Home Opini Lockdown yang Mengglobal

Lockdown yang Mengglobal

385
0
Drs Djati Julitriarsa MM, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN Yogyakarta

BERNASNEWS.COM –Demikian hebatnya virus Corona atau Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) sehingga mampu meluluhlantakkan perekonomian dunia. Virus yang berasal dari kawasan Wuhan, Tiongkok ini nampaknya begitu ganas menyerang dunia dan kelihatannya cukup mematikan bagi yang terserang.

Bahkan di beberapa negara kawasan Eropa seperti Italia, Norwegia, Jerman dan sebagainya, sangat mencekam, karena kehidupan sehari-hari menjadi mati. Banyak penduduk yang kemudian memilih tinggal di rumah dan tidak melakukan aktivitas di luar rumah. Ibarat mereka menjadi tahanan rumah di tempat tinggalnya sendiri, karena takut terdampak virus yang satu ini.

 Hal ini pun berdampak pula bagi negara Indonesia, sehingga presiden pun sampai menyerukan agar masyarakat Indonesia cukup peka mengantisipasi penyebaran virus ini, bahkan di negara kita telah ada beberapa korban yang meninggal akibat terjangkit virus Corona ini.

Bahkan imbauan presiden merambah sampai ke lembaga pendidikan formal dari SD sampai SMA/SMK selama 14 hari sejak 16 Maret 2020 diliburkan. Siswa wajib mengikuti proses pembelajaran di rumah masing-masing secara online. Hal yang sama kemudian merambah kalangan perguruan tinggi yang kemudian melakukan hal yang sama, untuk menghindari nya kerumunan orang yang ditengarai dapat menyebarkan virus ini.

Tak lepas pula bagaimana hal ini berdampak pada kehidupan perekonomian, terutama dialami oleh para pengusaha/ penjual barang dan para pengelola hotel serta penginapan, yang merasakan adanya penurunan omset penjualannya gara-gara virus ini. Hal ini terjadi karena adanya kebijakan pemerintah dimana untuk sementara waktu menerapkan larangan bagi turis mancanegara berkunjung ke Indonesia.

Dengan adanya larangan yang diterapkan di berbagai negara, yang menyarankan agar warganya tidak melakukan aktivitas keluar rumah, sehingga nampak adanya kehidupan yang selalu lengang di berbagai tempat. Itulah yang kemudian dikenal dengan adanya lockdown yang kemudian meng-global di berbagai negara. Mungkinkah masalah ini akan berlangsung lama? Semoga tidak, tentu saja semua pihak berharap agar virus ini segera dapat ditemukan penangkalnya.

Kita bisa melihat bagaimana kemudian barang-barang seperti masker, hand sanitizer dan semacamnya lenyap dari peredaran, karena semua orang takut terjangkit Covid 19. Bahkan kalau pun ada, harganya melambung atau melejit, sampai mencapai harga yang tidak wajar. Misalnya, masker yang biasanya satu dosr Rp 35.000 bisa mencapai Rp 400.000 bahkan lebih. Para spekulan melakukan hal itu, yang ujung-ujungnya masyarakat yang dirugikan.

Meskipun hal itu tak salah menurut hukum permintaan dan penawaran barang, dimana kalau ada permintaan yang membengkak, tentu saja penawaran pun melonjak seperti deret ukur, dan itu semua kemungkinan besar terjadi.

Dengan adanya lockdown , tidak salah kalau kemudian masyarakat di negara mana pun kemudian berupaya untuk mengantisipasi Covid 19 dengan seksama, terutama dengan pola hidup sehat, dan segera melakukan pemeriksaan dokter apabila muncul adanya gejala-gejala yang mengarah ke terjangkitnya virus ini.

Secara tegas dapat dipastikan tidak ada satu pun orang yang ingin terkena virus ini, dan virus tersebut merupakan salah satu jenis virus yang harus diperangi dan dilenyapkan dari muka bumi ini dengan berbagai cara. Termasuk bagaimana di Indonesia yang katanya banyak tanaman empon-empon yang dapat dipergunakan untuk menambah daya tahan tubuh.

Dan bukankah beberapa tahun yang lalu di negara kita digiatkan dengan adanya penarapan konsep toga, yakni tanaman obat keluarga, yang kemungkinan sekarang ini banyak dilupakan.

Semoga di Tiongkok yang merupakan negara asal virus ini segera dapat menemukan obat penangkal, sehingga dapat berbagi pengetahuan ke pelbagai negara lain, lewat WHO yang merupakan badan kesehatandunia. Dan semoga masalah lockdown yang meng-global ini segera dapat teratasi. Semoga bermakna. (Drs Djati Julitriarsa MM, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN Yogyakarta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here