang viral tersebut, juga tidak menemukan sumber yang jelas siapa penggagas atau pemilik ide produk masker berambu untuk warga Tuna Rungu itu. Sebuah ide yang sederhana namun cerdas dan sangat membantu bagi kaum difabel dalam pelaksanaan protokol kesehatan Coid-19.

Menanggapi hal ini, seperti dikutip dari laman liputan6.com, Intan Adelia (26) asal Jakarta, memberi tanggapan bahwa sebagai orang Tuli, ia menganggap logo tersebut cocok untuk mereka yang hard of hearing. Menurut Intan, hard of hearing adalah kondisi orang yang pendengarannya berkurang tetapi dapat menggunakan alat bantu dengar (ABD). Sedang, tuli adalah kondisi di mana seseorang tidak bisa mendengar walau menggunakan ABD. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here