Home News LPK RI DPD DIY Siap Dampingi Korban “Debt Colector”

LPK RI DPD DIY Siap Dampingi Korban “Debt Colector”

163
0
Para pengurus Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK-RI ) foto bersama usia pertemuan internal guna membahas berbagai masalah warga yang masuk melalui LPK-RI guna dicari solusi bersama, Jumat (14/2/2020). Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM – Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK-RI ) DPD DIY mengadakan pertemuan internal guna membahas berbagai masalah warga yang masuk melalui LPK-RI guna dicari solusi bersama, Jumat (14/2/2020).

Salah satu masalah yang menjadi perhatian LPK RI DPD DIY adalah masyarakat yang terlibat kredit macet, baik kredit kendaraan bermotor roda dua (sepeda motor) maupun roda empat (mobil), sehingga menjadi korban debt colector (penagih utang), dengan penarikan kendaraan secara paksa tanpa melalui prosedur yang benar sesuai aturan Fidusia.

K Herman Setiawan selaku Humas LPK RI DPD DIY dalam rilis yang dikirim ke Bernasnews.com, Jumat (14/2/2020) malam, mengatakan, dalam pertemuan itu semua peserta yang hadiri tak jemu-jemu mengingatkan masyarakat yang terjebak dalam angsuran leasing dan terlambat membayar angsuran serta kendaraannya terancam untuk ditarik agar selalu berani bersikap tegas kepada pihak ketiga.

Langkah pertama yang dilakukan adalah dengan mempertanyakan legalitas perjanjian Fidusia dan Kartu Anggota Colektor. Dan bila tidak bisa menunjukkan atau pun ada pemaksaan maka segera melapor ke LPK-RI DPD DIY di Mangkuyudan MJ 3/ 212 Mantrijeron, Kota Yogyakarta.

“Konsumen diharapkan tidak menandatangani dokumen apapun yang disodorkan oleh pihak penarik dengan alasan apapun sebelum didampingi oleh petugas LPK-RI. Dengan konsumen tetap bertahan dan tidak menandatangani dokumen apapun, maka hampir bisa dipastikan LPK-RI masih bisa membantu pihak konsumen. Demikian juga dengan kasus-kasus kredit rumah, barang edar yang tidak sesuai harga, kadaluwarsa dan berbagai kasus lainnya,” kata Herman Setiawan.

Dalam pertemuan itu hadir pula Andreas Budi Susetya SH MH selaku Pembina dan memberikan banyak masukan dan penguatan serta saran. Ia juga membekali semua pengurus yang hadir agar siap menghadapi berbagai permasalahan yang akan dihadapi di lapangan dalam memfasilitasi persoalan masyarakat, terutama mereka yang terlibat kredit macet

LPK-RI sendiri dimotori Handoko Aji Wibowo selaku Ketua DPD, Sekretaris Wilayah Kris Triwanto, Astuti Handayani sebagai Bendahara II, K Herman Setiawan selaku Humas serta para Kabid HAM, Hukum, Pemberdayaan Masyarakat, Barang dan Jasa. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here