Home News Mahasiswa UNY Ciptakan Sabun Herbal dari Limbah Minyak Kelapa dan Daun Patikan...

Mahasiswa UNY Ciptakan Sabun Herbal dari Limbah Minyak Kelapa dan Daun Patikan Kebo

303
0
Kelompok Mahasiswa UNY pencipta sabun herbal yang beranggotakan Khoir Nur Arifah Prodi Manajemen, Larasati Nindya Ismana Prodi Pendidikan Biologi, Muhammad Naufal Majid Prodi Pendidikan Kimia, Nur Mahsun Asqallany Ramadhan Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Lolita Paramesti Nariswari Prodi Ilmu Komunikasi, Afif Oktavia Putri Sakti Prodi Pendidikan Fisika dan Bagas Isdiyantara Putra Prodi Biologi. (Foto: Kiriman Humas UNY)

BERNASNEWS.COM — Industri produk turunan buah kelapa yang masih dikembangkan hingga kini salah satunya adalah virgin coconut oil (VCO). Di Kabupaten Bantul terdapat produsen minyak kelapa rumahan yang telah memiliki konsumen pasar cukup besar.

Produksi tersebut ternyata menciptakan permasalahan, yaitu produk sampingan yang tidak termanfaatkan. Produk sampingan ini tidak dapat dikonsumsi dan apabila tidak diolah akan menyebabkan pencemaran lingkungan, baik air ataupun udara yang disebabkan zat kimia dan aroma yang menyengat. Produk sampingan itu hanya terkumpul menjadi limbah.

Hal inilah yang menggerakan sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) merekayasa limbah tersebut untuk dijadikan sabun antibakteri. Mereka adalah Khoir Nur Arifah Prodi Manajemen, Larasati Nindya Ismana Prodi Pendidikan Biologi, Muhammad Naufal Majid Prodi Pendidikan Kimia, Nur Mahsun Asqallany Ramadhan Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Lolita Paramesti Nariswari Prodi Ilmu Komunikasi, Afif Oktavia Putri Sakti Prodi Pendidikan Fisika dan Bagas Isdiyantara Putra Prodi Biologi.

Proses pembuatan sabun dari produk sampingan minyak kelapa dan daun patikan kebo. (Foto: Kiriman Humas UNY)

Khoir Nur Arifah menjelaskan, berdasarkan beberapa artikel dan penelitian yang telah dilakukan ternyata limbah pemurnian minyak kelapa tersebut mengandung beberapa zat yang bermanfaat bagi tubuh manusia dan setelah dilakukan serangkaian proses dapat dihasilkan minyak kelapa kembali.

“Hasil pemurnian tersebut dapat digunakan sebagai campuran bahan makanan, produk kesehatan, kosmetik dan bahkan bisa digunakan sebagai bahan utama pembuatan sabun,” jelas Nur dalam rilis yang dikirim ke Bernasnews.com, beberapa waktu lalu.

Dikatakan, industri pembuat sabun umumnya membuat sabun yang berasal dari campuran minyak dan lemak yang berbeda. Minyak kelapa memiliki kandungan asam laurat dan miristat yang tinggi dan dapat membuat sabun mudah larut dan berbusa. “Oleh karena itu, dari minyak yang dihasilkan dari limbah pemurnian minyak kelapa tersebut memunculkan ide untuk mengolahnya menjadi bahan dasar sabun,” ujar mahasiswa Prodi Manajemen itu.

Bentuk sabun herbal padat yang telah diberi label merek. (Foto: Kiriman Humas UNY)

Sementara Larasati Nindya Ismana menjelaskan, bahwa pihaknya menambahkan ekstrak daun patikan kebo (Euphorbia Hirta) yang mengandung senyawa kimia seperti tanin, saponin, dan flavonoid jugaterdapat pula senyawa aktif seperti alkaloida dan polifenol. “Senyawa–senyawa tersebut memiliki sifat anti-inflamasi, antiseptik, antibakteri, dan antifungal,” ungkapnya.

Produk ini diberi nama Nuthea, imbuh Muhammad Naufal Majid, merupakan sabun mandi berbahan dasar hasil sampingan pemurnian minyak kelapa dan mengandung esktrak daun patikan kebo sebagai bahan aktif alami yang bersifat antibakteri.

“Bahan yang digunakan yaitu hasil sampingan permurnian minyak kelapa, patikan kebo, NaOH, essential oil, minyak kelapa sawit, minyak zaitun, aquades dan ethanol 96%,” imbuhnya. Karya ini berhasil meraih dana Dikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan tahun 2020. (*/ ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here