Marcellino Rahardian Prasetyo Meraih Prestasi dengan Ketulusan Hati

    93
    0
    Marcellino Rahardian Prasetyo, saat menunjukan piagam kejuaran yang pernah diraih. (Foto: Kiriman Gregorius Ivan Haryanto)

    BERNASNEWS.COM — Marcellino Rahardian Prasetyo adalah orang yang sederhana dengan sederet prestasi. Namanya mencuat ketika dia berhasil merebut juara ke 2 dalam sebuah event Debat Tingkat Nasional yang diselenggarakan, tanggal 25-27 Oktober 2019, oleh Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang, Jawa Tengah.

    Pria sederhana yang kerap dipanggil  Setyo ini baru berusia 20 tahun, tepatnya lahir pada tanggal 18 Febuari 2000 di Yogyakarta. Ia adalah orang yang haus akan prestasi sejak kecil hingga kini. Selain sederhana juga humble ketika  berteman. Prestasi demi prestasi ia raih dimulai sejak ia bersekolah di SD Kanisius Mejing dan SD Kanisius Gamping, Sleman dengan selalu mendapatkan ranking 1 di setiap kelas.

    Kemudian Setyo melanjutkan sekolah di SMP Pangudi Luhur Sedayu, Bantul. Dan ia tetap selalu meraih rangking 2 besar. Selanjutnya lulus dari SMP ia melanjutkan bersekolah di SMA Kolose Debrito Yogyakarta. Setyo tetap selalu meraih ranking 3 besar dalam masa studinya, walaupun terkadang naik turun tapi ia tidak mau prestasinya sampai turun derastis.

    Tak sampai situ saja, prestasi yang paling dibanggakan semasa mengenyam pendidikan adalah saat ia dan timnya dapat meraih juara 2 dalam 2 kategori, yaitu juara 2 Contact Drafting dan kategori Berkas Terbaik dalam event Diponegoro Law Fair XII Tahun 2019. “Saya hanya selalu ingin memberikan yang terbaik di setiap apa yang saya lakukan, melakukan dengan hati, semangat dan selalu berserah pada Tuhan,“ ungkap Setyo.

    Setyo menambahkan, bahwa ia juga pernah mendapatkan The Best Project Innovation School of Volunteers 2016 di masa SMA. Itu juga suatu hal yang membanggakan baginya. Ia juga mengungkapkan bahwa untuk mencapai prestasi tersebut terdapat kesulitan. “Kesulitan yang saya alami dalam mencapai prestasi ini adalah membagi waktu antara belajar dan bersosial,” ujarnya.

    Pria berkacamata ini menjelaskan bahwa dalam hidup tidak hanya mengejar sebuah prestasi namun juga berusaha aktif berorganisasi. Lanjut Setyo, dalam mengikuti organisasi tidak hanya mengikuti saja tetapi juga ikut berperan aktif dalam kepengurusannya.

    Organisasi yang pernah diikuti Setyo, diantaranya pernah menjadi wakil Devisi Kompetensi Forum Penulisan dan Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), External Partner Ship Indonesia Future Leader Yogyakarta, Staf Bantara Muda Yogyakarta dan Konseptor Komunitas Luap tahun 2016 – 2017.

    “Pengalaman yang paling berkesan dalam kehidupan berorganisasi adalah ketika menjabat sebagai Ketua OSIS semasa SMP. Karena menjadi Ketua OSIS merupakan pengalaman pertama dalam berorganisasi yang proper,” kata Setyo.

    Menurut Setyo, kehidupan berorganisasi sangat penting, dikarenakan dengan masuk dalam organisasi akan mendapat banyak manfaat dari berorganisasi, salah satu manfaat yang paling penting adalah mendapatkan relasi. “Dengan berelasi kita mendapatkan banyak keuntungan terutama dalam hal menambah pengalaman, pengetahuan dan mendapat rezeki. Oleh sebab itu jangan takut untuk mengukkir prestasi, dimulai dari yang kecil hingga besar,” pesannya. (Gregorius Ivan Haryanto, Mahasiswa Program Studi Public Relations ASMI Santa Maria Yogyakarta)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here