Wednesday, June 29, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomePendidikanLokakarya Prodi Bisnis Kewirausahaan FE UWM: Siap Hadapi Tantangan Bisnis Sesuai Perkembangan...

Lokakarya Prodi Bisnis Kewirausahaan FE UWM: Siap Hadapi Tantangan Bisnis Sesuai Perkembangan Milineal

BERNASNEWS.COM — Lokakarya kurikulum prodi Bisnis Kewirausahaan, Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta, Jumat (12/07/2019), mengundang dari berbagai kalangan yakni praktisi, pengusaha, alumni dan pemerintahan. Sebanyak tujuh narasumber dihadirkan dalam acara tersebut.

Dalam sambutannya sekaligus membuka acara Dekan FE UWM Drs. As. Sutarno, MM, mengatakan, bahwa evaluasi kurikulum ini merupakan tindak lanjut hasil studi banding ke Universitas Ciputra dan Universitas Ma Chung Malang, serta persiapan Prodi Bisnis Kewirausahaan yang akan melakukan reakreditasi pada Tahun 2020.

“Harapannya hasil reakreditasi pada tahun 2020 akan lebih baik,” kata Sutarno. Dan pada kesempatan yang sama Ketua Prodi Bahri, SE, MM memaparkan sekilas tentang kurikulum kewirausahaan.

Sementara itu, menurut Tego Sudarto, SE., MM selaku alumni sekaligus tim LLDIKTI Wilayah V, mengatakan, bahwa prodi ini harus memiliki ciri khusus serta kurikulum diseimbangkan antara teori dan praktek.

Kesempatan selanjutnya, Dr. Ir. Benyamin Senduk Sugeha, M.Kes dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DIY melihat dari sisi sebuah teori Triple Helix, yakni sinergi dan penyatuan tiga kalangan yang terdiri dari kalangan akademik, bisnis atau pengusaha dan pemerintah. Dengan begitu prodi Bisnis Kewirausahaan mampu menyinergikan tiga unsur itu sehingga kurikulum ini akan berjalan sesuai dengan keadaan sekarang.

Pengusaha bidang perbankan dan Tour and Travel Agen Ahmad Sobari, SE dan Liza Mega Pratiwi mengatakan hal yang sama yakni mahsiswa nantinya harus mampu melihat peluang dan keluar dari zona nyaman.

“Membangun mindset dan spirit sangat penting dalam kurikulum ini bahkan sebaiknya bisa masuk ke sosiopreneur,” kata R. Apriliado Rustiawan, pengusaha dan founder dari Bela Beli Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Praktisi dan anggota Ikatan Dosen Republik Indonesia (IDRI) DIY Aris Risdiana Ekasasmita, MM, mengatakan, bahwa kurikulum ini bisa memunculkan budaya organisasi dan etika bisnis atau berkaitan dengan konsentrasi prodi yakni kulinary dan pariwisata dengan memasukkan mata kuliah halal food dan wisata halal.

Sedankan, Inge Gunawan, SE, M.Si, CMA yang merupakan mentor dan sudah lama berkecimpung di dunia pendidikan sebagai dosen, serta wirausaha mengatakan prodi Bisnis Kewirausahaan ini memiliki backbone yang akan membedakan dengan prodi kewirausahaan yang lain. (*/nun)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments