Monday, August 8, 2022
spot_imgspot_imgspot_img
spot_img
HomeOpiniMasihkah Koperasi sebagai Soko Guru Perekonomian Indonesia?

Masihkah Koperasi sebagai Soko Guru Perekonomian Indonesia?

BERNASNEWS.COM – Membaca judul di atas, pastilah akan menimbulkan suatu pertanyaan bagi kita apakah hal itu memang benar yang terjadi bagi koperasi di negara kita?    

Karena koperasi sebagai soko guru perekonomian Indonesia tersebut tidak terlepas pula dari adanya sejarah terbentuknya kehidupan koperasi di negara kita. Sejarah perkembangan koperasi di negeri ini pada dasarnya waktu itu berkembang dengan cukup pesat, apalagi setelah diselenggarakan konggres koperasi yang kedua di kota Bandung pada tanggal 15-17 Juli 1953, dimana pada konggres tersebut juga menetapkan Mochammad Hatta (Bung Hatta) sebagai “Bapak Koperasi” Indonesia, karena beliau sangat berjasa terhadap perkembangan perekonomian Indonesia. 

Ditambah lagi kedudukan koperasi di Indonesia juga semakin kuat, dengan memperoleh badan hukum, yakni dengan adanya Undang-Undang Nomor 12 tahun 1967, yang menyebutkan bahwa koperasi sebagai organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial, beranggotakan orang-orang atau badan hukum dengan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.

Karena sebagai gerakan ekonomi rakyat, maka secara tegas menyebutkan bahwa dalam perekonomian nasional koperasi merupakan salah satu pondasi utama atau soko guru, di samping Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Swasta (BUMS).

Namun sekarang nampak bahwa banyak sekali kendala yang dihadapi oleh para pengelola koperasi itu dan bahkan banyak juga ditemukan beberapa koperasi yang bubar/tutup, meskipun di sisi lain informasi yang berasal dari Kementrian Koperasi dan UMKM menyebutkan adanya perkembangan peran koperasi dewasa ini. Namun dengan adanya fakta di sisi lainnya terkait dengan perkembangan koperasi itu sendiri selama ini akan menjadi wajar kalau kemudian timbul  pertanyaan : “Apakah koperasi masih bisa menjadi soko guru perekonomian Indonesia?”

Memahami Pengertian dan Ciri Koperasi

Sesuai dengan pengertiannya, maka perlu diketahui bahwa koperasi adalah bagian dari badan usaha (organisasi ekonomi) yang dimiliki dan dioperasikan oleh anggotanya untuk memenuhi kepentingan bersama di bidang ekonomi. Koperasi juga dapat dikatakan sebagai badan hukum yang berdasar atas asas kekeluargaan yang semua anggotanya terdiri dari perorangan atau badan hukum dengan tujuan menyejahterakan anggotanya.

Badan usaha ini mengumpulkan dana dari para anggotanya sebagai modal dalam menjalankan usaha sesuai aspirasi dan kebutuhan bersama di bidang ekonomi. Moch. Hatta sebagai bapak koperasi Indonesia mengatakan bahwa pengertian koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarkan tolong menolong.

Menurut undang-Undang Nomor 25 tahun 1992, pengertian koperasi adalah merupakan badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi, dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.

Adapun ciri koperasi meliputi: (1) Keanggotaannya bersifat sukarela, yang artinya tidak boleh dipaksa dan sukarela. Tiap anggota juga boleh mengundurkan diri kapan pun sesuai dengan syarat dan ketentuan yang telah disepakati. (2) Kekuasaan tertinggi ada pada rapat anggota; rapat anggota merupakan kekuasaaan tertinggi yang ada dalam struktur koperasi, dimana rapat anggota biasanya dilaksanakan setahun sekali, dan menjadi kekuasaan tertinggi dalam koperasi. (3) Berasaskan kekeluargaan, hal ini tertuang dalam UU No. 25/1992 pasal 2 dimana koperasi berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 serta berdasarkan atas asas kekeluaegaan. (4) Bersifat non kapitalis; artinya pembagian atas Sisa Hasil Usaha (SHU) tidak berdasar atas besarnya modal yang ditanamkan oleh anggota, tetapi berdasarkan jasa yang diberikan anggota ke koperasi. (5) Berdasar prinsip swadaya, swakerta, dan swasembada; maksudnya bahwa koperasi berdasarkan pada prinsip usaha sendiri (swadaya), prinsip buatan sendiri (swakerta), dan prinsip kemampuan sendiri swasembada).

Kembali ke Tujuan Koperasi

Agar koperasi benar-benar bisa menjadi soko guru perekonomian Indonesia, maka sudah semestinya kembali ke tujuan didirikannya koperasi itu sendiri, yang meliputi : (!) Untuk menyejahterakan anggota koperasi dan masyarakat sekitar. (2) Untuk membantu kehidupan para anggota koperasi dalam hal ekonomi. (3) Untuk membantu pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur, dan (4) Untuk membangun tatanan perekonomian nasional.

Dengan hal ini maka niscaya koperasi akan mempunyai fungsi yang sangat besar dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara luas, terutama di bidang perekonomian. Karena sesuai dengan fungsi koperasi itu sendiri ditegaskan diantaranya adalah sebagai berikut : (1) Mengembangkan perekonomian nasional yang lebih baik melalui usaha bersama berdasar asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi; (2) Membangun dan meningkatkan potensi ekonomi para anggotanya dan juga masyarakat secara umum, sehingga kesejahteraan sosial dapat terwujud; (3) Meningkatkan kualitas hidup anggotanya dan masyarakat; (4) Memperkuat perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan ekonomi nasional, dimana koperasi menjadi pondasinya, dan (5) Mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang lebih baik melalui usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

Bila apa yang diuraikan di atas secara nyata dapat diwujudkan oleh para pengelola koperasi di negeri ini, dapat dipastikan selanjutnya koperasi benar-benar bisa menjadi soko guru perekonomian nasional kita. Selamat merayakan Hari Koperasi Nasional. Semoga. (Drs Muh Roni Indarto MSi, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN Yogyakarta)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments