Sunday, May 22, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeLupa Niat Puasa, Sah atau Tidak? Ini Penjelasannya

Lupa Niat Puasa, Sah atau Tidak? Ini Penjelasannya

bernasnews.com – Ketika akan menjalankan ibadah puasa, umat Islam diwajibkan untuk berniat. Akan tetapi bagaimana jika lupa niat puasa. Apakah puasanya tetap sah atau tidak?

Niat sendiri merupakan hal yang penting dalam menjalankan sesuatu terutama kaitannya dengan ibadah. Bahkan niat juga menjadi sangat penting dalam membedakan antara adat kebiasaan dengan ibadah.

Meski berpuasa terutama di bulan Ramadhan adalah hal yang wajib bagi umat Islam, tak jarang ada beberapa kendala yang menyebabkan seseorang lupa niat puasa. Alasannya bisa beragam dan cukup sering terjadi. Lantas apakah lupa niat puasa tetap akan sah atau tidak ketika mereka menjalaninya?

Sebagaimana dilansir dari YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menyebut bahwa dalam mazhab Syafi’i dan jumhur ulama mazhab Maliki dan Hambali, orang yang tidak niat puasa di malam hari dan tidak sahur, maka tidak sah.

Buya Yahya juga menjelaskan, jika situasinya benar-benar lupa membaca niat puasa, misal karena sibuk hingga sahur juga bablas, maka jawabannya adalah melanjutkan puasa tersebut.

“Akan tetapi, kita ingat Sayyid Alwi Assegaf mufti Mekah waktu itu menulis dalam mukadimah tarsehnya mengingatkan bahwa untuk orang awam kita perlu memberikan fatwa yang paling sesuai dengan keadaan mereka,” ujarnya.

Buya Yahya lantas mengutip Syekh Al-Malibari dimana jika seseorang lupa niat puasa namun ia ingin menjalankan puasa maka bisa mengikuti mazhab Abu Hanifah.

“Barangsiapa di pagi harinya dia lupa belum niat, dia ingin berpuasa, maka hendaknya dia niat ikut mazhabnya Abu Hanifah,” ujar Buya Yahya.

“Itu disyaratkan dalam fikih Syafi’i bahwasanya orang awam perlu dihargai dalam hal semacam itu. Jangan sampai (berkata) enggak sah. Kasian dia, ketinggalan dalam rombongan orang berpuasa,” katanya.

Meski mengikuti mazhab Abu Hanifah, Buya Yahya menekankan agar tak boleh sembarangan dimana seseorang sengaja tidak membaca niat puasa pada malam hari.

Mazhab Abu Hanifah dalam hal niat puasa di pagi hari bisa diikuti ketika kondisinya darurat atau keadaan lupa. Dengan catatan, orang tersebut belum melakukan sesuatu yang membatalkan puasa.

Namun Buya Yahya menambahkan, jika sudah makan maka tidak bisa, karena melakukan hal yang membatalkan puasa. Meski tak puasa, mereka harus tetap imsak untuk mendapat pahala.

“Dia wajib imsak tidak boleh makan dan minum. Dia seperti orang yang berpuasa. Nanti mendapatkan pahalanya utuh, hanya nanti dia wajib mengganti (puasanya),” jelas Buya Yahya.

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments