Home Opini Manajemen Bumi

Manajemen Bumi

109
0
Drs Djati Julitriarsa MM, Dosen STIM YKPN Yogyakarta. Foto : Dok pribadi

BERNASNEWS.COM — Kita manusia sebagai salah satu makhluk hidup ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, selalu akan dapat mengenyam hidup secara baik di suatu tempat yang kita pijak, yakni bumi. Di bumi ini manusia bisa hidup berdampingan dengan makhluk-makhluk lainnya, yakni dunia satwa dan fauna. Disamping hidup manusia terletak di bumi, namun di sisi lain bumi itu sendiri juga berwujud dua macam yakni terdiri dari daratan dan lautan yang mengitari daratan itu sendiri. Untuk dapat hidup dengan wajar, maka mausia selalu menempati bagian bumi yang bernama daratan.

Namun apa mau dikata, kita semua menyadari bahwa karena ulah sebagian manusia itu sendiri, yang kemungkinan adanya sifat  kerakusan, kesombongan, dan ingin menangnya sendiri, melakukan hal-hal tertentu yang sebenarnya sangat membahayakan kehidupan manusia itu sendiri, yakni dengan adanya tindakan yang dapat merusak habitat bumi itu sendiri, seperti penmbangan yang sembarangan, penebangan hutan, dan lain sebaginya, dimana ujung-ujungnya justru menjadikan bumi ini menjadi rusak dan malah dapat mengakibatkan bencana bagi manusia itu sendiri.

Ambil contoh saja seperti adanya penebangan pohon di hutan yang sebenarnya sangat subur, dan mengakibatkan adanya pengundulan hutan yang dapat mengakibatkan bencana banjir ketika musim penghujan tiba, karena tanah sekitar tidak dapat menampung atau menyimpan curahan air hujan, dan apalagi hal itu terjadi di daerah pegunungan yang mempunyai kecuraman tanah sedemikian rupa, sehingga tidak hanya banjir yang terjadi, kemungkinan disertai dengan adanya tanah longsor, yang sangat merugikan kehidupan manusia karena dapat mengakibatkan kerugian baik material maupun korban jiwa manusia.

Guna mengantisipasi berbagai bencana yang melanda bumi ini, maka tidak aneh kalau di masa pandemi Covid 19 ini belum berakhir, penulis mengajak kepada semua lapisan masyarakat dimana pun berada, marilah kita di saat ini semakin untuk dapat mencintai bumi yang dapat memberikan kehidupan bagi kita manusia, terutama pada tanggal 22 April 2021 ini kita bersama memperingati Hari BUMI. Oleh karena itu tidak salah kalau kemudian kita semua dapat me-manage atau mengelola bumi ini dengan semakin peduli terhadap kelestarian bumi kita ini, semakin bersahabat dengan keindahan bumi kita yang dapat memberikan kehidupan yang semakin baik, sebagai salah satu makhluk cipataan Tuhan Yang Maha Esa.

Hal itu dengan sangat sederhana dapat kita lakukan, misalnya dengan memperhatikan lingkungan sekitar, terutama bumi dimana kita bertempat tinggal, kita pelihara keutuhannya agar tidak mengalami kerusakan yang justru dapat merugikan umat manusia seperti contoh adanya bencana yang telah disebutkan di atas. Misal hal itu dapat kita lakukan dengan menanami bumi dengan pohon-pohon yang produktif, yang justru dapat kita panen buah atau kayunya di kemudian hari, yang justru akan mendatangkan keuntungan bagi kehidupan manusia. Jangan sampai tanah-tanah menjadi gundul, dan ini sekaligus bumi akan semakin kaya sumber mata air yang dibutuhkan manusia, sehingga kita pun akan semakin dapat hidup dengan nyaman dalam jangka panjangnya. Bila memang bumi mempunyai hasil tambang yang cukup besar, perlu dipikirkan jangka panjangnya, jangan sampai dilakukan eksplorasi atau penambangan yang bersifat liar, namun juga perlu diperhatikan bagaimana bagian bumi yang kita tambang itu jangan sampai menjadi sumber malapetaka bagi manusia ketika musim penghujan turun, karena dapat mengakibatkan terjadi banjir besar.

Marilah kita semakin mencintai bumi sebagai tempat kehidupan manusia, dan bumi akan benar-benar merupakan ciptaan Tuhan yang dapat dilestarikan, sehingga justru dengan demikian maka bumi akan merupakan sahabat yang menguntungkan bagi kehidupan manusia. Semoga. (Drs. Djati Julitriarsa, MM, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN Yogyakarta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here