Home Seni Budaya Mantan Pimpinan Majelis Luhur Tamansiswa jadi Ketua Dewan Kebudayaan Kota

Mantan Pimpinan Majelis Luhur Tamansiswa jadi Ketua Dewan Kebudayaan Kota

206
0
Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti melantik Pengurus Dewan Kebudayaan Kota Yogyakarta periode 2021-2023 di Hotel Grand Inna Malioboro Yogyakarta, Selasa 19 Oktober 2021. Foto: [email protected]

BERNASNEWS.COM – Mantan Pimpinan Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa Ki Priyo Dwiarso dilantik menjadi Ketua Dewan Kebudayaan Kota Yogyakarta. Ki Priyo Dwiarso yang menjadi Pimpinan Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa periode 2006-2016 itu dilantik oleh Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti di Hotel Grand Inna Malioboro Yogyakarta, Selasa 19 Oktober 2021.

“Berbahagia 2 sahabat kami telah dilantik oleh Walikota Yogyakarta Drs Haryadi Suyuti di Hotel Grand Inna Malioboro Yogyakarta, Selasa 19 Oktober 2021. Semoga amanah dan ada sinergisitas dengan Forum Komunikasi Museum Kota Yogyakarta dalam memajukan permuseuman di Kota Yogyakarta,” tulis Ki Bambang Widodo SPd MPd, Ketua Umum Barahmus DIY, dikutip Bernasnews.com di akun instagram kibambangwidodo yang diunggah pada Rabu, 20 Oktober 2021.

Sementara RM Donny Surya Megananda SSi MBA, Kabid Kominfo & Kerjasama Barahmus DIY masa bakti 2018-2023, dilantik sebagai Sekretaris Dewan Kebudayaan Kota Yogyakarta periode 2021-2023 dan Fahmi Prihantoro sebgai Wakil Ketua.

https://www.instagram.com/kibambangwidodo/

Pembentukan Dewan Kebudayaan Kota Yogyakarta dilakukan Pemkot Yogyakarta dalam rangka mendukung pelestarian dan pengembangan budaya sekaligus wujud komitmen Pemkot Yogyakarta dalam menangani pelestarian dan pengembangan budaya.

Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti menyerahkan SK kepada Ketua Dewan Kebudayaan Kota Yogyakarta periode 2021-2023 Ki Priyo Dwiarso disaksikan Sekretaris RM Donny Surya Megananda SSi MBA di Hotel Grand Inna Malioboro Yogyakarta, Selasa 19 Oktober 2021. Foto: [email protected]

Menurut Walikota Haryadi Suyuti, kebudayaan merupakaan salah satu aset berharga yang dimiliki Kota Yogyakarta. Kekayaan budaya inilah yang kiranya wajib dijaga, bukan hanya sekadar untuk klangenan, melainkan sebagai identitas yang merepresentasikan ke-Yogyakarta-an.

“Ke-Yogyakarta-an tersebut menjadi sangat rentan tatkala harus berhadapan dengan perubahan zaman yang begitu cepat. Suka atau tidak suka, arus perkembangan teknologi dan informasi telah jauh mempengaruhi sendi-sendi kehidupan kita,” kata Walikota dikutip Bernasnews.com dari laman jogjakota.go.id.

Dikatakan, Dewan Kebudayaan Kota Yogyakrt akan menjadi mitra Pemkot Yogyakarta dalam merumuskan kebijakan di bidang kebudayaan. Selain memberikan masukan dan pertimbangan kepada pemerintah berkenaan dengan kebijakan dan permasalahan di bidang kebudayaan,Dewan Kebudayaan Kota Yogyakarta juga akan menjalankan tugas lainnya, yakni tugas kuratorial terhadap kelompok dan obyek kebudayaan yang akan menerima fasilitasi dari pemerintah. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here