Home News Mahfud MD: Peran dan Kekuasaan Pemerintah Berkurang, Kemerdekaan Pers Semakin Kuat

Mahfud MD: Peran dan Kekuasaan Pemerintah Berkurang, Kemerdekaan Pers Semakin Kuat

147
0
Mengkopolhukam Mahfud MD. Foto: kominfo.go.id

BERNASNEWS.COM – Kemerdekaan pers di era pascareformasi memiliki landasan yang semakin kuat. Hal ini terjadi karena adanya pengurangan peran dan kekuasaan pemerintah sebagai bentuk penerapan hak asasi dan demokrasi. Salah satu bentuk pengurangan peran dan kekuasaan pemerintah itu adalah tidak ada lagi pengekangan terhadap pers.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD, di era sekarang, khususnya sesudah amandemen UUD 1945, kekuasaan pemerintah hanya merupakan residu dari hak asasi. Sebelum reformasi, yang terjadi sebaliknya, hak asasi merupakan residu dari pemerintah.

“Hak asasi diberikan semua, lalu pemerintah hanya diberi sedikit sisanya, untuk mengatur. Nah era ini menjadi tantangan baru bagi kemerdekaan pers Tanah Air,” kata Mahfud MD di hadapan sekitar 30 ahli pers dari Dewan Pers dalam diskusi virtual dari Jakarta, Jumat (20/8/2021).

Menurut Mahfud MD yang dikutip Bernsnews.com dari laman kominfo.go.id yang diunggah Jumat (20/8/2021), kalau dulu, wartawan ditangkap.”Dulu ada istilah bredel, ada blackout, kemudian dilarang membeli kertas kepada pemerintah. Itu dulu. Namun, di zaman reformasi kita ubah, mengambil semua konvensi PBB tentang hak asasi,” kata Menko Mahfud.

Dikatakan, dalam konteks saat ini, bagi peran pers sebagai lembaga yang melakukan kontrol sosial, pemerintah sangat mengharapkan pers tetap melakukan tugas itu dengan baik. “Karena itu, pers adalah mitra strategis pemerintah. Masukan, saran dan kritik yang disampaikan publik di media massa adalah salah satu dasar pemerintah dalam membuat kebijakan,” kata Mahfud.

Menurut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini, beberapa tantangan bagi pers saat ini antara lain perkembangan teknologi menjadi tantangan utama bagi pers, sehingga pers harus terus melakukan konvergensi untuk dapat bertahan hidup.

Mahfud Md juga berharap agar kualitas dan kompetensi para jurnalis dan pengelola media terus ditingkatkan. “Dengan kualitas teknis dan etik yang baik, pers bisa menghindari terjadinya kesalahan kutip, judul yang tidak sesuai dengan isi berita, data tidak akurat, narasumber yang tidak kredibel atau mencampurkan fakta dengan opini,” kata Mahfud MD. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here