Tuesday, May 17, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsMalioboro Padat Merayap

Malioboro Padat Merayap

bernasnews.com –Jalan Malioboro Yogyakarta dan sekitarnya benar-benar padat merayap pada Jumat 6 Mei 2022 malam. Bukan hanya dipadati kendaraan bermotor yang melintas di jalan, namun pengunjung yang berjalan kaki pun sangat padat.

Akibatnya, kendaraan bermotor berjalan melambat dan tersendat bahkan sering berhenti. Bukan hanya di Jalan Malioboro, jalan-jalan di sekeliling Jalan Malioboro Yogyakarta pun sangat padat.

Dari pengamatan bernasnews.com pada Jumat malam, mulai dari Alun-alun Selatan ke barat terus ke pasar burung lama lalu ke utara hingga jalan KH Dahlan dan Ngupasan sangat ramai dan padat kendaraan bermotor.

Kendaraan bermotor roda dua memadati tempat parkir sisi timur Alun-alun Selatan Yogyakarta, Jumat 6 Mei 2022 malam. Foto: Philipus Jehamun/bernasnews.com

Kemudian, dari Jalan KH Dahlan ke Utara melewati Ngupasan hingga Kumetiran Kidul sampai Jalan Pasar Kembang macet. Sementara di Jalan Dagen hingga Malioboro kendaraan nyaris tak bergerak karena ruas jala yang sempit dilewati dua arah. Sementara di sisi kiri dan kanan jalan banyak pejalan kaki menyusuri jalan untuk menikmati makanan/minuman di warung-warung sepanjang jalan tersebut.

Hampir tak ada warung yang sepi. Semua ramai dan padat. Dari Kumetiran Kidul melewai Jalan Dagen membutuhkan waktu sekitar setengah jalan untuk mencapai Jalan Malioboro.

“Kita nikamati saja kemacetan ini. Tidak perlu terburu-buru,” kata Suryo, seorang pengendara sepeda motor yang berhenti di samping bernasnews.com di Jalan Dagen, Jumat malam.

Begitu sampai di Jalan Malioboro kepadatang/kemacetan semakin parah. Kendaraan nyaris tak bergerak saking padatnya pengguna jalan. Sementara di selasar timur dan barat jalan dipadati pejalan kaki.

Ketika keluar dari Jalan Malioboro ke timur melewati jalan di selatan kompleks Kantor Kepatihan sempat lancar. Namun ketika sampai di perempatan Jalan Mataram utara Hotel Melia Purosani, nyaris tak bisa jalan. Karena semua kendaran dari semua arah menumpuk di tengah perempatan karena menorobos lampu merah. Meski lampu pengatur lalu-lintas menyala merah namun tetap diterobos sehingga semua saling menutup tak bisa lewat.

“Edan tenan. Semua ruas jalan di sekeliling Maliboro padat merayap. Apalagi di Jalan Malioboro sendiri lebih parah lagi. Sangat padat,” kata Ratnawati, warga Kalasan yang pulang dari Alun-alun Selatan melewati Ngupasan ke utara lalu belok ke Timur melewati Jalan Dageng hingga tembus Jalan Malioboro.

Sementara warung-warung/rumah makan maupun pusat oleh-oleh di Malioboro maupun di sekeliling Maliboro pun dipadati pengunjung.

“Mereka para pemudik atau wisatawan benar-benar membawa berkah karena membelanjakan uang di warung-warung/rumah makan maupun pusat oleh-oleh,” kata Kuncoro, seorang tukang parkir di Alun-alun Selatan. (phj)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments