Home News Masjid Cheng Ho Bentuk Akulturasi Arsitektur Tiongkok dan Jawa

Masjid Cheng Ho Bentuk Akulturasi Arsitektur Tiongkok dan Jawa

991
0
Sejumlah siswa/siswi MTsN 6 Kulon Progo foto bersama di depan Masjid Cheng Hoo Purwokerto, Jawa Tengah, dalam rangkaian kegiatan study tour, Selasa (7/1/2020). Foto : Sutanto

BERNASNEWS.COM – Masjid Cheng Hoo di Desa Selaganggeng, Kecamatan Mrebet, Purwokerto merupakan bentuk akulturasi arsitektur Tiongkok dan Jawa. Sekilas bentuk masjid ini mirip kelenteng. Tidak ada kubah bulat pada bagian atap masjid layaknya tempat ibadah umat muslim kebanyakan. 

Kubah masjid ini berbentuk pagoda bersegi delapan yang bertingkat-tingkat. Masing-masing sisi dan tingkat menonjol keluar seperti ekor naga. Warna merah dan kuning mendominasi keseluruhan masjid Cheng Hoo, mirip dengan warna kelenteng yang ada di berbagai daerah di Indonesia. Selain warnanya yang menonjolkan ciri arsitektur Tiongkok, masjid Cheng Hoo juga dihiasi oleh beberapa lampion khas Tiongkok yang juga berwarna merah dan kuning.           

Para siswa/siswi bersama guru pembimbing melakukan study tour ke Masjid Cheng Hoo Purwokerto, Jawa Tengah, Selasa (7/1/2020). Foto : Sutanto

Pilar masjid yang ada di luar juga berwarna merah, jendelanya berbentuk segi delapan dengan tepian berwarna merah dan kuning. Di pintu masuk utama terdapat tulisan kanji berwarna kuning keemasan di atas papan berwarna hitam. Langit-langit ruang utama Masjid dihiasi oleh sebuah lampu gantung susun di tengahnya. Pada setiap bidang segi delapan langit-langit terdapat tulisan Arab berbunyi “Allah”. Tulisan-tulisan itu dibuat dengan tarikan garis-garis lurus sehingga nyaris tak menyerupai huruf Arab.

Masjid Cheng Hoo ini merupakan salah satu dari tiga obyek yang dikunjungi siswa/siswi maupun guru MTs Negeri 6 Kulon Progo, DIY, dalam study tour ke Purwokerto, Selasa (7/1/2020), dalam rangka untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan.

Para siswa/siswi MTsN 6 Kulon Progo, Selasa (7/1/2020). Foto : Sutanto

Selain Masjid Cheng Hoo, MTsN 6 Kulon Progo yang akrab disebut Madenaku (Madrasah Tsanawiyah Negeri Enam Kulon Progo) itu juga mengunjungi destinasi Baturraden dan Pancuran Mas.

Ketua Panitia Miftakhul Munir S.Ag, mengatakan, kegiatan diikuti siswa kelas 8 dengan 17 pendamping dari guru/pegawai menggunakan 3 bis. “Meski pagi hari saat berangkat hujan, namun alhamdulillah saat tiba di lokasi dilindungi Allah SWT tak lagi hujan, sehingga 3 tempat tersebut semuanya bisa dikunjungi dengan nyaman,” kata Miftakhul Munir.

Sejumlah guru pembimbing study tour MTsN 6 Kulon Progo di depan tugu Purbasari Pancuran Mas, Selasa (7/1/2020). Foto : Sutanto

Dalam study tour itu, yang pertama dikunjungi adalah wisata alam Baturraden yang berlokasi di selatan Gunung Slamet, 15 km sebelah utara Kota Purwokerto. Terdapat kolam renang, sepeda air, air mancur, seluncur air, air terjun dan pemandian air panas. Ada pula flying fox, aneka mainan nanak. Aneka kudapan tradisional seperti mendoan juga siap di area ini.

Kemudian, tempat berikutnya yang dikunjungi adalah Purbasari Pancuran Mas. Destinasi ini berupa taman wisata pendidikan seluas 6 hektar yang menjadi ikon wisata Purbalingga. Letaknya yang berada di kaki Gunung Slamet membuat udaranya sejuk dan betah berlama-lama di sini. 

Sebelumnya Purbasari Pancuran Mas dikenal sebagai aquarium raksasa Purbayasa karena pada awalnya tempat ini menyimpan koleksi hidup Arapaima gigas, ikan air tawar raksasa dari Amazon. Hingga kini koleksi tersebut masih dipertahankan sebagai bagian dari daya tarik tempat ini.

Mengusung konsep taman wisata pendidikan, Purbasari Pancuran Mas menggabungkan konsep wisata alam buatan dengan berbagai wahana modern. Di atas lahan seluas 6 hektar tempat ini seperti taman wisata all in one.

Siswa/siswi beserta guru pembimbing foto bersama di Pancuran Mas Purbalingga sebagai rangkaian study tour ke tiga destinasi wisata, Selasa (7/1/2020). Foto : Sutanto

Pancuran Mas dikelilingi persawahan, diselimuti hawa sejuk sebab letaknya yang berada di kaki gunung. Sepasang tugu gapura cantik menyambut setiap pengunjung. Melewati gapura di dalamnya terdapat halaman luas yang berfungsi sebagai tempat parkir mobil, motor dan bus pariwisata. Purbasari Pancuran Mas menawarkan pengalaman wisata yang mengesankan

Salah satu peserta yang ikut acara, Azka Farozi (8C) sangat senang bisa ikut rangkaian study tour. “Saya sangat terkesan dengan acara ini, terutama Purbasari Pancuran Mas, tempatnya nyaman, elegan. Kita juga dapat melihat aneka satwa langka,” imbuhnya.

Sementara Kepala Madrasah Imam Syamroni SPd merasa bersyukur bahwa seluruh peserta berangkat sampai pulang kembali dalam keadaan sehat dan tak ada yang sakit sama sekali. “Sengaja kita cari destinasi yang tidak terlalu jauh namun menarik, alhamdulillah semuanya lancar,” pungkasnya. (Drs Sutanto, Waka Urusan Kesiswaan MTsN 6 Kulon Progo).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here