Home Opini Masih Adakah Gaung Sumpah Pemuda Itu?

Masih Adakah Gaung Sumpah Pemuda Itu?

403
0
Drs Djati Julitriarsa MM, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN Yogyakarta

BERNASNEWS.COM – Hari ini, Rabu 28 Oktober 2020, merupakan hari yang sangat istimewa bagi bangsa Indonesia. Sebab, pada tanggal ini pada tahun 1928, bangsa Indonesia yang diwakili para pemuda kala itu, mengikrarkan tekadnya dengan tegas menyatakan adanya Satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa, yakni Indonesia.

Pernyataan ini merupakan suatu bukti nyata, betapa solidnya rasa persatuan dan kesatuan di kalangan generasi muda zaman itu, yang akan semakin memperkokoh bangsa ini dalam kehidupannya. Betapa hebatnya jiwa pemuda kala itu, karena mereka menyadari sepenuhnya bahwa bangsa ini akan dapat merdeka secara nyata, apabila didukung dengan adanya kesatuan dan persatuan bangsa yang kuat, agar dunia luar pun atau bangsa-bangsa lain juga dapat mengakui secara nyata berdirinya negara ini, karena adanya dukungan riil dari para pemudanya.

Dengan memperhatikan hal di atas, kiranya sekarang beranikah kita introspeksi atau mawas diri untuk mempertanyakan hal tersebut pada diri sendiri, khususnya para kaum muda sebagai generasi penerus bangsa. Masih adakah gaung Sumpah Pemuda itu?

Suatu pertanyaan yang perlu mendapatkan jawaban pasti di setiap dada kawula muda, yang sekarang ini menyatakan diri sebagai kelompok muda milenial. Bagimana dengan adanya berbagai fenomena di lapangan selama ini, ketika kita semua telah merdeka selama kurang lebih 75 tahun?

Tidak menutup mata, kita seringkali menjumpai adanya berbagai tindakan yang dilakukan olek sekelompok kawula muda yang cenderung anarkis, yang justru meresahkan kehidupan masyarakat sekitar. Ambil contoh saja apa yang terjadi beberapa waktu lalu ketika ada demonstrasi untuk menentang Undang-Undang Cipta Kerja. Demo itu sebagian besar diikuti oleh kemlompok orang muda di berbagai kota di Indonesia, termasuk kota Yogyakarta, yang justru menimbulkan kerugian harta benda dan bahkan adanya perusakan fasilitas umum?

Satu kasus nyata yang sebenarnya tidak perlu terjadi, dan apalagi hal tersebut dilakukan oleh para pendemo yang sebagian besar dilakukan oleh orang muda, yang juga melibatkan pula kelompok pelajar yang semestinya tidak harus ikut-ikutan semacam itu, justru akan memalukan keluarganya dan juga institusi sekolahnya akan tercoreng.

Mengapa hal semacam ini harus terjadi? Dengan munculnya kejadian semacam itu menunjukkan adanya pengeroposan rasa kesatuan dan persatuan di kalangan para pemuda. Karena hal ini memunculkan adanya kelompok lain yang bertujuan untuk menentang anarkisme semacam itu, yang tujuannya dilandasi supaya masyarakat sekitar akan merasa tenang dan damai dalam kehidupannya, yang diresahkan dengan tindakan anarkis tersebut.

Mengacu ke salah satu contoh di atas, maka marilah kita tanamkan kembali dan kita dengungkan lagi jiwa sumpah pemuda itu, di kalangan kawula muda khususnya sebagai penerus generasi bangsa yang akan melanjutkan cita-cita perjuangan bangsa ini di kemudian hari atau masa depan, agar jiwa kesatuan dan persatuan itu harus selalu dipupuk dalam dada setiap kawula muda, sehingga tidak salah kalau kemudian masing-masing pihak menyadari sepenuhnya apa yang menjadi kewajibannya masing-masing, yang harus diselesaikannya.

Misalkan kalau masih pelajar semestinya harus menyelesaikan terlebih dahulu apa yang menjadi kewajiban sebagai seorang pelajar, yang mahasiswa semestinya menyelesaikan tugas dan membentuk diri sebagai insan akademika yang dapat dipertanggung jawabkan dan bertanggung jawab.

Pemuda di kalangan karang taruna semestinya mengisi kehidupansehari-hari untuk menumbuhkembangkan para kawula muda di kalangannya agar mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Mungkin ada yang bergerak di bidang pertanian, perkoperasian, dan sebagainya, sehingga mereka lebih berkonsentrasi pada tugas, yang justru akan semakin memperkuat kehidupan masyarakat di sekitar mereka. Dan ini justru yang diharapkan dalam upaya mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia, yakni salah satu di antaranya terwujudnya masyarakat yang makmur dan sejahtera.

Oleh sebab itu sekali lagi marilah kita gaungkan kembali jiwa Sumpah Pemuda itu, agar kehidupan kita semakin berguna bagi kelanjutan kehidupan bangsa ini, dengan semakin memperkokoh jiwa kesatuan dan persatuan demi masa depan bangsa yang adil, makmur, material dan spiritual. Semoga bermakna. (Drs Djati Julitriarsa, MM, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPNYo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here