Mahasiswa USD dan Warga Daleman Lakukan Susur Sungai

    633
    0
    Sembari susur sungai, para mahasiswa USD menebar bibit ikan lokal wader, uceng dan melem di Daleman, Girikerto, Turi, Sleman, Minggu (3/11/2019). Foto : AG Irawan

    BERNASNEWS.COM — Sekitar 50 mahasiswa dari berbagai fakultas Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta melakukan giat susur Sungai Adem bersama sejumlah warga Pedukuhan Daleman, Girikerto, Turi, Sleman, Minggu (3/11/2019) pagi hingga siang. Para mahasiswa yang tergabung dalam komunitas Jaringan Kasih Mahasiswa Katolik (JKMK) USD tersebut terjun langsung menyusuri sungai dengan mengambil panjang lintasan lebih kurang 800 meter.

    Kegiatan susur sungai tersebut dimaksudkan guna meningkatkan kepedulian dan kecintaan mahasiswa pada lingkungan, khususnya sungai beserta habitat pendukungnya, yakni vegetasi dan biota air.

    Ketua JKMK USD Krisna Yudha menyatakan sejak awal komunitas ini dibentuk dan bergerak untuk kegiatan sosial termasuk di dalamnya giat lingkungan. “Kami juga pernah ikut menyelamatkan pesisir laut dengan menanam pohon bakau. Selain itu melakukan pelepasliaran tukik di pantai. Sekarang kami melakukan susur sungai untuk lebih mengenal lingkungan sungai,” kata Krisna Yudha seperti dikutip Ketua Forum Komunitas Sungai Sleman (FKSS) AG Irawan dalam rilis yang dikirim ke Redaksi Bernasnews.com, Minggu (3/11/2019).

    Sembari susur sungai, para mahasiswa/i USD melakukan penanaman pohon gayam di Daleman, Girikerto, Turi, Sleman, Minggu (3/11/2019). Foto : AG Irawan

    Dikatakan, memilih sungai sebagai sasaran kegiatan karena ingin mengenalkan lebih dekat ekosistem sungai pada mahasiswa. “Bergiat di sungai ternyata mengasyikkan. Banyak ilmu dan pelajaran baru yang kami dapatkan. Bahkan selama ini belum pernah kami dapatkan. Misalnya, penebaran ikan harus disesuaikan dengan jenis ikan lokal sungai setempat,” kata Laurensia Kusumaningtyas, nahasuswa Fakultas Farmasi USD, selaku Ketua Pelaksana acara.

    Lauren menambahkan kegiatan bersama seperti ini selain menambah keakraban antar mahasiswa juga mendekatkan dengan masyarakat. Beragam hal diperoleh saat turun langsung ke sungai. Kecipak air, arus air sungai yang perlahan menyentuh permukaan kulit kaki hingga mengamati kelebat ikan-ikan kecil menjadi pengalaman yang mampu menyadarkan bahwa ekosistem sungai harus dijaga agar tetap lestari.

    Sementara Windra dari Komunitas Dulur Uceng, yang selama ini terus merawat ekosistem Kali Adem merasa senang dengan kehadiran mahasiswa yang mau bergabung bersama masyarakat untuk peduli sungai. Sehingga sinergi antara dunia akademik dan publik mampu mewujudkan sungai yang lestari.

    Setelah melakukan susur sungai para mahasiswa bersama warga saling menceritakan pengalaman (sharing) terkait bergiat di sungai, Minggu (3/11/2019). Foto : AG Irawan

    Ketua Forum Komunitas Sungai Sleman (FKSS) AG Irawan mengungkapkan, kelestarian lingkungan, khususnya sungai, menjadi tanggungjawab semua orang, lintas generasi, lintas strata, lintas bidang studi bahkan lintas teritori. Karena itu, dibutuhkan kebersamaan dan visi yang sama dalam merawat sungai.

    Ekosistem sungai, khususnya di hulu, seperti di Kali Adem ini, masih asri. Masih banyak vegetasi dan biota air yang hidup bebas. Hal ini yang perlu terus dijaga. Kebiasaan masyarakat yang masih membuang sampah, terutama sampah plastik di sungai harus dihindari bahkan dilarang. Lakukan edukasi tanpa henti yang baik pada publik guna menjaga sungai.

    Perlindungan terhadap sejumlah mata air yang cukup banyak terdapat di sepanjang sungai perlu terus dilakukan. “Mari kita jaga mata air, agar tidak jadi air mata,” kata AG Irawan. (lip)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here