Home Ekonomi Lurah Panembahan Berbicara Sejarah dan Pembangunan Pasar Kluwih

Lurah Panembahan Berbicara Sejarah dan Pembangunan Pasar Kluwih

1095
0
Gambar rencana pembangunan Pasar Kluwih, di Jalan Suryoputran, Kelurahan Panembahan, Kecamatan Kraton, Yogyakarta. (Foto: Dok. Kel Panembahan)

BERNASNEWS.COM — Seperti yang telah diberitakan media ini, pada tahun 2020 ini Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Disperindag Kota Yogyakarta akan membangun Pasar Kluwih yang berlokasi di Jalan Suryoputran, Kelurahan Panembahan, Kecamatan Kraton, Yogyakarta. Bangunan pasar baru tersebut menempati tanah seluas 500 meter persegi yang dibeli oleh Pemkot Yogyakarta dari warga setempat.

Ilustrasi suasana Pasar Kluwih, Jalan Suryoputran, Kelurahan Panembahan, Kecamatan Kraton, Yogyakarta. (Foto: Dok. Kel. Panembahan)

“Sejarah Pasar Kluwih awalnya adalah kumpulan beberpa pedagang yang berjualan di depan Ndalem Hadikusuman, Jalan Magangan Wetan, Timur Kraton Yogyakarta. Para pedagang waktu itu berjualan dagangan untuk memenuhi kebutuhan abdi dalem Sekulanggen atau abdi dalem yang bertugas memasak di Dapur Kraton dan masyarakat sekitar,” terang Lurah Panembahan Purnama SE kepada Bernasnews.com, Rabu (22/1/2020), di Kantor Kelurahan Panembahan, Yogyakarta.

Lurah Panembahan Purnama, SE (kiri) bersama Staf Joko A. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Purnama menjelaskan, dengan berkembangnya jumlah pedagang maupun pembeli dan dirasa mengganggu kemudian pada tahun 1960-an, pasar dipindahkan ke timur dengan menyewa lahan milik warga setempat yang kebetulan ada pohon Kluwih (Artocarpus camansi). Sejak itulah masyarakat menyebut sebagai Pasar Kluwih.

Lahan calon Pasar Kluwih yang sementara dimanfaatkan warga untuk tempat parkir mobil, Rabu (22/1/2020). Foto: Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com.

“Kemudian karena warga menginginkan punya masjid sendiri karena daya tampung jamaah masjid yang ada di sekitar sudah tidak dapat memenuhi, maka tahun 1986 lahan pasar tersebut beralih fungsi untuk membangun Masjid Wiworojati. Mulai saat itulah para pedagang tidak mempunyai tempat yang layak. Mereka berjualan di halaman sekitar masjid dan di sepanjang Jalan Suryoputran. Meskipun jualannya hanya pagi sampai jam 11:00 WIB tetap saja membuat jalan semrawut dan kumuh,” ungkapnya.

Suasana lapak pedagang di ruas Jalan Suryoputran, Rabu (22/1/2020) pagi. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Sebagai Lurah Panembahan yang akan purna tugas pada pertengahan tahun ini, Purnama berharap pembangunan Pasar Kluwih yang direncanakan mulai Juni 2020 atau paska lebaran ini bisa selaras dengan konsep pembangunan Kelurahan Panembahan, yaitu Kelurahan Panembahan menuju pariwisata yang berbudaya, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Juga selaras dengan slogan Kelurahan Panembahan SEMANAK (Sehat, Manunggal, Agamis, Kreatif).

“Bahwa soal jumlah pedagang yang dapat diakomodir bangunan baru Pasar Kluwih merupakan kewenangan dan otoritas dari Dinas Pasar Kota Yogyakarta. Sedangkan untuk pedagang kuliner pada malam harinya, berharap dapat mengakomodir khusus untuk warga Suryoputran dan sekitarnya oleh karena perlu ada koordinasi lebih lanjut dengan Kecamatan Kraton, Lurah Panembahan, dan Pengurus Kampung Suryoputran,” imbuhnya.

Ganti Sugiyanti pedagang nasi dan lauk lebih dari 18 tahun membuka lapak di Jalan Suryoputran, Kelurahan Panembahan, Kecamatan Kraton, Yogyakarta. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Sementara itu, Ganti Sugiyanti pedagang yang membuka lapak jualan nasi dan lauk lebih dari 18 tahun ini, saat ditemui oleh Bernasnews.com di Jalan Suryoputran, merasa bersyukur, bahwa bersama dengan 24 pedagang lainnya yang berjualan di seputar masjid Wiworojati, Suryoputran telah tercatat oleh Dinas Pasar Kota Yogyakarta sebagai calon pedagang yang menempati gedung baru Pasar Kluwih nantinya.

Pembangunan Pasar Kluwih berdasar Detail Engineering Design (DED), diperkirakan menghabiskan anggaran sekitar Rp 3,5 milyar, dengan luas tanah 500 meter persegi, sepertiganya untuk lahan parkir dapat menampung sekitar 50 pedagang. Pasar Kluwih akan mengadopsi Pasar Condronegaran di Gedongkiwo, Mantrijeron, pagi sebagai pasar tradisional untuk aneka kebutuhan rumah tangga dan sorenya sebagai pasar kuliner, para pedagang akan diatur berdasar jenis dagangannya.

Lapak pedagang yang berada di sekitar Masjid Wiworojati, Suryoputran, Rabu (22/1/2020). Foto: Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com.

Di tempat terpisah, Ketua RW 08 Suryoputran Seno Pratomo, menambahkan, dengan dibangunnya Pasar Kluwih dengan dobel fungsi tersebut, ia mengimbau agar persoalan parkir kendaraan benar-benar dipikirkan. Juga keamanan dan kenyamanan lingkungan warga maupun pengunjung pasar nantinya, khususnya pada malam hari.

“Keberadaan Pasar Kluwih juga berdampak langsung pada wilayah RW 08 yang dibatasi ruas Jalan Suryoputran yang juga sebagai akses pariwisata menuju Kraton Yogyakarta. Berharap dengan dibangunnya pasar yang dapat menunjang pariwisata dan perekonomian warga ini, kelancaran akses jalan mohon juga dipikirkan oleh warga dan pengampu kebijakan wilayah,” pungkas Seno. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here