Tuesday, May 17, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsMaraknya Vandalisme di Sleman, Kundha Kabudayan Ajak Masyarakat Lindungi Cagar Budaya

Maraknya Vandalisme di Sleman, Kundha Kabudayan Ajak Masyarakat Lindungi Cagar Budaya

BERNASNEWS.COM — Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman mengharapkan masyarakat luas khususnya diwilayah Kabupaten Sleman untuk turut berperan aktif dalam perlindungan dan pelestarian cagar budaya. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman Edy Winarya, SSn, Msi, Rabu (19/1/2022), di kantornya.

Pihaknya menyampaikan hal tersebut mengingat diwilayah Kabupaten Sleman memiliki banyak potensi cagar budaya, yang seharusnya dilindungi dan dilestarikan sesuai dengan UU No.11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Dalam pasal 56 diamanatkan bahwa setiap orang dapat berperan serta melakukan Pelindungan Cagar Budaya, dan pada pasal 63 diamanatkan bahwa masyarakat dapat berperan serta melakukan Pengamanan Cagar Budaya.

Salah satu tiang jembatan kereta api kategori cagar budaya yang menjadi korban vandalisme. (Foto: Istimewa)

“Upaya perlindungan dan pelestarian cagar budaya bukan semata-mata tugas pemerintah, akan tetapi merupakan tugas bersama antara pemerintah, masyarakat, lembaga sosial budaya serta dunia pendidikan,” ungkap Edy Winarya.

Menurutnya, maraknya corat-coret atau vandalisme terhadap benda-benda cagar budaya merupakan sebuah keprihatinan bersama. Vandalisme pada benda-benda cagar budaya merupakan sebuah bentuk perusakan karena tidak menghargai nilai penting cagar budaya itu sendiri.

Dalam UU No.11 Tahun 2010 pasal 105 dinyatakan “Setiap orang yang dengan sengaja merusak Cagar Budaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan/ atau denda paling sedikit Rp.500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp.5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

Trowongan jembatan kereta api di Pangukan, Kabupaten Sleman. (Foto: Istimewa)

Oleh karen itu, lanjut Edy Winarya, Pemerintah Daerah melalui Dinas Kebudayaan (Kunda Kabudayan) mengharapkan masyarakat dan lembaga atau organisasi-organisasi sosial untuk secara bersama-sama melakukan upaya perlindungan dan pelestarian cagar budaya, karena cagar budaya memiliki nilai penting yang mengandung sejarah peradaban masa lampau yang adiluhung. Harapannya kedepan jangan ada lagi ada corat-coret atau vandalisme cagar budaya.

Selain itu dalam kesempatan yang sama, Edy juga mengharapkan kepada masyarakat luas apabila menemukan atau melihat adanya cagar budaya atau benda-benda yang diduga cagar budaya serta benda-benda warisan budaya yang ada di masyarakat untuk dapat berpartisipasi aktif melaporkan kepada Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan).

“Benda – benda yang diduga cagar budaya itu, untuk selanjutnya akan diinventarisasi dan ditindaklanjuti sesuai dengan urgensinya masing-masing,” pungkas Edy Winarya. (nun/ ted)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments