Sunday, June 26, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeLukas Agus Tjugianto, Penggiat Pariwisata Dieng dan Wonosobo Meninggal

Lukas Agus Tjugianto, Penggiat Pariwisata Dieng dan Wonosobo Meninggal

BERNASNEWS.COM — Terima kasih kabar dukanya. Betul-betul pribadi yang unik. Menyenangkan untuk berbincang-bincan dengan Almarhum. Sayang sudah kehilangan lacak. Semoga arwahnya dalam damai. Demikian disampaikan oleh Yan Suryoputri dari negeri Belanda melalui pesan whatsaap (WA), ke Bernasnews.com, Jumat (17/12/2021), saat mengetahui kabar duka berpulangnya Lukas Agus Tjugianto.

Seperti yang tertulis dalam Berita Lelayu yang diterima Redaksi Bernasnews.com. Telah meninggal dunia Bp. Lukas Agus Tjugianto (Usia 81 tahun), Ayah dari Ibu Eunike Martanti (Dieng Kledung Pass Hotel dan Restaurant Wonosobo). Meninggal hari Jumat, 17 Desember 2021, Pukul 10:53 WIB, di RSK Ngesti Waluyo Parakan.

Menurut rencana jenazah akan dimakamkan pada hari Minggu, 19 Desember 2021. Yang berduka, Eunike Martanti (Anak), Donald Dewantoro Sidharta (Menantu), Zefanya Adelia Sidharta (Cucu), dan Frieda Adelia Sidharta (Cucu).

Sosok pengusaha dan penggiat kepariwisataan Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah itu dikenal humble dan ramah pada siapapun, baik dari masyarakat biasa, pejabat, wisatawan manca maupun wisatawan nusantara. “Saya bersama suami kenal dekat pada tahun 1985an.Waktu itu ada proyek pekerjaan dari UGM di sekitar Wonosobo dan Banjarnegara,” ujar ibu asli Jogja yang kini menetap di negeri kincir angin itu.

Dikatakan, pak Agus waktu itu selalu menyambut tamu-tamu yang berkunjung di restonya, yang berlokasi di tengah Kota Wonosobo. “Kami selalu bincang-bincang dengan pak Agus perihal apa saja di lingkungan sekitar Wonosobo, dari pertanian, budaya, kesenian hingga pariwisata. Kuliner yang disajikannya pun cocok bagi wong Londo,” kenang Yan Suryoputri.

Selain humble, sosok almarhum Lukas Agus Tjugianto juga multitalent. Pasalnya rancang bangun dan desain Dieng Kledung Pass Hotel & Restaurant miliknya dibuat sendiri oleh almarhum. Hotel yang memiliki 42 kamar dan berbagai fasilitas ini, desain kamarnya memang dibikin sedemikian rupa. Sehingga tamu yang menginap tetap dapat menikmati indahnya pemandangan dari teras yang ada di masing-masing kamar.

Keunikan lain dan barangkali tidak ada di hotel manapun di Indonesia, bahkan dunia, adalah desain ruang kamar tidurnya. Kamar mandi yang menyatu dengan kamar tidur dibuat tersembunyi, pintu kamar mandi menyatu dengan pintu almari pakaian. Jadi seakan-akan kamar mandi berada di dalam almari pakaian.

Banyak tentunya kesan-kesan menarik yang ditinggalkan oleh Almarhum Lukas Agus Tjugianto, dari sebagai penggiat pariwisata, kemasyarakatan dan lingkungan, bisnis, hingga dalam giat keagamaan yang dianutnya. Jejak digitalnya penuh giat positif dan menarik untuk dibaca, bahkan koran Harian Bernas semasa masih di bawah naungan Kompas, pada tahun 1992an pun pernah memuat berita kiprahnya dalam bentuk profile pengusaha yang mengawali usaha benar-benar dari bawah. (ted)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments