Home Pendidikan Mahasiswa UWM Menjadi Delegasi AWMUN III di Bali

Mahasiswa UWM Menjadi Delegasi AWMUN III di Bali

389
0
Bella Setia Ningrum Amin (kiri) mahasiswa Program Studi (Prodi) Hukum Fakultas Hukum (FH) Universitas Widya Mataram (UWM) foto bersama delegasi AWMUN III dari negara lain. (Foto: Dok. Humas UWM)

BERNASNEWS.COM — Para peserta AWMUN III mendiskusikan isu-isu internasional berkaitan dengan council masing masing. Sementara perwakilan dari Indonesia sendiri menjadi delegasi pada Disarmament And International Security Council yang membahas mengenai peran perusahaan militer swasta di zona perang.

Hal itu diungkapkan Bella Setia Ningrum Amin mahasiswa Program Studi (Prodi) Hukum Fakultas Hukum (FH) Universitas Widya Mataram (UWM) saat tiba di Yogyakarta usai mengikuti acara Asia World Model United Nations III (AWMUN III), Rabu (20/11/2019).

Bella Setia Ningrum Amin mahasiswa Program Studi (Prodi) Hukum Fakultas Hukum (FH) Universitas Widya Mataram (UWM) sebagai delegasi AWMUN III, di Bali. (Foto: Dok. Humas UWM)

AWMUN III diselenggarakan oleh International Global Network dengan tema “The Implementation of World’s Agenda 2030”, tanggal 13-16 November 2019, di Bali. “AWMUN adalah simulasi dari konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang sebenarnya. Para peserta ditugasi memecahkan masalah global melalui penelitian, penyusunan, lobi dan debat untuk memberikan resolusi yang sesuai,” terang Bella

Dengan menjadi peserta, Bella menuturkan pribadinya dapat mengembangkan kemampuan kepemimpinan, negosiasi dan diplomasi generasi muda setelah berhadapan dengan peserta dari 78 negara.

It was one of my best experiences having a great opportunity to be a representative of my country, Indonesia and met other delegates from different parts of world,” kata mahasiswa semester tiga ini dalam bahasa Inggris fasih.

Terpilih menjadi delegasi Indonesia di Disarmament And International Security Council, lanjut Bella, dirinya sangat bersyukur dapat mambawa nama baik Indonesia, khususnya kampus UWM. Melalui kegiatan itu dirinya dapat belajar banyak tentang bagaimana menyampaikan ide dan pendapat sesuai dengan prosedur, berpikir kritis beserta solusinya dengan membawa perspektif Indonesia.

“Selain itu, kami juga melakukan beach clean up yang dalam hal ini bekerjasama dengan United Nations Information Center Indonesia,” pungkasnya. (nun/ ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here